Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 9 Prioritas


__ADS_3

...馃尫Kedua orang tua yang bertengkar, anak-anaknya yang akan hancur馃尫...


Alea menutup kedua telinganya dengan tangannya ketika mendengar pertengkaran ayah dan ibunya.


Mereka bertengkar lagi. Mereka selalu saja bertengkar dalam menyelesaikan setiap masalah. Dan jika aku jujur dengan apa yang terjadi? Maka bukanya menyelesaikan masalahku, mereka akan kembali bertengkar dan saling menyalahkan.


Rose masuk ke kamar dan menemui putrinya setelah mantan suaminya pamit pulang.


"Mommy...maafkan aku....aku membuat kalian semua cemas..."


"Iya sayang. Lain kali kau jangan ulangi kesalahanmu lagi. Ini tidak benar. Seorang gadis tidak boleh menginap dirumah temannya. Itu sangat berbahaya,"


"Iya Mom...Alea janji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Dan Alea janji tidak akan membuat Mommy sedih lagi," Mereka saling berpelukan dengan erat.


Hanya ini cara yang bisa digunakan Rose untuk menenangkan putrinya sejak dulu. Ketika mereka cemas dan marah, maka dia akan memeluknya untuk menenangkan nya.


"Daddy sudah pulang? Apa Daddy masih marah padaku?"


Alea menatap bola mata Mommynya.


"Tidak sayang. Kemarahannya hanya karena sangat cemas dan khawatir akan keadaan putrinya,"

__ADS_1


"Iya...." Alea menarik nafas dalam.


*


*


Dua hari kemudian, hubungan Rose dan Dimitri mulai membaik. Rose membuka diri untuk berkomunikasi dengannya.


Dan kedua buah hatinya juga sudah tidak dilarang lagi bicara dan bertemu dengan ayahnya.


Hari ini malam natal,


Dimitri terlihat sedang berdebat dengan Micha.


Micha bahkan belum benar-benar resmi bercerai dengan suaminya. Semuanya masih dalam proses. Suaminya mempersulit proses perceraian nya dan ingin Micha hanya menjadi miliknya seorang.


"Sayang, ini malam Natal. Ini pertama kalinya setelah bertahun-tahun kami tidak berkumpul bersama," kata Dimitri menatap gadis di depannya.


"Lalu aku? Bagaimana dengan diriku? Merayakan nya sendirian? Tanpa siapapun?"


"Micha... jika aku tidak kesana. Maka aku tidak akan punya kesempatan lagi untuk moment spesial ini," Dimitri mengecup keningnya.

__ADS_1


"Bagaimana jika kau jatuh cinta lagi dengan mantan istrimu itu?"


"Astaga. Mana mungkin. Kami sudah bercerai. Aku mencintaimu. Aku kesana hanya demi anak-anak. Tidak ada maksud yang lainnya,"


"Kau yakin? Aku sangat khawatir..." Micha nampak keberatan Dimitri pergi dan berkumpul dengan keluarganya.


"Aku pergi. Jangan khawatir. Aku akan menelpon mu nanti..." Dimitri melangkah pergi.


Micha menatapnya hingga dia masuk kedalam mobil.


Jam 07.00 malam.


Micha mondar-mandir sendirian didalam rumah itu. Dia frustasi dan merasa kesepian.


Dia teringat akan perkataan suaminya yang tahu jika Micha menjalin hubungan rahasia dengan rekan kerjanya.


"Aku heran denganmu. Kau wanita paling cerdas di sekolahmu. Kau juga wanita karir dan kau wanita kelas atas. Kau gadis yang selalu nomor satu dalam segala hal. Tapi ..kau menjadi yang kedua dalam rumah tangga orang lain," kata suaminya kala itu dan kini kembali terngiang di telinganya.


Kata-katanya nampak santai namun memiliki arti yang sangat dalam dan menyakitkan hati.


"Kau benar suamiku. Aku sekarang sadar. Aku selalu nomor satu dalam segala hal. Tapi kini aku menjadi yang kedua dan dia tetap menganggap keluarganya adalah prioritas. Aku harus berbuat sesuatu. Aku harus membuat Dimitri hanya memikirkan aku seorang,"

__ADS_1


Micha memegang gelas dengan sangat kuat. Untung saja terbuat dari kaca yang tebal. Jika tidak maka akan hancur dan tangannya akan terluka.


Dia menelpon berulang kali dan Dimitri tidak mengangkatnya. Hal itu membuat dadanya seakan mau meledak karena amarah dan cemburu.


__ADS_2