
Dokter dan Suster pun saling memandang satu sama lain, karena baru pertama kali mereka mengatasi Pasien yang super duper aneh macam Ratih.
Yang semakin di sakiti dia semakin bahagia, lalu saat bahagia dia bisa hilang kendali alias barbar tingkat dewa haha.
"Kalian kenapa bengong?" tanya Ratih yang keheranan.
"Gak apa-apa kok Nak. oh ya, bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Dokter yang masih menjahit luka itu.
"Aku baik-baik saja, terimakasih ya Pak Dokter dan Mbak Sus" ucap Ratih.
"Gak perlu terimakasih Nak, karena itu sudah tugas kami' balas Dokter.
"Hehe iya. ngomong-ngomong, kapan saya boleh pulang Dok?" tanya Ratih.
"Sampai keadaan kamu benar-benar pulih Nak." jawab Dokter.
"Kira-kira berapa lama lagi Dok?" tanya Ratih lagi.
"Mungkin sekitar satu mingguan lagi Nak. kamu sabar ya, gak akan lama kan cuma seminggu" jawab Dokter.
"Terimakasih Dok" ucap Ratih dengan dingin.
Raut wajah Ratih yang ceria kini berubah menjadi musam, bahkan tiada gairah semangat lagi karena ia tau betul kalau di acara bahagia Nawan nanti ia tidak bisa hadir.
...馃ご馃懜馃ご馃懜RasAr馃懜馃ご馃懜馃ご...
Setelah beberapa menit kemudian, Dokter selesai menjahit kembali luka oprasi itu, lalu Nawan masuk kedalam sendirian tanpa yang lain.
Dilihat nya Ratih tengah berbaring dengan wajah yang dingin sambil menatap langit-langit kamar dengan tatapan penuh kesedihan.
"Dek, lu kenapa?. semua baik-baik saja kan?" tanya Nawan yang kini sudah disamping Ratih.
"Gak apa-apa Kak, Ratih cuma sedih saja." jawab Ratih tanpa menoleh.
"Adik gua ini kenapa sedih hem" ucap Nawan dengan manja.
"Ratih gak bisa pulang kurang dari satu minggu Kak. bahkan Ratih gak mungkin hadir di acara Kakak dan Kak Rosa jika begini rulles nya." ucap Ratih dengan dingin.
"Sudah ah, lu gak boleh sedih. kan kita masih bisa komunikasi lewat online nanti" hibur Nawan
Ratih pun hanya diam saja dengan hati yang sedih, bahkan luka yang belum sempat kering pun harus di timpah kesedihan pula.
"Udah jangan sedih Dek, masa Adik gua sedih si" ucap Nawan.
"Gua juga manusia Kak. ada saatnya gua ceria, menangis, atau terluka" pekik Ratih.
Nawan pun langsung menarik tubuh Ratih dengan pelan ke dekapannya. lalu Ratih pun terisak nangis di pelukan Kakaknya.
"Gua pulang untuk liburan bukan untuk terkurung disini Kak hick..hick.." ucap Ratih dengan isak tangisnya.
"Gua tau Dek, tapi waktu berkata lain. sabar ya jangan mengeluh" balas Nawan sambil mengelus rambut Adiknya itu.
Ratih pun kehabisan kata-kata dan hanya bisa menangis di dekapan Nawan yang kini tengah mengelus bahkan mengecup kepala Ratih.
__ADS_1
Dan tanpa mereka sadari, Randi mengintip Ratih dan Nawan lewat jendela kecil di pintu. ia sangat terpukul karena mood Ratih semakin riweh amburadul.
"Gua yang sudah membuat lu begini Rat, maka gua juga yang akan membantu lu kembali senyum Rat" tegas Randi dalam hatinya.
Namun, lamunan Randi di sadarkan oleh Akash yang menepuk pundaknya. sontak hal itu membuat Randi langsung kembali fokus dengan real bukan haluan.
"Jangan ngelamun aja, lu bisa nyanyi kan?" tanya Akash.
"Bisa, memangnya kenapa?" balik tanya Randi.
"Bukankah Ratih menyukai musik?, sana nyanyikan sebuah lagu untuknya" titah Akash.
Randi pun berterimakasih pada Akash dengan cara memeluknya lalu masuk kedalam ruangan sambil memutar sebuah musik dari handphone nya.
Ratih yang mendengar alunan itu pun langsung melepas pelukannya dari tubuh Nawan dan mencari sumber alunan itu.
Sebuah musik kesukaan Ratih yang tiba-tiba terhenti karena Randi menekan tombol pause sambil manghampiri Ratih dan berkata.
"Teruntuk kamu wanita pujaan hatiku, aku tidak ingin sedikitpun ada air mata jatuh dari matamu. maka ku bawakan kamu sebuah lagu kesukaan mu, semoga kamu terhibur dan kembali ceria. lagu takan pisah yang akan ku persembahkan untukmu" ucap Randi
Randi pun kembali memutar musik yang sempat ia pause dan mulai bernyanyi, lalu di ikuti Nawan dan Ratih yang mulai memancarkan sebuah senyuman kecil yang manis dan langka itu.
A: untuk Randi.
B: untuk Ratih.
C: untuk Nawan.
...A...
Tentang apa yang tengah aku rasakan
Ada apa, ada apa, katakanlah semuanya
'Ku 'kan dengarkan, duhai cintaku
...C...
Bila nanti orang tuamu tak meridhoi dengan
Apa yang kurasakan padamu
Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya
Begitupun orang tuaku
...A...
Kau takkan tinggalkanku
Takkan pernah, sayangku
Janjimu janjiku untukmu
__ADS_1
...B...
Takkan ada yang pisahkan kita
Sekalipun kau telah tiada
Akan kupastikan
'Ku 'kan memeluk menciummu di surga
...A dan B...
Jangan kau pergi tinggalkan aku
Bawa aku ke mana kau mau
Janjiku padamu, jiwa dan ragaku
Mati pun kumau
...A, B dan C...
Takkan ada yang pisahkan kita
Sekalipun kau telah tiada
Akan kupastikan
'Ku 'kan memeluk menciummu di surga
Jangan kau pergi tinggalkan aku
Bawa aku ke mana kau mau
Janjiku padamu, jiwa dan ragaku
Mati pun kumau.
Ratih yang sedih pun kini kembali memeluk Nawan, lalu Nawan menarik Randi yang tengah berdiri itu dan langsung ikut gabung ke pelukan mereka.
"Terimakasih ya Allah, setidaknya Ratih bisa tersenyum. dan gua janji akan membuat lu lebih bahagia dari hari ini Rat. dan jika suatu hari nanti lu ke india lagi, gua akan menunggu lu disini tanoa berpaling lagi. pegang janji itu Rat" ucap batin Randi.
...馃ご馃懜馃ご馃懜RasAr馃懜馃ご馃懜馃ご...
Bersambung..
Akhirnya Ratih pun kembali tersenyum, akankah senyum itu bertahan lama?, atau hanya sebentar saja lalu kembali di timpah luka?.
Penasaran bukan?, fav love dong kalau penasaran yak hehe. dan dukuh Author juga dengan cara like, koment, gift/vote dan Rate okey馃グbiar Author tambah semangat hihi..
Yasudah, aku tutup dulu episode hari ini, semoga kalian selalu sehat dimanapun kalian berada yak aamiin.
Papayo馃グ馃グ
__ADS_1