Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 23 Aib


__ADS_3

Micha keluar dari ruangan Dimitri setelah beberapa menit dia berada didalam. Dan ketika itu, Alea akan masuk kedalam dan berpapasan dengan Micha.


Apa yang dilakukan si jalangg itu di kantor Daddy? bisik Alea dalam hati.


Micha tersenyum ketika berpapasan dengan Alea.


Namun Alea tidak membalasnya. Dia memilih untuk segera masuk ke ruangan ayahnya.


Micha dalam hati berbisik. Jika aku sudah resmi menjadi istrinya maka aku akan punya anak dan Dimitri hanya akan menyayangi anak kami.


Dimitri kaget ketika melihat Alea datang padanya.


"Alea...."


"Daddy...." Alea memeluk ayahnya dan dia memang lebih terbuka dengan ayahnya daripada ibunya.


"Apakah kamu datang bersama Mommymu? Dia baru saja pulang,"


"Mommy dari sini?" tanya Alea terkejut.


Jika Mommy dari sini, artinya Daddy sudah tahu segalanya. Mommy pasti menceritakan jika saat ini aku sedang hamil, bisik Alea dalam hati.


"Daddy...maafkan aku...aku membuat Kesalahan besar," kata Alea dalam pelukan ayahnya.


"Daddy sudah tahu segalanya. Dan kami sedang memikirkan jalan keluarnya. Wilea akan segera menikah. Dan keluarga besan tidak boleh tahu jika kau sedang hamil. Atau nama kami akan menjadi bahan olokan mereka. Kami akan mempercepat pernikahan nya," kata Dimitri sambil menatap putrinya yang berada dalam pelukannya.


"Daddy....maafkan aku. Aku telah membuat kalian malu dan sedih,"


"Alea..."


Tadinya Dimitri sangat marah pada putrinya itu. Namun melihat dia saat ini sedang kalut, kemarahanya berubah menjadi rasa cemas.


Dia khawatir jika semakin di salahkan, maka Alea akan mengambil jalan pintas yang membahayakan jiwanya.


Misalnya menggugurkan bayinya atau dia bunuh diri.


Itu yang saat ini dipikirkan Dimitri. Maraknya kasus para gadis yang bunuh diri atau banyaknya bayi-bayi tak berdosa di buang ke tempat sampah dan lain sebagainya, membuatnya berpikir dua kali untuk meluapkan kemarahannya.


Alih-alih dia marah, dia juga bersalah karena Rose terlalu menekan kedua putrinya dan juga anak-anak menjadi bingung menentukan sikapnya karena perceraian yang terjadi.


Dimitri mulai menyadari kesalahannya setelah melihat putrinya menjadi korban perceraian mereka.


"Maafkan Daddy....Kami sebagai orang tua, telah bersalah pada kalian,"


Dimitri tiba-tiba trenyuh setelah melihat wajah putrinya dengan jarak dekat dan terlihat sangat cemas dan tertekan.


"Semua sudah terjadi. Kami akan membantumu menyelesaikan masalahmu. Jangan berbuat yang nekat atau berpikir untuk menggugurkannya atau mengakhiri hidupmu," kata Dimitri menasehati Alea yang baru saja beranjak dewasa.


Alea hanya menangis di pelukan ayahnya dan tidak mampu berkata-kata lagi.


"Siapa yang tahu kau hamil selain kami?"


"Temanmu?"


"Ada satu temanku yang tahu jika aku hamil,"


"Kalau begitu, kau jangan pergi kemana-mana. Dan tetap rahasia kan semuanya," kata Dimitri menatap Alea.

__ADS_1


"Iya ....."


Pulang dari kantor, Alea masih duduk di sofa dan menunggu ayahnya bekerja.


Dia belum mau pulang kerumah, karena Mommynya sangat marah padanya.


"Kita pulang sekarang?" tanya Dimitri dan diluar, Micha sudah berdiri lama menunggunya.


Dimitri lalu menelpon Micha dan mengatakan dia akan pulang dengan putrinya hari ini dan meminta Micha untuk pulang sendiri.


"Mengertilah Micha...dia sangat membutuhkanku saat ini," kata Dimitri ketika Micha merajuk.


"Baiklah. Aku akan pulang naik taksi!" Micha menutup teleponnya dengan kesal.


Alea dan Dimitri lalu pulang bersama.


"Aku akan menginap di rumah Daddy malam ini," kata Alea karena merasa lebih tenang berada bersama Daddynya saat ini.


Dimitri tersenyum senang. Karena setelah bertahun-tahun mereka bercerai, ini pertama kalinya Alea akan menginap di rumahnya.


"Tentu. Telepon Mommymu sekarang dan katakan jika kau akan menginap disini,"


"Iya..."


