
Setelah pengumuman Gathering perusahaan diterima oleh semua para karyawan, sebagian besar pada heboh memikirkan dress dan make up terbaik terlebih para wanita lajang. Sebagian besar berharap ada yang melirik dengan penampilan terbaik meteka nanti
Begitu juga dengan Hania dan sahabat sahabatnya. Mereka sudah heboh merencanakan akan berdandan di rumah Sierra, karena Sierra bersedia menghadirkan MUA untuk acara nanti.
Dan tentu saja waktu para karyawan yang mendaftar untuk perform nanti pulang lebih lambat karena harus latihan dulu.
Saat ini Hania sudah dirumahnya dan sedang mengacak acak lemarinya.
" Astagfirullah Haniaaa... Ini kenapa isi lemari pada di kasur semua.. " ucap Mama Naya kaget karena kamar putrinya berantakan.
" Aku bingung mi, lusa ada gathering perusahaan, tapi gak tahu mau pake baju apa...aku gak mau sampe malu maluin disana nanti.. Udah gitu aku gak punya banyak dress pesta.. Dari dulu paling malas kalo harus ke acara undangan gitu mi..." keluh Hania
" Iya, tapi gak harus diberantakkin gini juga kali Han..." ujar Mami Naya
" Ayo ke kamar mami.. Kayaknya masih ada dress mami yang lama tapi masih layak pakai.." Ajak Mami Naya
" Benarkah?..ayok mi..." sambil menarik tangan maminya menuju kamar mami Naya.
Mami Naya sedang memilihkan baju pesta yang pernah dibelikan oleh mantan suami, papi Naya.
" Nah coba yang ini... Baju ini waktu mami masih langsing, harusnya sih pas buat kamu.."
" Boleh juga nich mi bajunya...masih bagus lagi mi..ntar Hania coba yah.." Ucap Hania sambil membuka pakaiannya dan mengganti dengan baju maminya
" Tuh kaaan... pas banget sayang.." seru mami Naya
" Bagus mi? Aku juga suka sih mi.. Elegan tapi gak terlalu terbuja...aku pinjam yah mi bajunya, aku kan belum gajian, jadi gak bisa beli baju..pasti mahal mahal mi..." ucap Hania
" Ish..baju mami bisa kamu pakai kapanpun kamu mau... Di lemari masih banyak...kalo butuh ambil aja nak.." ucap Mami Naya
" maacih mami..cup.." ucap Hania sambil mencium pipi maminya dan langsung berlari ke kamarnya
Mami Naya hanya geleng geleng kepala.
Drrrt...drrt
Tiba tiba ponsel Hania berbunyi.
Hania tersenyum dan menjawab telponnya.
" Halo... "
" Halo.. Lagi ngapain.."
" lagi milih baju buat acara gathering nanti..." jawab Hania
" hm...jangan yang terbuka yah..."
" ehem... Diusahakan.." jawab Hania sambil tersenyum
" Hania.." panggil Rama dengan intonasi rendah yang menandakan lagi kesal. Iya, yang menghubungi Hania adalah pacarnya.
" Ya diusahakan..terbuka dikiiit aja gapapa yah..." ucap Hania menggoda Rama
__ADS_1
" Mending undangan untuk kamu dibatalkan, kalo masih mau pake baju terbuka.." ancam Rama
" Ish...gitu deh.." cebik Hania
"jadi?" tanya Rama
" Iyaa..." jawab Hania
" Aku gak mau banyak orang menatapmu nanti.." ucal Rama posesif
" Iya ngerti.." jawab Hania dengan cemberut, pasalnya baju dari Mami Naya adalah gaun panjang hingga tumit, berlengan panjang, ada belahan di paha dan kerah berbentuk V yang agak rendah.
" Duh..bodo amatlah..masak aku ganti baju lagi, capek..." batin Hania
" Hania..." panggil Rama karena Hania tiba tiba terdiam
" iya.."
" Tidur yah.. istirhatlah..sampe ktemu besok.." ucap Rama
" Iya..kamu juga yah, jangan kerja lagi..besok aja dilanjutin.." ucap Hania
" ok..gud nite.." ucap Rama
" Gud nite.." ucap Hania juga
Tutt
" Duh.. Rama bakal marah gak yah bajunya model begitu.. Tapi gak seksi koq.." gumam Hania
" Ada yang bisa dibantu nona..?" tanya pelayan butiknya
" Saya mau cari gaun malam yang cantik dan cocok dengan tubuh saya.." ucap Anin
" Baik ikut kami nona.." Balas pelayan butik tersebut
Anindya dibawa ke satu ruangan yang isinya berbagai dress malam yang cantik.
" Silahkan nona, setelah memilih bisa panggil saya.." Ucap pelayan tokonya
__ADS_1
Anin sudah mulai memilih gaun yang ada di ruangan itu.
" Dih ini cantik cantik, gmana milihnya...Aku harus tampil sempurna nanti, supaya tuh bocah tahu siapa lawannya... " Gumam Anin
Akhirnya pilihan Anin jatuh di dress warna merah cabe. Sebuah gaun warna yang cantik, tetapi agak terbuka. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, akhirnya dia pulang kembali ke rumahnya.
Setibanya dirumah, mama dan papa Anindya sedang duduk di ruang keluarga sedang menonton acara kesukaan mereka.
" Assalamulaikum ma, pa.." Ucap Anin
" Walaikumsalam.." Jawab Orang tuanya sambil menoleh melihat ke arah Anin.
" Darimana sayang?" tanya Mami Anin
" Tadi dari butik beli baju untuk dipakai acara perusahaan nanti.." Jawab Anin
" Udah ketemu ?" tanya mamanya lagi
" Udah mi... Gaunnya cantik, aku suka..."
" Baguslah sayang...kamu harus tampil sempurna nanti, siapa tahu ketemu jodohnya nanti." ucap mama Anin
" Siapa tahu Rama terpana dan mau balikkan ama kamu.." Ucap papanya Anin meyakinkan dan berharap Rama mau jadi menantu mereka.
" Iya pa..semoga yah...Anin mau ke kamar dulu dan nanti langsung tidur..Anin capek banget..."
" Yaudah sayang..." jawab mami Anin
__ADS_1
"