Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 8 Kehormatan 3


__ADS_3

...馃尮Kesalahan yang dibuat dalam sebuah pelarian. Akan menjadi masalah besar dan kau tidak bisa melarikan diri lagi. Kau terjerat oleh masalah yang kau buat sendiri馃尮...


Tap tap tap.


Alea masuk dengan perlahan dan kaget melihat semua orang berkumpul diruang tamu.


Alea menatap semua orang dan kakinya mulai gemetar. Dia merasa semua orang menatapnya dengan amarah yang siap meledak.


Aku membuat kesalahan besar. Aku membuat mereka semua khawatir dan cemas.


"Kenapa baru pulang? Darimana saja kau, baru pulang di pagi hari dan tidak pulang semalam?" Daddynya berjalan maju dan mendekatinya.


Alea tertunduk ketakutan di hadapannya ayahnya.


"Daddy tanya sekali lagi dan jawab dengan jujur? Darimana saja kau semalaman?" Dimitri hampir saja kehilangan kesabaran dan tangannya terangkat pada pipi putrinya.


"Tidak! Jangan menamparnya. Jika seorang ayah mengangkat tangannya pada pipi putrinya, bagaimana suaminya nanti akan menghormati dirinya? Tahan emosi mu. Aku tahu kamu marah. Tapi dia baru saja pulang. Biarkan dia minum dulu," Mommy Rose marah, tapi dia tetap bersabar dan berusaha menahan emosinya.


"Alea...minumlah ini. Kau darimana saja semalam?" Mommy Rose memberinya minum dan Dimitri menatapnya dengan mata merah menyala.


"Aku....aku menginap dirumah teman dan ketiduran disana..." Alea tidak berani mengatakan apa yang terjadi semalam. Dan bagaimana dia sudah kehilangan kehormatannya.

__ADS_1


"Menginap dirumah teman katamu! Kamu tidak punya rumah? Apakah kita tidak memberimu rumah hingga harus tidur dirumah temanmu!" Lagi-lagi Dimitri berkata dengan suara tinggi. Kemarahannya tidak bisa dikendalikan lagi.


"Sabar lah. Dia baru saja pulang. Jangan membuatnya semakin tertekan?" Mommy Rose menyadari jika sebagai orang tua dia juga bersalah dan hanya memikirkan perasaan nya dan melupakan perasaan kedua buah hatinya.


"Bau apa ini? Ini bau minuman! Kamu minum dan mabok-mabokan!"


Plak!


Kali ini, Dimitri tidak bisa menahan tangannya lagi dan menampar putrinya itu.


Alea diam saja ketika tangan ayahnya menampar wajahnya.


Mommy Rose memeluk Alea dan menatap Dimitri dengan tajam.


"Kau masih membelanya! Lihat! Karena kau dia tidak pulang kerumah? Dia keluyuran bahkan minum dan bergaul dengan bebas? Seperti ini kah kau mendidiknya? Mau jadi apa putrimu jika kau lemah seperti ini?" Dimitri kesal karena mantan istrinya membela putrinya.


Namun bukan tanpa alasan Rose membelanya. Ini bukan sepenuhnya kesalahan Alea. Sebagai orang tua, mereka juga bersalah dan akhirnya membuat putrinya salah dalam menentukan sikap di awal masa dewasa nya.


"Alea...masuk ke kamar dan istirahat. Wilea, ajak dia ke kamarnya," Rose melihat jika Alea sedang sangat tertekan saat ini. Dia tidak ingin gegabah dan membuat putrinya melakukan hal nekat lainnya.


Jiwanya sedang bermasalah. Jika di marahi dan ditekan maka mentalnya akan semakin cenderung ke hal negatif.

__ADS_1


Rose lalu mengajak Dimitri duduk. Hanya berdua saja dan mereka berbicara.


"Tenangkan dirimu. Lihatlah kebelakang. Apa yang terjadi diantara kita sudah membuatnya tertekan. Dia kemarin marah setelah melihat kita bertengkar lalu tidak pulang kerumah. Dan itu sudah terjadi berulang kali. Ini adalah puncak dari pemberontakan nya," kata Rose dan mulai melunak pada mantan suaminya. Yang awalnya sangat keras, sekarang mulai mau berdiskusi dengan kepala dingin.


"Ini semua salahmu! Dia tinggal denganmu! Kau yang ingin hak asuh kedua putrimu bukan? Kenapa ini bisa terjadi? Dimana tanggung jawabku?" Dimitri menyalahkan mantan istrinya yang dia anggap tidak pecus dan lengah mengurus kedua putrinya yang beranjak dewasa.


"Kau menyalahkan aku? Lalu kau sendiri? Kau asyik terus pacaran dengan wanita jala*g itu. Kau sudah mencampakkan kami. Dan kau hanya memikirkan kesenanganmu saja. Lalu sekarang kau menyalahkan diriku? Kelakuanmu kau anggap benar begitu?"


"Dengar! Aku sudah minta maaf padamu. Dan aku juga sudah meminta agar kau tidak bercerai? Tapi kau tetap ingin bercerai dan akhirnya anak kita yang jadi korban nya,"


"Jika kau tidak berselingkuh maka aku tidak akan menuntut cerai. Istri mana yang tahan jika hidup dengan suami yang sudah tidak menghargainya lagi?" Rose mulai kehilangan kendali lagi.


"Aku melakukan kesalahan. Para pria bisa melakukan kesalahan tapi tidak semua istri meminta cerai darinya," Dimitri menatap Rose dengan kesal.


"Aku tidak menerimanya. Aku tidak ingin mempertahankan suaminya yang sudah mengkhianati pernikahan nya. Aku bukan tipe wanita lemah seperti itu,"


"Mommy...Daddy...aku mohon....sekarang bukan waktunya bertengkar. Lihatlah Alea...dia menderita karena pertengkaran kalian..." Wilea mendekati kedua orang tuanya yang sedang bertengkar.


"Ini karena kau membiarkan kedua putrimu tidak mawas diri. Kau biarkan seorang pria menginap dirumahmu. Sementara ada dua anak gadis didalam ya. Itu tidak benar. Akuilah kesalahanmu. Dan jangan selalu menyalahkan orang lain!" Dimitri berdiri.


Rose juga berdiri. Mereka berhadapan dan saling bertatapan dengan mata berkilat.

__ADS_1


"Mommy...Daddy...aku mohon...jangan bertengkar lagi. Daddy..pulanglah ...." Wilea meminta agar ayahnya pulang dan menghindari pertengkaran dengan Mommynya.


__ADS_2