Sementara dirumahnya, Rose sedang bicara dengan Wilea soal pernikahannya yang akan dimajukan.


"Pernikahan mu akan di majukan. Kau dan Romi akan menikah di bulan depan," kata Rose pada Wilea yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa mom?"


"Karena masalah yang sedang kita hadapi. Jangan sampai keluarga besan tahu jika Alea hamil dan dia belum menikah. Cukup kita saja satu keluarga yang tahu dan merahasiakan hal ini,"


"Iya sayang. Mau bagaimana lagi? Jika tidak dipercepat. Bagaimana kita bisa menyembunyikan perutnya yang semakin membesar," ucap Rose ibunya.


"Iya mom. Wilea akan mengabari Romi hari ini,"


"Oh ya. Bukankah setelah menikah kau akan tinggal bersamanya? Maafkan Mommy. Tapi sementara, kau memang harus ikut dengan Romi. Agar kami bisa menyelesaikan masalah Alea tanpa ada yang tahu aib ini," imbuh Rose.


"Iya Mom,"


"Aku akan menelpon Romi sekarang,"


Wilea lalu ke kamarnya dan menelpon Romi untuk mengatakan jika pernikahannya di majukan.


"Halo,"


"Romi, ada hal penting yang ingin aku katakan,"


"Iya, aku mendengarkan," sahut Romi sambil melihat berkas di tangannya.


"Mommy ingin kita menikah bulan depan. Bagaimana? Apakah kamu siap?"


"Apa!? Hem...aku selalu siap. Baiklah. Aku akan segera mengurus cuti ku. Dan kita akan mempersiapkan pesta bersama,"


"Baiklah,"


Wilea merasa lega karena Romi tidak keberatan dengan pernikahan yang di majukan bulan depan.

__ADS_1


Sementara, Alea dan Dimitri saat ini sedang duduk makan malam bersama.


"Kau sudah menelpon Mommymu?" tanya Dimitri ketika Alea selesai makan.


"Em, tadi tidak di angkat. Aku akan menelponnya kembali,"


kata Alea lalu dia ke kamar yang kosong.


"Kau bisa tidur disini. Kamar ini tidak ada yang memakainya. Daddy tinggal sendirian..." kata Dimitri.


"Thanks Dad. Ini adalah hari terburuk dalam hidupku. Dan...."


"Apapun yang terjadi padamu, Daddy akan selalu melindungimu," kata Dimitri dan memeluk putrinya kembali.


Didalam rumah Rose.


"Wilea, dimana Alea? Kenapa sejak tadi tidak keluar dari kamarnya?" tanya Rose pada Wilea setelah sadar jika Alea tidak keluar kamar sejak tadi.


"Hem...dia tidak ada di dalam mom,"


Drtttt.


"Dia menelpon," sahut Rose dan mengangkat telepon di depan kamar Alea.


"Kamu dimana?" tanya Rose langsung, begitu tahu Alea yang menelponnya.


"Aku dirumah Daddy. Malam ini aku akan menginap disini,"


"Apa!?" Rose terkejut dan membuka pintu kamar Alea yang ternyata kosong.


"Mom, please. Aku butuh menenangkan diri, dan izinkan aku menginap di rumah Daddy..." pinta Alea.


"Baiklah. Tapi ingat. Jangan terlalu dekat dengan wanita penyihir itu. Mami membencinya!" kata Rose. Yang dia maksud adalah Micha, kekasih mantan suaminya.


"Iya mom, dia tidak disini," kata Alea.


"Ya sudah. Jaga dirimu baik-baik,"


Rose menutup teleponnya dan menarik nafas dalam.


Lebih baik dia disana sementara. Ketika Romi dan Ibunya datang, jadi tidak akan ada yang curiga jika Alea sedang hamil.


Aku tidak ingin dipermalukan di hadapan keluarga besan akibat aib ini.


Batin Rose dalam hati.


Wilea datang dan mengatakan sesuatu.


"Mom, mereka akan datang dua hari lagi," kata Wilea pada Rose.


"Alea menginap dirumah ayahmu. Dan lebih baik begitu sementara kita menyiapkan pernikahan mu," sahut ibunya.


"Jadi...Alea tidak akan pulang?"


"Tadinya Mommy keberatan dia berada disana. Tapi setelah mommy pikir kembali, lebih baik dia berada disana sampai pernikahan mu selesai," jawab Rose sedih.


Ada kebahagiaan, namun disisi lain ada duka yang mendalam.

__ADS_1


Kebahagiaan berasal dari Wilea yang akan menikah, dan kesedihan berasal dari Alea yang hamil di luar nikah.


__ADS_2