Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 20 Hancur


__ADS_3

Alea menatap Mommynya dan Wilea dengan mengangkat kedua bahunya dan mimik wajah bingung.


Rose menatap tajam wajah putrinya yang baru saja datang dan berjalan kearahnya dengan mengangkat sedikit dagunya.


"Katakan, apakah kau menyembunyikan sesuatu dari kami?" tanya Rose dan salah satu tanganya mengelus pipi Alea dengan aneh.


"Tidak. Tidak ada yang aku sembunyikan. Kenapa dengan kalian? Kenapa kalian menatapku seperti ini?" Alea semakin cemas.


Wilea mendekat dan berjalan memutari Alea sambil menatap bagian perutnya.


"Kau tidak hamil kan?"


"Uhuk," Alea tersedak.


"Hamil? Kenapa kalian bertanya begitu?"


"Karena tadi ada seorang wanita yang datang dan dia menuduhku hamil. Mungkinkah itu kau?" Wilea bertanya seakan melihat jika wajah Alea memucat.


"Ti...tidak. Sudah ah. Aku mau istirahat!" Alea langsung ke kamarnya dan menutup pintunya dari dalam. Dia berdiri bersandar di pintu sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Semoga, mereka tidak mencurigai ku!" Alea lalu berdiri dicermin dan menatap bagian perutnya.


"Belum terlalu gemuk. Aku masih bisa mengatasinya. Aku bisa memakai baju yang longgar sementara ini," kata Alea lalu menatap lama wajahnya di cermin.


"Maafkan aku mom, dad, aku tidak bisa mengatakannya," kata Alea lalu berbaring di ranjang dan menatap langit-langit dengan berbagai perasaan yang tidak menentu.


Hatinya benar-benar gusar. Dia tahu jika semakin lama perutnya akan semakin besar dan belum ada kabar baik dari Jack.


.


.

__ADS_1


Ibunya Jack masuk kembali kedalam mobil. Dan baru saja dia duduk, handphonenya berdering.


"Halo,"


"Apa!?"


Tangannya gemetar. Ternyata itu dari kepolisian yang mengatakan jika Jack mengalami kecelakaan.


"Kerumah sakit Sejahtera pak,"


"Baik Nyonya,"


Begitu sampai dirumah sakit, sang ibu sangat sedih ketika melihat Jack sudah berada diruang operasi. Dan saat itu suaminya juga datang lima menit setelah dirinya.


"Anak kita pah..."


Maminya Jack sangat sedih dan memeluk suaminya.


"Ini semua karena gadis itu. Jika dia tidak datang kerumah maka semua ini tidak akan terjadi,"


"Sabar ma. Tenanglah. Kita berdoa saja semoga Jack hanya cedera ringan,"


Lima jam kemudian, dokter keluar dan mengatakan jika Jack mengalami patah tulang di bagian pinggul. Dan ada beberapa saraf yang rusak akibat hantaman yang sangat keras.


"Pah...." Maminya pingsan seketika itu juga setelah mendengar apa yang terjadi pada putra kesayangannya.


Dua Minggu kemudian.


Alea tidak bisa menelpon Jack hingga saat ini. Dia lalu menghubungi Jane. Jane juga sedang pergi keluar kota beberapa hari karena sekarang dia sudah mendapatkan pekerjaan baru. Jane tidak bisa membantunya.


Alea sedih dan bingung.

__ADS_1


Alea lalu naik taksi dan akan pergi kerumah Jack. Begitu sampai di depan rumah, seorang penjaga melarang nya masuk kedalam.


"Pak, saya ingin bertemu dengan Jack. Ini sangat penting," kata Alea.


"Tapi tuan tidak disini lagi. Tuan sekarang berada diluar negeri bersama Tuan dan Nyonya,"


"Apa?"


Kaki Alea menjadi lemas dan langit seakan runtuh menimpa nya.


"Kapan mereka akan kembali?"


"Kami tidak tahu. Kata Nyonya bisa dua tahun berada disana,"


"Apa!?"


Seakan ada petir yang menyambar kepalanya hingga diapun limbung.


"Nona tidak papa?" dengan gesit seorang penjaga menangkapnya ketika dia akan jatuh ke tanah.


"Tidak pak. saya tidak papa,"


Alea lalu menulis nomor teleponnya di secarik kertas.


Dia lalu menyerahkan nya pada seorang penjaga yang lebih tua.


"Pak. Jika Jack kembali. Berikan kertas ini padanya. Saya mohon. Ini sangat penting," Alea memohon dengan sangat.


"Baiklah non,"


Alea lalu melangkah gontai meninggalkan rumah Jack dengan hari yang hancur berkeping-keping.

__ADS_1


__ADS_2