Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bukan Adik yang di inginkan


__ADS_3

Setelah itu, Ratih pun duduk kembali tali tidak meminta maaf pada Nawan, hingga Nawan kesal sendiri.


"Lu benar tidak mau minta maaf sama gua Dek?" Tanya Nawan.


Namun Ratih masih mengendalikan emosi nya agar tidak berganti raga dengan Raih, hingga ia pun diam tidak bergeming sedikit pun.


Akan tetapi, Nawan yang memang kepalang emosi pun langsung beranjak dengan membawa semua obat yang harus nya Ratih minum.


"Untuk apa punya Adik kalau dia membangkang dan tidak berguna. tau begitu lebih baik lu tidak ada." Ucap Nawan lalu pergi.


"Sayang, hais kamu ini." Balas Rosa lalu mengejar Nawan.


Lalu ketika Nawan mengucapkan kata-kata itu, tetesan air mata pun menetes begitu saja dari mata Ratih. namun Randi yang berada di samping Ratih pun langsung memeluk Ratih.


Sedangkan teman-teman Ratih kini juga langsung menghampiri Ratih dan berusaha menguatkan nya.


"Sabar ya Rat, An hanya sedang emosi makan nya dia begitu." Ucap Riko.


"Iya Rat, lu kan tau kalau dia marah seperti apa kan." Lanjut Julio.


"Lu jangan sedih ya Rat, gua tidak maj melihat lu sedih begini." Ucap William.


"Yes Rat, karena lu istana kita. kalau lu koyah, maka kita pun tidak akan ada tempat tujuan." Lanjut Paulus.


"Kamu dengar kan?, jangan sedih ya, kan ada kita semua di sini." Ucap Randi.


Namun Ratih hanya diam dan diam seperti tidak bisa menggerakkan mulut nya sedikit pun.


Baik kita next ya..


Singkat cerita setelah hari itu, Nawan dan Rosa sudah pergi ke rumah baru nya meninggalkan keluarga kecil nya.


Namun ketika Nawan dan Rosa hendak berangkat, Ratih pun tidak terlihat bergabung dengan keluarga nya.


Dia hanya terbaring di kasur karena obat yang harus ia minum tidak ada di laci ataupun lemari baju nya sudah dua hari ini. karena sebelum nya, Nawan sudah membuang semua obat itu ke dalam kloset kamar mandi.

__ADS_1


Lalu Nawan yang merasa bersalah pun langsung lari ke kamar Ratih dan melihat Ratih yang masih menutup mata nya.


"Dek.." Panggil Nawa dengan lirih.


"Iya.." Balas Ratih lalu membuka mata nya.


"Dek Kakak mau pulang ke rumah Kakak." Ucap Nawan.


"Iya Kak, Ratih tau, tapi Ratih tidak bisa kebawah, kaki Ratih lemas, perut Ratih juga sakit. hati-hati ya Kakak, maafin Ratih karena kemarin belum sempat minta maaf, Ratih diam karena mengendalikan emosi saja karena Ratih tidak ingin menyakiti siapa-siapa." Balas Ratih.


Lalu Nawan pun mengecup kening Ratih dan langsung bergegas memanggil Bik Imah untuk membelikan Ratih obat yang baru.


"Untuk apa membeli obat lagi An?, bukankah ini baru seminggu Ratih check up?" Tanya Omah.


"Sebenar nya, kemarin Nawan emosi. hingga semua obat Ratih Nawan buang ke kloset." Jawab Nawan lalu menundukkan kepala nya.


"Sayang, kenapa kamu melakukan itu?. apa kamu benar-benar ingin Ratih sakit lagi?." Tanya Rosa yang kaget juga.


"Bukan begitu sayang, tapi.." Ucap Nawan yang terhenti.


"Jadi obat yang aku cari Kakak buang semua ke kloset?" Tanya Ratih yang menatap Nawan dengan tatapan dingin dan wajah pucat nya.


"Bukan begitu Dek, gua kemarin emosi, jadi gua tidak bisa berpikir jernih Dek. " Jawab Nawan.


"Ehm.. tapi tidak harus membuang obat yang gua harus minum juga Kak." Ucap Ratih.


"Atau, ucapan Kakak kemarin itu benar ya?, Kakak tidak mau Ratih hidup ya?, apa Kakak malu juga punya Adik seperti Ratih, yang penyakitan dan tidak berguna?" Tanya Ratih.


"Enggak Dek, bukan gitu." Jawab Nawan.


Namun Ratih hanya terdiam merenungi dan mengingat kata-kata Nawan kemarin. setelah itu, Ratih membalikkan tubuh nya dan meneteskan air mata.


"Ehm.. hati-hati ya Kak, Ratih pasti akan merindukan Kakak. tapi Ratih janji, Ratih tidak akan membebani Kakak maupun Omah, Opah, Bunda dan Ayah lagi setelah ini. maafkan Ratih karena sudah menjadi beban kalian dan ya benar kata Kakak." Tutur Ratih lalu menghela nafas dan menghapus air mata nya.


"Ratih hanyalah Adik yang tidak berguna dan juga tidak pantas hidup. saat pertunangan Kakak, Ratih menghancurkan nya, so acara kemarin juga sama, benar kata Kakak." Sambung Ratih lalu melangkah lemas menuju lift.

__ADS_1


Lalu Nawan pun hanya bisa diam karena memang ini salah nya, hingga Omah yang geram pun menampar Nawan.


"Plak;;!!!" Suara tamparan


"Kenapa kamu bicara seperti itu pada Adik mu An?, kamu lupa?, sebelum Rosa hanya ada Ratih yang menemani kamu. memang kalian besar di rumah yang berbeda, tapi pernahkah saat kamu sakit Ratih tidak ada di samping mu?, dia selalu di samping mu An." Ucap Omah.


"Tapi kenapa saat dia jatuh, bahkan masih berselaput kesedihan dan kecewa pun kamu malah menyakiti nya dengan mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya di ucapkan oleh seorang Kakak." Sambung Omah.


"Maafkan Nawan Omah, Nawan hanya terhalang emosi hingga tidak terkendali seperti ini." Balas Nawan yang sudah tidak mengerti lagi harus apa.


"Cepat minta maaf pada Adik mu An, tolong jangan membuatnya semakin down karena Kakak satu-satu nya tidak menginginkan dia." Ucap Omah.


Lalu Nawan pun langsung bergegas lari menuju kamar Ratih dan mengetuk pintu sepelan mungkin.


"Dek" Panggil Nawan.


"Iya Kak, lu pergi saja." Jawab Ratih.


"Nanti Dek, gua harus bicara sama lu." Ucap Nawan.


"Gua tidak mau mendengar apa-apa lagi Kak, semua sudah jelas." Balas Ratih.


"Please Dek, kali ini saja kasih gua kesempatan." Pinta Nawan.


"Pergi!!!." Teriak Ratih yang menggelegar sampai terdengar ke bawah.


"Maafkan Kakak ya Dek." Balas Nawan lalu pergi.


Setelah itu, Nawan dan Rosa pun pamit pergi ke rumah baru mereka. namun Nawan yang tidak tenang pun hanya bisa menahan sedih dan penyesalan nya di dalam hati.


Bersambung..


Jangan lupa like dan koment ya gaes, rate dan vote or gift juga.


Jika kalian suka jangan lupa di like like like like hehe.. like kalian sangat berarti bagiku..

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2