
Lalu Ratih yang kebetulan sekolah siang pun mengangkat nya walau mata masih mengantuk. dan saat hendak beranjak Ratih pun terjatuh karena tidak fokus pagi itu.
Hingga kaki Ratih yang sudah membaik pun kembali harus sakit karena saat jatuh berada di posisi yang salah.
馃摓"Hais sayang kamu jatuh?" tanya Randi.
"Gara-gara kamu si ah" jawab Ratih ketus.
馃摓"Hilih kamu yang jatuh kok aku yang di salahin" ucap Randi.
"Bodo, cewek kan selalu benar" balas Ratih.
馃摓"Iya deh, kamu apa kabar sayang?" Tanya Randi.
"Aku baik-baik aja, kamu bagaimana sayang?" balik tanya Ratih.
馃摓"Alhamdilillah, aku baik selama kamu baik. oh ya sayang, nanti malam ada acara?" tanya Randi.
"I think no, why honey?" jawab Ratih sambil meminum air putih.
馃摓"Sip deh, nanti malam buka live ig aku jam delapan malam yak" ucap Randi.
"Tumben, ada apa tuh hehe jadi penasaran" balas Ratih sambil tertawa.
馃摓"Ada deh hehe, yaudah sayang, aku matiin dulu ya telepon nya, soalnya hari ini aku masih ada jadwal. kamu hati-hati di sana dan jaga selalu kesehatan. assalamualaikum muach see you" ucap Randi mengakhiri telepon pagi
"Jaga kesehatan juga ya sayang, see u too muach waalaikumsalam" balas Ratih.
Setelah teleponan, Ratih pun keluar kamar walau kaki nya sedikit pincang hehe. lalu Bik Imah yang melihat majikan nya kesulitan menuruni tangga pun segera membantu Ratih dan mengantar nya ke ruang makan untuk sarapan pagi.
"Terimakasih ya Bik" ucap Ratih lalu duduk di kursi dan tersenyum.
"Sudah tugas Bibik Nona muda" balas Bik Inem.
"Oh ya Bik, Kakak mana?" tanya Ratih.
"Tuan muda sudah berangkat ke bandara pagi-pagi sekali Nona" jawab Bik Inem.
"Lah kok aku gak di bangunkan tidur Bik?, aku kan ingin pamitan pada Kakak." ucap Ratih sedih.
"Tuan muda tidak mau Nona terganggu tidur nya, jadi Tuan memutuskan untuk tidak membangunkan Nona. apalagi semalam Nona demam tinggi" jawab Bik Inem.
"Ehm gitu ya, so Kakak meninggalkan sesuatu untuk ku?" tanya Ratih lagi.
"Iya Nona muda, ini surat dari Tuan muda. tapi sebelum itu, Nona muda habiskan sarapan dulu baru di baca surat nya yak" jawab Bik Imah.
Ratih pun mengambil surat itu dan mengangguk. lalu Bik Imah mengambil Roti isi dan salad sayur ke atas piring Ratih. dan Ratih pun sarapan pagi itu sendirian tanpa di temani Nawan yang sudah pergi tanpa pamit.
...<<<>>>...
Ketika Randi, Henri dan all dua anggota Genk (Elang dan Kc) tengah istirahat sejenak karena hasil dekorasi sudah selesai hari itu juga, Paulus pun datang tiba-tiba dengan wajah yang ceria dan langsung menyapa namun tangan nya terus memainkan handphone.
"Woy Bro... Olla ngeng" celetuk Paulus.
"Olla, baru dateng Lus?" tanya William sambil meminum es sedot di plastik.
__ADS_1
"Yups begitulah" jawab Paulus.
"Tumben" ucap William.
"Iya, gak biasa nya lu datang telat" sambung Julio yang tiba-tiba nyamber seperti petasan kudus.
"Biasalah namanya anak muda" ucap Paulus sambil memainkan handphone nya.
Lalu Henri yang sudah geram bahkan menahan emosi dari kemarin pun segera melangkah menghampiri Paulus dan langsung menepis tangan Paulus dengan kasar hingga handphone nya jatuh dan pecah.
"Masih inget jalan pulang lu?, kemarin saat kami butuh lu gak ada.!, dan sekarang lu datang nyelonong main handphone tanpa bertanya ada apa di sini itu sikaf benar emang hah!" tanya Henri dengan emosi.
"Njir lu!, kalau mau nanya itu baik-baik!" bentak Paulus.
"Terserah!, gua tanya lu kemarin kemana aja hah!" teriak Henri dengan emosi yang menggebu karena menahan kesal dari kemarin.
"Namanya udah punya pacar mau gak mau gua harus bagi waktu lah, emang nya jomblo yang setiap hari gak ada kesibukan!" sindir Paulus pada Henri.
"Bangk*!," balas Henri.
"Nyebut Ri, haih udah weh jangan ribut" teriak Julio dari kejauhan.
"Biarkan saja Jul, biar mereka tuntaskan masalah mereka agar semua jelas" ucap Riko yang menahan Julio.
"Baiklah Rik" balas Julio.
...<<>>...
"Kalau emang gua jomblo itu kenapa hah!, setidak nya sesibuk apapun gua, gua masih bisa luangkan waktu untuk membantu teman, gak seperti lu bangk*!" balas Henri semakin jadi.
Lalu ketika Henri dan Paulus debat kasar pun, Randi yang sudah mendengar semua nya dari jauh pun segera menghampiri mereka dan menjawab pertanyaan Paulus tentang arti sebuah kawan.
"Teman emang bukan masa depan lu, dan teman juga emang bukan tempat lu bisa dapat kasih sayang dan perhatian. tapi inget Pau, di saat lu susah maupun senang teman lah yang ada buat lu" ucap Randi.
