
Setelah Mami Tia meninggalkan rumah Hania, Mami Naya melanjutkan masak masaknya sedangkan Hania membersihkan rumah.
Selang beberapa waktu lamanya Herry juga om dan opa Tjipta tiba.
Mereka makan bersama sambil bercengkerama dengan perasaan yang campur aduk karena mereka akan ditinggal oleh cucunya untuk sementara.
Om Opa membarikan nasihat dan wejangan buat Mami Naya, Hania dan Herry, bagaimana nanti mereka menjalani hidup di negeri orang.
" Kami hanya bisa doakan semoga kalian selalu dilindungi Tuhan..." Ucap Opa sambil memeluk cucu perempuannya Hania.
Hania dan Mami Naya tidak menceritakan tentang Mami Tia yang datang kerumah dan kebenaran yang baru mereka ketahui.
Setelah membereskan peralatan makan, Hania segera bersiap siap untuk bertemu dengan sahabat sahabatnya.
Hania akan ikut mobil Herry untuk mengantarkan oma opanya, setelahnya Herry akan mengantar dia ke tempat Hania janjian bersama sahabatnya.
Rama baru saja kembali dari acara kencan palsunya dengan Kiky. Selama menghabiskan waktu dengan Kiky, Rama merasakan perasaan yang gelisah, makanya dia memutuskan untuk segera pulang.
Kiky yang curiga karena waktu masih terlalu sore untuk pulang, setelah Rama mengantar ke rumahnya, Kiky langsung menaiki ojek yang sudah menunggu di pos satpam tadi.
Karena menaiki motor, dia bisa mengikuti Rama tanpa hambatan. Tanpa Kiky tahu, suruhan Papi Adipati mengetahui gelagatnya dan mengirim pesan ke atasannya mengenai Kiky yang membuntuti Rama pulang.
Selang dua jam Kiky menunggu, akhirnya dia memutuskan pulang karena satpam sudah dua kali mendatanginya menanyakan keperluannya.
" Astaga Rama... Mengerikan sih fans kamu itu.." Seru Mami Tia
Papi Adipati hanya mengeleng gelengkan kepalanya.
" Pi, aku udah dikejar waktu banget ini... Gimana dengan tahanan di Bali ?" Tanya Rama
" Orang suruhan papi sudah mengunjungi dia di penjara, dan memperlihatkan foto Ricko..dan dia membenarkan bahwa yang menyewa mobil itu adalah Ricko.."
" Good... Trus kira kira apa langkah selanjutnya ?" tanya Rama
" Yah urusan kamu...gimana caranya kamu menjebak pacar baru kamu itu.." Ucap Papi Adipati dengan smirk di wajahnya.
" hahh... aku selalu menahan mual kalo lagi bersama tuh perempuan.." Keluh Rama
" Kamu harus cepat, karena Hania dan Mami Naya sepertinya akan pindah atau pergi, mami juga gak dikasi tahu.." Ucap Mami Tia
" Apa mi ? Hania akan pergi ?" Tanya Rama kaget dan kuatir
" Iya..mereka menutup mulut mereka waktu mami tanya..."
__ADS_1
" Dan mereka sudah tahu alasan kita melakukan ini.." Ucap Papi Adipati
" Terus ?.." Tanya Rama penasaran.
" Yah gak gimana gimana...Hania kekeuh gak mau menikah dengan kamu lagi...dia anggap udah selesai..."
Rama langsung menangkup wajahnya. Perasaannya sungguh campur aduk.
" Apa kamu sudah meminta maaf dengan benar ?"tanya Papi Adipati
Rama menggeleng.
" Aku bahkan belum menemuinya setelah dia dari klinik.."
Bukkkk
" Astagaaa...kamu CEO koq bodoh begini yah... minta maaf yang benar sana.. Astagfirullah..papi ajariiin anak kamu ini... Pantesan Hania kekeuh gak mau balik..." Ucap Mami Tia kesal dengan melempar bantal ke arah Rama.
" Kiky sudah pergi dari komplek, kamu jangan kuatir..." Ucap Papi Adipati
Rama langsung berdiri dan menuju pintu depan. Kaki panjangnya berjalan cepat menuju rumah Hania.
Tok..tok..tok
Rama mengetuk rumah Hania dengan tidak sabar.
Cklek
" Assalamualaikum.."
" Walaikumsalam... Nak Rama ?.." Ucap Mami Naya
" Selamat malam tan..Hania ada? "
__ADS_1
" Dia lagi gak dirumah ? Ayok masuk dulu.." Ajak Mami Naya
" Kemana Tan ?" Tanya Rama dengan tidak sabar.
" Dia janjian dengan sahabatnya ketemu di mall. Sudah dari jam 4 tadi sih.."
" Baik tan.. Saya pergi dulu..permisi tan.." Ucap Rama dan pergi tergesa gesa kembali ke rumahnya.
Rama mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
" *Halo*.."
" Bro, Sierra dimana ?"
" *Ngapain lo nanyain pacar gw ? Tu perawat gak cukup* ?"
" Jawab aja!!!"
" *Huft... Di Mall PS*..."
Tuut..
Reza memaki Rama yang menutup telpon tiba tiba.
Sesampainya dirumah, dia mengganti bajunya dan mengambil jaketnya.
" Mau kemana Ram ?" Teriak Mami Tia
Rama keluar terburu buru tanpa mengucapkan salam.
" Lagi mengejar cinta itu.." Ucap Papi Adipati
" Baru tahu rasa..udah dibilang kasi tahu sama Hania, tapi keras kepala..sekarang baru ketakutan ditinggal..."
Rama mengambil helm yang biasa dipakai Raina. Dia akan mengendarai motor supaya cepat tiba di Mall dimana Hania berada.
__ADS_1