Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Dancing


__ADS_3

Lalu para teman sejoli Ratih pun gelagapan karena tersiram guyuran rohani pagi itu.


"Hallo everybody, welcome back to my angry!!!. wake up now please!." Teriak Ratih lalu mengguyur mereka lagi.


"Hais sayang, kamu ini ya jahil banget. harusnya kan di bangunin dengan morning kiss, kok malah morning guyuran rohani." Balas Randi dengan santai sambil beranjak dari tempat duduk nya.


"Nikah aja belum, sudah mau morning kiss terus!." Bentak Ratih.


"Haha, belum muhrim anak kuda." Celetuk Paulus.


"Heh berisik lu!." Bentak Randi pada Paulus.


"Kok malah pada ribut si, ayo cepat kalian mandi dan bersiap." Ucap Rosa yang menghampiri mereka dengan Nawan.


"Tuh, pengantin baru saja sudah bangun. masa kalian kalah sama mereka yang baru saja ehem ehem." Ledek Ratih.


"Hais kamu ini Dek." Ucap Nawan lalu diam sesaat dan menyambung kembali ucapan nya.


"Suka benar ahaha." Lanjut Nawan.


Lalu Ratih dan yang lain nya pun tertawa. setelah itu mereka bersiap untuk mengikuti acara Nawan yang sudah ia rencanakan jauh-jauh hari.


"Kak kita mau ngapain si?, pagi buta begini?" Tanya Ratih pada Nawan.


"Udah ikut saja jangan banyak cobat" Jawab Nawan dengan dingin.


"Hais, kalau bukan Kakak sudah gua.." Ucap Ratih lalu terhenti.


"Udah apa!." Ketus Nawan.


"Heleh gitu aja baperan lu ah tidak seru!." Balas Ratih dengan ketus lalu melangkah lebih cepat mendahului Nawan dan Rosa.


Setelah itu, mereka pun berhenti di taman yang sudah di dekorasi panggung kecil untuk menyanyi dan menari.


"Wahh!!!!!, ini serius Kak?" Tanya Ratih tidak percaya.


"Do you like that Sist?." Balik tanya Rosa dengan senyum yang terukir di bibir nya.


"I like that Sista, i love you forever." Jawab Ratih lalu mengecup pipi Rosa dan lari ke atas panggung.

__ADS_1


"Sebenarnya apa rencana kalian Kak?." Tanya Randi sambil melihat Ratih yang riang gembira di atas panggung.


"Sore nanti kita akan pindah ke rumah baru, pasti Ratih akan kesepian di sini. maka dari itu, kita berdua sepakat menbuat acara kecil sesuai hobby Ratih." Jawab Nawan.


"Secepat itu kah kalian pindah Kak?" Tanya Randi lagi.


"Memang konsep nya begitu Ran, lagi pula Ratih sudah besar. dan tidak mungkin gua maupun keluarga nya akan selalu ada untuk nya bukan?" Tanya balik Nawan.


"Lu benar juga Kak, semoga kalian langgeng terus ya, dan doakan gua untuk segera menikah dengan Ratih supaya dia tidak kesepian." Jawab Randi.


"Kita selalu mendoakan yang terbaik untuk Ratih maupun lu Ran. intinya lu bisa jaga Ratih dengan baik, maka gua pun tidak akan memisahkan kalian lagi." Ucap Nawan.


"I promise." Balas Randi.


Lalu Nawan, Rosa dan Randi pun menghampiri Ratih di ikuti dengan Trio semprul, Paulus, Henri, Tomi dan Riyan.


Setelah itu, Nawan pun memutar sebuah lagu yang membuat Ratih tidak bisa mengendalikan diri nya. dan itu membuat Randi terkejut, karena ya Randi kan tidak pernah melihat Ratih menari.


"Yalah, tau nya kan dia tauran, tauran, marah, galak, gede ambek. yekan??" Ucap Author yang sengklek bin bobrok.


"Heh lu ye, kebiasaan suka ngehina gua." Balas Randi.


"Hadeh, kebiasaan nih kalian. masih cerita loh ini, cepet lanjut jangan ribut!" Bentak Nawan.


"Ya ya" Balas Author lalu melanjutkan episode nya.


Next...


Dan ketika Ratih menari, William pun naik ke panggung itu yang kemudian langsung memegang pinggul Ratih.


"Uhuy.." Ucap William.


"Let's go Will." Balas Ratih.


Lalu William pun mencoba untuk berdansa ala india dengan Ratih. yang kemudian Randi pun ikut naik ke panggung. karena tidak mau kalah, Randi dan William pun seolah bersaing dan dansa secara bergantian.


"Main nya sportif, gila si mereka" Ucap Julio.


"Ya bagus itu lah Li, jadi tidak ada yang tersakiti kalau main nya sportif begini." Balas Paulus.

__ADS_1


"Tapi tetap saja lus, pasti Randi yang menang. kan lu tau lah perasaan Ratih bagaimana." Ucap Julio.


"Ya gua rasa pun begitu, mereka sudah serasi. semoga tidak ada hambatan lagi." Balas Paulus.


"Aamiin" Ucap Julio.


Lalu Julio dan Paulus pun duduk di kursi menikmati dansa itu, begitupun Rosa dan Nawan yang ikut duduk bersama Paulus dan julio. sedangkan yang lain masih asik sendiri di meja nya masing-masing.


Next..


Ketika Ratih hendak memutarkan tubuh nya, tiba-tiba kaki nya merasa keram dan harus terjatuh di atas panggung kecil itu.


"Rat lu tidak apa-apa?" Tanya William yang langsung memegang pundak Ratih.


"Cuma kram." Jawab Ratih.


"Obati dulu sayang." Ucap Randi yang kemudian menggendong Ratih menuju tempat Rosa dan Nawan.


"Minggir Pau, Jul." Ucap William.


Lalu Paulus dan Julio pun beranjak dari tempat duduk nya. setelah itu Ratih pun duduk di kursi di bantu Randi dan William.


"Sakit Kak." Ucap Ratih pada Nawan.


"Nanti kita coba pijat ya." Balas Nawan.


"Biar aku saja sayang, aku bisa melakukan nya." Ucap Rosa.


"Kamu yakin?" Balas Nawan.


Lalu Rosa pun mengangguk dan langsung mengelus kaki Ratih. setelah mendapat titik kram, Rosa pun langsung memijat nya dengan hati-hati.


Bersambung..


^^^_Bukan cinta kalau tidak peduli, bukan sayang pula kalau tidak menyayangi hehe,_^^^


^^^_Ar29^^^


Jangan lupa like, koment, saran, rate dan gift/vote okey hehe..

__ADS_1


__ADS_2