
Hingga akhirnya Ratih mengambil sebuah apel dan memberi nya pada Randi.
"Ambil lah" ucap Ratih.
"Untuk apa?" tanya Randi sambil mengambil buah apel itu.
"Apel itu bagaikan hati gua Ran, kalau dia di potong maka tidak akan bisa kembali bersatu. jika pun bisa, ia gak akan utuh dengan sempurna." jawab Ratih.
"Gua tau Rat, tapi jika lu menata potongan buah apel itu di piring, lalu di tutup dengan plastik wrap maka apel itu akan tetap segar. sama seperti hati lu, walau dia sudah terluka namun jika di jaga, maka luka itu pun akan berangsur membaik." ucap Randi membalas ucapan Ratih.
"Apa lu yakin dengan setiap kata lu?" tanya Ratih.
"Gua yakin Rat, kemarin gua hanya khilaf. gua gak mungkin mencintai yang lain jika cinta gua sudah menetap untuk lu" jawab Randi meyakinkan.
Author: "Ah buaya lu Ran, kalau lu setia gak akan mendua njir"
Ratih: "Mungkin emang dia beneran khilaf Thor"
Author: "Yaudah deh, gua si dukung semua keputusan lu"
Ratih: "Assyiap, yaudah di lanjut aja Thor"
Author: "wokeh, maaf teman-teman karena debat yang membagongkan ini jadi ketunda deh ceritanya, yuk lah di lanjut"
Ratih pun hanya diam mendengar penuturan Randi yang memang selalu sama dengan ucapan-ucapan sebelum nya. namun, entah kenapa hati Raih (sisi lain Ratih) berkata kalau Randi tengah bicara jujur.
Hingga akhirnya, Raih dan Ratih pun bicara pada diri sendiri dalam hati nya. mereka saling mengobrol untuk menentukan keputusan dan langkah selanjut nya yang mereka ambil.
"Rat, gua rasa Randi bicara dengan jujur" ucap Raih.
"Tapi Ra, gua udah sangat sakit hati dan gua gak sanggup menjalankan semua ini jika terus tertekan seperti ini" balas Ratih.
"Rat, manusia adalah tempat nya dosa, pasti akan ada salah dan akan ada benar nya. Omah selalu bilang kalau kita harus jadi anak yang baik, memaafkan setiap kesalahan orang lain dan memberikan nya satu kesempatan untuk kembali memulai lembaran baru" tutur Raih menasihati Ratih.
"Iya si Ra, tapi.." ucap Ratih terhenti oleh Raih.
"Gak usah tapi-tapian Rat, kita kuat dan gua yakin kita bisa melangkah kedepan menghadapi semua kenyataan pahit kehidupan" ucap Raih memberikan semangat pada Ratih.
Hingga akhirnya, Ratih pun tersenyum setelah bicara pada Raih. lalu ia pun kembali menatap Randi dan tersenyum simpul.
"Gua minta maaf Rat" kata itu selalu terucap dari mulut Randi.
__ADS_1
"Udah cukup Ran, gua akan memberikan satu kesempatan lagi untuk lu. tapi untuk maaf, gua butuh waktu untuk memaafkan lu" balas Ratih.
Randi yang senang mendengar respon baik dari Ratih pun langsung memeluk Ratih dan mengecup kening nya. lalu ia menyatukan kening nya dengan Ratih sambil berkata.
"Ratih, mau kah lu menjadi kekasih gua untuk yang terakhir dalam hidup gua?" tanya Randi sambil menggenggam kedua tangan Ratih.
"Gua belum siap untuk menjadi kekasih lu Ran, tapi gua janji setelah gua selesai sekolah di india, gua akan menjawab pertanyaan lu" jawab Ratih.
Dan dengan seketika pun hati Randi patah berkeping-keping. namun ia sadar kalau Ratih pasti lebih sakit dari hati nya sekarang, dan karena ulah ia juga Ratih jadi meragukan cinta nya.
"Maaf ya Ran" ucap Ratih.
Randi pun hanya mengecup bibir Ratih dan menjauhkan diri dari Ratih. lalu ia pun tersenyum dan melepas tangan Ratih.
"Terimakasih ya Rat, lu udah memberikan gua kesempatan kedua untuk memulai lembaran baru lagi. sekarang lu jaga diri baik-baik ya, gua pamit dulu" ucap Randi pada Ratih.
"Lu juga jaga diri baik-baik ya, tolong jangan sakiti hati wanita manapun setelah gua" balas Ratih.
"Gua janji itu semua gak akan terjadi lagi setelah ini" ucap Randi lalu pergi.
