Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
First kiss Randi dan Ratih


__ADS_3

Disaat Nawan dan yang lainnya sibuk diluar, Ratih didalam perpustakaan malah duduk dijendela perpustakaan yang memang letaknya di lantai dua.


Hingga membuat salah satu siswa yang melihat Ratih serontak kaget dan lari seedan edannya mencari keberadaan Nawan karena ia takut Ratih akan mencoba uji nyali, eh uji nyali haha bunuh diri maksudnya gaes.


"Hilih tuh bocah udah kaya dikejar setan aja lari gak pake rem haha" tawa Ratih menertawakan Pria itu.


"Astaga Rat, lu gak tau si tuh cowok lari ketakutan kayak bis malam itu karena lu pao! " celetuk Author yang masih ngantuk.


Kembali lanjut ke laptop, eh cerita maksudnya haha.


Ratih masih duduk sambil meminum sprite ditangannya padahal sudah jelas di perpustakaan tidak boleh membawa makan dan minum namun, semua aturan itu tiada arti untuk Ratih.


Disisi lain, Siswa itu berhasil menemukan Nawan dan yang lainnya yang tengah asik berbincang untuk rencana selanjutnya membantai si anak sialan Andrew.


Tidak lama kemudian, Siswa yang tadi mencari Nawan pun segera menghampiri Nawan dan berkata.


"Nawan, Ratih duduk di jendela perpustakaan. sumpah tuh anak nanti kalau jatuh bagaimana" tutur Pria itu.


Nawan membulatkan matanya kaget "Hah yang bener lu? " tanya Nawan.


"Hadeh.. mening samperin dah kalau tidak mau terjadi apa-apa" balas Pria itu.


"Thanks ya" ucap Nawan lalu pergi.


Nawan sudah lari duluan karena khawatir diikuti Randi dan yang lainnya. Namun, larinya terhenti karena ia baru ingat dengan ucapan ucapannya saat dikantin.


Pasti Ratih putus asa dan sakit hati dengan Nawan sehingga ia seperti ini itu yang ada dipikiran Nawan hingga ia pun berbalik.


Randi nampak heran dan langsung menghampiri Nawan dan memegang pundaknya.


"Kak, kenapa berhenti?, Ratih masih didalam ja bisa terjatuh jika tidak segera dihentikan" ucap Randi.


"Gua tidak bisa bertemu dengan Ratih, karena ia seperti ini pun semua gara-gara gua" ucap Nawan.

__ADS_1


Tomi dan Trio semprul pun paham akan satu hal tentang masalah Nawan dan Ratih. lalu Tomi yang memang paling dewasa dan bijaksana segera memegang pundak Nawan dan Randi.


"An, ayo kita sebaiknya pergi dari sini dan biarkan Randi yang bicara pada Ratih." ucap Tomi.


"Tapi Tom kalau" ucap Nawan yang terpotong oleh Riko.


"Randi bisa mengatasi situasi ini An, ayolah kita cabut" ajak Riko sambil tersenyum dan memagut-magutkan Kedua halisnya keatas.


Nawan pun dengan berat hati mengalah dan membiarkan Randi yang mengatasi Ratih, lalu ia berbisik pada Ratih.


"Jaga jarak lu agar Ratih bisa cepat melupakan lu. gua tidak mau Ayah lu terus-terusan memandang kami anak tidak benar dan tidak berguna apalagi sampai Ratih mendengar semua itu gua tidak akan bisa menerima apapun resikonya nanti yang akan dialaami Ratih" bisik Nawan lalu pergi dengan wajah dingin bahkan suara yang datar.


Randi pun menelan salivanya dan berkeringat, karena ancaman Nawan kini bukanlah main-main. dan Randi juga tidak ingin sampai Ratih down karena ayahnya.


ia pun bertekad bulat untuk membuktikan pada ayahnya kalau Ratih adalah wanita baik-baik begitu pula dengan Nawan dan genk nya.


Hingga ia pun memantapkan dan menghela nafas panjang lalu masuk kedalam perpustakaan dan menemui Ratih yang sedang duduk dijendela sambil menyesap sebatang Rokok dan meminum sebotol sprite.


"Rat, buang rokoknya!. ini tidak baik" ucap Randi sambil merebut rokok tersebut.


"Buang Rat!, lu kenapa si ini gak baik buat kesehatan! " bentak Randi sambil membuang rokok kedua Ratih.


Namun lagi-lagi Ratih tidak menghiraukannya , ia hanya beranjak sambil mengambil vape miliknya yang kebetulan ia simpan juga disakunya.


"**Wah gila kali kau Rat, udah rokok sekarang vape pula kau sesap" ucap Author.


"Udeh berisik Thor, lu juga kalau prustasi begitu kan" ucap Ratih.


"Ya.. ya itu kan dulu sekarang mah udah enggak. yeh lu kok jadi lu yang mojokin gue, udah sana balik ke cerita biar gue lanjut" ucap Author**.


Ratih pun kembali ke cerita dan membiarkan Author berpikir lagi agar mendapatkan ide ide aduhay nya. kembali ke cerita.


Randi benar-benar geram dengan tingkah Ratih namun saat ia hendak mengambil vape dari tangan Ratih. ia melihat mata Ratih sembab bahkan tangan Ratih banyak sekali luka sayatan dan darah di mana-mana.

__ADS_1


"Lu pergi saja dari sini Ran" ucap Ratih.


"Gua tidak akan meninggalkan lu sampai kapanpun Rat" balas Randi.


"Tapi lu harus jauhi gua, karena sampai kapanpun lu gak akan bisa bersatu dengan gua" balas Ratih.


Randi mengelus rambut Ratih yang membelakangi nya sambil membisikkan sesuatu ditelinga Ratih.


"Walau begitu, gua akan berjuang untuk lu sampai tiba saatnya semua akan kembali lagi dan lu bahagia selamanya" ucap Randi.


Ratih membalikan tubuhnya dan terasa vape dengan aroma lecy itu tercium dan asapnya menghiasi wajah Ratih dan Randi.


Setelah itu terjadilah sebuah moment yang romantis diantara mereka, Ratih yang terharu dengan ucapan Randi pun mendekatkan wajahnya dan memegang pipi Randi.


Dengan refleks Randi pun menatap mata Ratih walau jantunhnua berdebar kencang seakan meronta ingin keluar.


"Terimakasih karena sudah mau berjuang, padahal kita belum pacaran. tapi kini gua tau laki-laki mana yang terbaik untuk gua." ucap Ratih.


"Dan gua akan selalu menjaga lu Rat, wala lu lu bukan pacar melainkan hanya sahabat tapi gua akan buktikan pada appa kalau lu layak jadi pendamping gua. dan semua akan tiba one day nanti" ucap Randi sambil mendekat pada Ratih.


Kini Randi dan Ratih saling menatap satu sama lain bahkan mendekatkan wajahnya semakin dekat dan dekat hingga merekapun kissing dan saling bertukar saliva.


...**Gua akan buktikan bahwa cinta itu...


...adalah suatu hal indah walau penuh cobaan....


...dan gua akan buktikan kalau tidak selamanya wanita tomboy dan barbar itu bukan wanita baik baik....


...i promise to you...


..._Randi pratama sanu**_...


Bersambung..

__ADS_1


jangan lupa like koment saran dan vote. rate lima juga terimakasih..


__ADS_2