"Gua tau lu punya pacar, dan juga lu prioritaskan dia di banding kita. tapi inget satu hal Pau, walau bagi lu kita gak berarti lagi, tapi bagi kita teman tetaplah teman dan kami harus saling menghargai gak cuma mau di hargai, thanks gaes buat hari ini, sekarang kalian istirahat dan pulang lah" sambung Randi lalu pergi karena kecewa.
Lalu Paulus pun terdiam dengan perkataan Randi. sedangkan Henri yang kecewa juga ikut pergi, begitu pula dengan semua anggota yang ikut bubar di detik itu juga meninggalkan Paulus sendirian di basecampe.
Sedangkan Paulus hanya merenungi kesalahan dia dan mulai berpikir jernih kembali, bahkan ia bertanya-tanya ada apa dengan dia sehingga bisa berkata kasar seperti itu.
<<>>
Kini Randi dan William tengah mengatur bagian panggung, Henri dan Julio tengah mengatur meja dan kursi untuk makan malam. bersama, sedangkan Riko dan Tomi menyusun jus dan gelas-gelas yang akan di pakai nanti.
Mereka begitu sibuk dengan semua persiapan, namun Paulus yang bingung mau berbuat apa pun hanya serba salah, bahkan ia tidak di beri celah sedikit pun untuk membantu.
"Kenapa?, bingung kan lu?, makan nya jangan bucin terus" sindir Henri yang tengah melewati Paulus yang kebingungan.
Paulus pun hanya dapat meyesali perbuatan nya, lalu Randi yang tidak tega pun segera menghampiri Paulus dan menepuk pundak nya.
"Lain kali jangan di ulangi ya Pau. walau kita memang hanya teman, tapi kita juga kan bagian dari history lu" ucap Randi.
"Iya Ran, gua minta maaf ya." sesal Paulus.
"Santai aja, yuk dari pada lu bingung mending ikut gua merapihkan panggung" ajak Randi.
__ADS_1
Paulus pun senang karena Randi masih peduli pada nya. lalu ia pun mengikuti Randi dan mulai merapihkan bagian panggung bersama William dan Randi.
...<<>>...
Ratih tengah memakan camilan sambil melihat-lihat story instagram nya, lalu ia pun tersenyum sendiri ketika melihat bantak sekali kenangan foto bahkan video dengan Randi dari awal bertemu hingga kini.
Bik Inem yang melihat Nona muda nya tengah bucin pun segera menghampiri nya sambil membawakan makan malam dan obat.
"Permisi Nona muda, ini makan malam dan obat nya" ucap Bik Inem.
"Terimakasih Bik, Bibik udah makan?" tanya Ratih sambil menaruh handphone nya.
"Alhamdulillah Bibik dan yang lain sudah selesai makan tadi Non" jawab Bik Inem.
"Alhamdulillah, kalau gitu Ratih makan dulu ya Bik. selamat istirahat." ucap Ratih.
"Selamat makan dan istirahat juga Nona. Bibik permisi dulu ya" balas Bik Inem lalu pergi memingalkan Ratih.
Ratih pun makan malam sejenak sambil menunggu live instagram Randi. dan di saat yang bersamaan, Nawan yang sudah tiba di rumah pun sedang bucinan dengan Rosa.
Bahkan makan malam pun ia ingin di suapi Rosa. lalu Rosa yang memang penyabar pun menyuapi Nawan sampai makan malam nya habis.
"Alhamdulillah" ucap Rosa sambil memberikan segelas air putih pada Nawan.
"Terimakasih sayang" ucap Nawan sambil mengecup kening Rosa.
Dan seketika Pipi Rosa pun berubah menjadi merah merona bagai di tabok bogeman Author. lalu Omah yang melihat moment romantis itu pun langsung meledek mereka.
"Acie cie hehe" tegur Omah.
Rosa dan Nawan yang salting pun segera menjauh dan berdiri menghampiri Omah. bahkan menahan malu karena keciduk bucinan di ruang makan.
"Santai aja hehe" ucap Omah.
"Ih Omah, Osa kan malu" ucap Rosa.
"Malu kenapa hehe" balas Omah.
"Ih Omah mah" ucap Rosa salting lalu pergi ke balkon rumah di lantai dua.
"Haha, calon cucu Omah pemalu ternyata yak. sudah sana kejar hih kok malah masih di sini" titah Omah yang memang peka kalau cucu nya ingin menghabiskan waktu bersama dengan calon nya.
"Hihi Omah peka banget deh, muach selamat malam Omah, doakan cucu mu cepat menikah dan punya momongan ya, selamat malam" ucap Nawan lalu mencium pipi Omah dan pergi.
Omah pun hanya geleng-geleng kepala melihat Nawan yang tadinya so cool bagaikan kulkas namun kini hangat bagaikan api menyambar haha.
<<>>
See u di next episode. maaf kalau masih banyak tyfing yak. semoga kalian suka episode ini.
Dan trimakasih untuk para readers setia yang masih selalu mampir baik itu Author-author keceh maupun para Readers keceh, dan dimana pun kalian berada semoga sehat selalu dan ingat, jaga kesehatan ya karena kesehatan itu mahal. jangan sepertu Author yang kadang karena kesibukan real malah lupa menjaga kesehatan.
Dan teruntuk sang pujaan ku, hati hati di jalan ya, semoga selamat sampai tujuan. see u di lain waktu Bee.
......"*Walau ku tau aku tak sempurna, tapi pecacayalah kalau kamu akan bahagia. walau terkadang banyak sekali rintangan, marilah kita bergandeng tangan melewati nya hingga kita dapat bersama until jannah"馃挄......
__ADS_1
..._Ar ariska馃挄*...