Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bangkit kembali


__ADS_3

Lalu omah pun segera kembali ke kamar. dan suara itu ternyata dari Ratih yang tengah depresi karena kepribadian ganda nya kembali bereaksi setelah sekian lama mati hilang terkendali.


"Ratih!, nak please jangan seperti ini." ucap Omah mencoba menghentikan Ratih yang tengah memegang pisau tajam di tangan nya.


"Dek, liat Kakak!. ini gak benar Dek!" ucap Nawan yang sedikit menaikkan suara nya.


"Lu pikir kalau gua hidup itu bisa menyelesaikan semua nya Kak?, gua itu beban buat kalian!" teriak Ratih.


Lalu Ratih pun mencoba melukai diri sendiri. namun William menahan tangan Ratih, dan terjadilah cek cok antara William dan Ratih. namun Randi yang mencoba memakai cara kedua yaitu mengandalkan otak pun menghampiri Ratih pelan-pelan.


"Raih, itu nama lu kan?" tanya Randi sambil mendekati Ratih.


Dan Ratih yang tadi nya berebut pisau dengan William pun segera memaling kan wajah nya pada Randi.


"Jika ya lu mau apa Ran?" balik tanya Ratih yang masih saling menahan pisau dengan William.


"Lu itu istimewa Ra, Ratih atau pun lu, kalian itu istimewa. kalian bukan beban atau pun parasit bagi kita semua, tapi kalian adalah berlian yang harus kami jaga sampai warna indah yang memudar nya kembali bersinar dengan kilauan nya" jawab Randi sambil tersenyum.


"Omong kosong!" bentak Ratih lalu melepas pisau itu dengan kasar hingga membuat pipi William tergores.


Ratih yang kaget pun segera mengganti posisi dengan Raih dan langsung memegang pipi William yang tergores.


"Maaf, tolong maaf kan gua. gua gak sengaja, please William" ucap Ratih yang semakin depresi.


"It's oke ini hanya luka kecil. tenang Rat gua baik-baik saja don't worry" balas William.


"Ayo Omah obati dulu luka mu Nak" ajak Omah.


"Biarkan Randi dan Nawan yang mencoba interaksi dengan Ratih, karena mereka lebih memahami Ratih lebih baik dari siapapun" ucap Opah.


"Baiklah, sebaik nya kita tinggal kan mereka bertiga dulu, ayo nak." ajak Omah lagi pada William dan Opah.


Lalu William pun terpaksa pergi dengan Omah dan Opah keluar kamar. sedang kan Ratih, Nawan dan Randi pun masih berdiri dengan posisi membaris.


Randi di sisi kanan, Nawan di sisi kiri dan Ratih berada di tengah kedua nya dengan tangan kosong. karena pisau yang tadi ia pegang di hempas oleh Riska yang segera mengambil alih tubuh nya dari Raih.


"Dek, bisa dengarkan Kakak?" tanya Nawan.


"Bisa Kak, tapi bagaimana cara mengendalikan Raih?. dia sangat marah dan putus asa karena sudah capek dengan pengobatan dari setiap penyakit kami" jawab Ratih yang masih tidak bergerak dari posisi nya.

__ADS_1


"Dua tahun tuh anak gak berontak, dan sekarang baru berontak. akan sangat sulit untuk mengendalikan dia Ran" ucap Nawan dengan pelan kepada Randi.


"Beg*!, gua bisa mendengar nya Kak!, lu gimana si!" bentak Ratih sambil memutar bola mata nya dengan malas.


"Hehe" balas Nawan yang tertawa garing.


"Woy Aa, ini lagi tegang suasana malah becanda" tegur Author gesrek.


"Berisik Thor, mening lu lanjut aja dari pada cobat terus" balas Nawan dengan dingin.


"Heleh, di atas lu becanda, giliran ketemu Adik tercantik ini aja dingin. sial doang lu!" bentak Author.


Lalu Author pun ngambek dan melanjut kan cerita nya.


Next..


Cukup lama Randi dan Nawan yang terus memutar otak untuk masalah ini. hingga akhir nya Randi memiliki satu cara untuk menenang kan Raih yang marah yaitu.


"Kuy balap liar, gua taruh kan 30 juta untuk itu cash" ajak Randi tiba-tiba.


"Dudul pisan sia!, bunuh diri itu nama nya Ran!" bentak Nawan.


"Atau Mma di tempat clube ilegal?" tanya Randi lagi yang tidak menghiraukan Nawan.


"Haih Dek, kalau gini cerita nya ya lu bisa bunuh diri namanya woy. ah kalian ini bikin pusing gua aja!. gua belum nikah aja di buat susah mulu weh apalagi sudah menikah... ampun!!" bentak Nawan yang tidak di hiraukan Randi atau pun Ratih.


"Sutt.. ikutin apa kata gua saja Kak, gua jamin ampuh" bisik Randi pada Nawan yang kini sudah berdiri sampingan.


"Kenapa kalian bisik-bisik hah!" tanya Ratih dengan sinis.


"Eh enggak Rat, udah lu jalan duluan gih. nanti kita menyusul" titah Randi.


"Oke" balas Ratih lalu melangkah keluar kamar duluan.


Setelah Ratih pergi, Randi dan Nawan pun mulai berdiskusi satu sama lain untuk bermain bersih agar Ratih bisa meluapkan segala emosi nya.


"Jadi apa rencana lu dudul?" tanya Nawan yang masih kesal karena Randi mengambil keputusan sendiri.


"Denger Kak" ucap Randi.

__ADS_1


Dan singkat cerita, kini mereka bertiga pun sampai di sebuah clube ilegal milik mafia terjahat yang sudah terkenal di beberapa kalangan Genk jalanan.


"Pijay.. Ini clube apa mall haha, besar banget sumpah" ucap Ratih dan Raih yang terkagum.


"Apa gua bilang, dia suka kan tempat nya." ucap Randi yang membanggakan diri.


"Haha gak nyangka gua, ternyata lu bisa juga di andalkan" balas Nawan.


Baik, jadi sebenar nya..


Flashback pada rencana Randi dan Nawan.


Ketika di kamar Ratih. Randi pun memberitahu rencana yang sudah ia rencanakan sebelum nya pada Nawan.


"Apa rencana gegabah lu" tanya Nawan.


"Begini Kak, ketika nanti Ratih di clube, kita ikuti apapun mau Ratih. karena apa yang dia mau pasti itu keinginan Raih. dan ketika, sebentar minum dulu gua haus" ucap Randi lalu menuangkan segelas air putih dan meneguk nya dengan sekali tegukan.


"Njir lu Ran, orang lagi serius aja masih pakai iklan" tegur Nawan dengan dingin.


"Mangap Kak, habis gua haus dari tadi mikir" ucap Randi sambil menyengir kuda.


"Sudah lah, jadi apa rencana lu?" tanya Nawan.


"Iya jadi.." ucap Randi yang memanjangkan ucapan nya seperti seorang guru yang tengah mengajar kan murid nya.


Jadi bersambung dulu gaes haha馃槀


Segini dulu ya episode kali ini, sampai jumpa di next episode.


Jangan lupa like, koment, Rate, vote and gift.


Air minum di pakaikan cuka.


Cuka di tuang di dalam gelas.


Jika engkau suka dengan cerita nya


Jangan lupa di share ya gaes.

__ADS_1


Haha sok pantun kau Thor, padahal mah teu nyaho dwa nyambung apa henteu na haha.


Papayo


__ADS_2