Ratih pun menatap punggung Randi dengan senyuman karena kini ia lega sudah mengatakan semua yang ingin ia katakan. sedangkan Randi segera berpamitan pada Nawan Cs dan pergi dengan Henri karena Paulus sudah terlebih dahulu pergi dengan Mayang entah kemana hanya Author yang tau haha.
"Lu sudah bicara pada Ratih?" tanya Nawan.
"Baiklah, kalau lu sudah bicara dan tau jawaban dari setiap pertanyaan lu. setidak nya lu bisa tidur dengan tenang dan gua bisa lebih menjaga Adik gua" ucap Nawan.
"Iya Kak, thanks ya. ehm.. Akash, gua minta maaf karena gua sudah menghancurkan usaha lu untuk menyatukan gua dengan Ratih" ucap Randi meminta maaf pada Akash.
"Tidak apa-apa Ran, setidaknya sekarang tugas gua sudah selesai. gua yakin setelah kalian bicara baik-baik, pasti kalian sudah dapat keputusan yang terbaik. dan karena tugas gua sudah selesai, gua harus kembali ke india untuk melanjutkan tugas gua yang sempat tertunda" ucap Akash sambil menepuk pundak Randi dan berpamitan pada semua nya.
"Thanks ya Kash lu sudah menjaga Adik gua dengan baik selama di india, semoga perjalanan lu lancar sampai tujuan" ucap Nawan sambil mengusap kepala Akash.
"Terimakasih Kak, gua izin untuk pamitan pada Ratih ya" ucap Akash.
Nawan pun mengangguk lalu Nawan cs pun memberi jalan untuk Akash masuk ruangan Ratih. sedangkan Randi dan Henri pun segera pergi ke basscamp dengan motor nya.
Di dalam ruang pasien...
Akash menghampiri Ratih dengan senyuman, ia senang karena kini wanita yang ia begitu cintai tengah berangsur membaik keadaan nya.
"Assalamualaikum calon makmum" ucap Akash menggoda Ratih.
__ADS_1
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh" balas Ratih.
"Bagaimana keadaan lu sekarang Rat?" tanya Akash lalu duduk di kursi.
"Gua sudah lebih baik dari sebelum nya, lu sendiri bagaimana?" tanya balik Ratih.
"Gua baik-baik saja, oh ya Rat gua punya sesuatu buat lu" ucap Akash.
"Apa itu Kash?" tanya Ratih.
Akash pun mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin dengan berlian kecil untuk Ratih.
"Lu suka gak?" tanya Akash.
"Hah? Ini buat apa Kash?" tanya balik Ratih yang syok.
"Gua gak bisa memiliki lu karena gua tau lu sangat mencintai Randi, tapi setidaknya gua bisa memberikan ini untuk tanda persahabatan kita dan terimakasih gua karena lu udah mau membagi banyak sekali perjalanan hidup lu dari segi cinta maupun kehidupan. lu terima ya Rat" jawab Akash.
"Tapi Kash, harusnya cincin itu kan lu kasih untuk calon lu" ucap Ratih.
"Gua belum memiliki calon saat ini, dan yang gua miliki saat ini hanyalah sahabat. tolong lu terima ya Rat" ucap Akash lagi memohon.
Ratih pun menghela nafas, lalu mengangguk dengan senyuman untuk menghargai pemberian dari Akash. setelah itu, Akash memakaikan cincin berlian itu di jari tengah Ratih dan mengelus rambut Ratih.
"Terimakasih Rat setelah ini, berjanjilah untuk tetap bahagia yak. karena tugas gua sudah selesai di indonesia, jadi gua pamit ya Rat" ucap Akash.
"Thanks ya Kash lu sudah ada di saat gua butuh dan senang. maaf gua selalu merepotkan lu selama ini ya Kash" balas Ratih.
"Sudah gak usah minta maaf begitu, pokoknya janji sama gua lu harus semangat dan bahagia okey" ucap Akash.
Ratih pun mengangguk, lalu Akash meraih pundak Ratih dan memeluknya. Ia tersenyum dan mengelus rambut Ratih dengan sangat pelan dan penuh kasih sayang.
"Gua pamit ya assalamualaikum Ratih, see you in india." ucap Akash.
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, see you too" balas Ratih.
Akash pun pergi setelah berpamitan pada Ratih dan Nawan cs. sedangkan Randi dan Henri sudah di basscamp, lalu Mayang dan Paulus kini tengah di taman kota xxx.
"Wah wah wah ada apa gerangan dengan para tokoh di sini haha.., sudahlah jangan di ambil pusing, biar Author aja yang pusing kalian jangan ea" ucap Author jontor.
__ADS_1
••`Bersambung`••