Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Waktu yang cepat


__ADS_3

Langsung aku percepat waktu yak☺.


Beberapa bulan kemudian...


Tak terasa kini Ratih sudah semakin dekat dengan kelulusan sekolah, dimana ia akan kembali lagi ke indonesia dan meninggalkan india serta kenangan di india.


Nampak kesedihan terlihat dimata Ratih kala itu, dimana Ratih murung sendirian di dekat jendela perpustakaan sambil memegang erat satu buah pulpen di tangan nya.


Namun kesedihan itu pudar saat Akash menepuk pundak nya dan membuyarkan lamunan Ratih. sehingga pulpen di tangan nya jatuh ke bawah entah kemana mendarat nya kita tak tau.


"Kok bengong si pagi-pagi" ucap Akash.


"Gak kok Kash hehe" elak Ratih sambil tersenyum menutupi sedih nya.


"Gak usah menutupi kesedihan lu Rat, gua mengerti kok." ucap Akash sambil langsung merangkul tubuh Ratih.


Ratih pun bersandar di pundak Akash, lalu mereka duduk di sebuah kursi perpustakaan dan mulai bicara satu sama lain.


"Gak usah sedih ya Rat, kan kalau sudah lulus nanti lu bisa main ke sini kapan pun lu mau" ucap Akash sambil mengelus pundak Ratih.


"Iya Kash, tapi kan gak akan mungkin kita bisa bermain seperti biasa nya. apalagi ke cafe bareng hanya untuk memuaskan otak gua yang selalu ambyar" balas Ratih.


"Hehe, lu punya cafe di sini Rat, jadi lu santai aja Bu Bos. lu bisa kapan aja nyanyi dan kalau lu butuh gua tinggal call nanti gua datang pasti" ucap Akash.


"Ehmm.. iya si, tapi kan Kash" ucap Ratih lalu diam.


"Sudah gak usah di sedihi Rat, lagian dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. lu gak usah sedih, kan di indonesia ada Randi yang menunggu lu dan di india gua pun ada buat lu. lu jangan sedih lagi yak, oh ya sampai lupa gua ada kabar baik" ucap Akash.


Dan dengan seketika Ratih mulai tenang kembali, lalu ia pun kembali antusias mendengar berita heboh yang pasti akan di sampaikan Akash untuknya. aneh ya memang si Ratih hehe.


"Apa tuh Kash?" tanya Ratih.


"Gua udah jadian hihi" jawab Akash.


"Hah jadian?, beneran?, sama siapa?" tanya Ratih dengan serius.


"Tuh anak yang sering lu bentak, lu pukul dan lu tendang hihi" balas Akash sambil tertawa kecil.


Ratih pun berpikir dan mulai mengetahui siapa yang Akash maksud, dan setelah itu ia tertawa karena apa yang ia pikirkan itu benar.

__ADS_1


"Lu berpikir hal yang sama Rat? hihi" tanya Akash sambil tertawa.


"Hahaha iya, astaga selamat yak. semoga tuh anak gak sama kurang ajar nya ketika dia bertemu gua dan wah jangan sampai lah pokoknya sifat jelek nya tuh hadir dalam hubungan lu dan dia deh, ganggu yang ada sumpah." jawan Ratih panjang lebar.


"Aamiin, lagi pula kini dia sudah berubah Rat, gak ada bulying lagi di sekolah kita, bahkan semenjak lu hadir dia mulai berpikir kalau apa yang ia lakukan itu salah. ia juga sebenarnya melakukan semua itu hanya karena iri dan cemburu sama lu Rat" ucap Akash mencoba menjelaskan.


"Ya gua tau kok Kash, bahkan terakhir kali gua bentak dia tuh hanga karena dulu gua sama lu gak sengaja pelukan di cafe terus dia negor dan ancam gua njir pacar lu pikir gua takut kali heleh, setelah itu ya mau gak mau gua bentak dia kuat-kuat ehm sorry loh sumpah ini mah di luar nalar gua" tutur Ratih juga.


"Hehe gua udh tau pula Rat dari Salu. dia menceritakan semua nya dan ingin sekali berterimakasih sama lu tapi dia bingung karena.." ucap Akash terpotong karena bel kini sudah berbunyi.


"Ah sudah nanti saja lah cerita nya, kuy capcus kita belajar bel udsh berkumandang." ajak Ratih sambil beranjak.


Akash pun pergi mengikuti Ratih ke kelas dan memulai pelajaran seperti biasanya. di sisi lain, Randi yang senang karena sebentar lagi akan lulus pun melamun dan senyum-senyum sendiri ketika pelajaran Bu Sri.


"Wah mampus lu cari gara-gara Ran" ucap Paulus.


"Hilih lu Pau, sadarkan tuh bocah sebelum Bu Sri ngamuk cepet" bisik Henri.


"Iya iya sekejap dah buseh" balas Paulus.


Paulus pun melemparkan segumpal kertas ke mata Randi, yang membuat Randi kaget dan tersadar dari khayalan indah nya.


"Gua sat!, lu ya buat repot aja. lagi kelas Bu Sri malah ngelamun lu anak kampret!" balas bentakkan Paulus dengan pelan.


"Udah udah woy, nanti Bu Sri denger mampus lu berdua" ucap Henri melerai.


"Brisik!" bentak Paulus dan Randi pelan -pelan pada Henri.


Bu Sri yang mendengar Paulus dan Randi berdebat pun langsung melayangkan sebuah penghapus yang tepat mendarat di jitad Paulus sampai ia tersungkur.


"Nah kan, apa gua bilang" ucap Henri.


Dan yang pasti kini Randi dan Paulus menghadap Bu Sri tepat di depan kelas dan hadapan murid-murid lain nya.


"Kalian berani banget ya saya lagi menjelaskan materi malah mengobrol!, kalian gak mau belajar hah?!" tanya Bu Sri sambil membentak mereka.


"I... itu loh nganu Bu" jawab Paulus.


"Sudah jangan banyak omong kalian!, sebagai hukam sekarang kalian keluar dari ruangan ini dan berdiri menghadap bendera sampai pelajaran saya selesai! cepat!" titah Bu Sri dengan kesal nya.

__ADS_1


"I.. iya Bu" jawab Paulus dan Randi.


Lalu Paulus dan Randi pun keluar dan berdiri di lapangan sambil hormat pada bendera. di sana Paulus terus mengeluh, sedangkan Randi malah melanjutkan kyalan nya dan menikmati hukuman itu.


"Woy njir, lagi di hukum malah lanjut ngehalu lu kampret" ketus Paulus dengan kesal.


"Terserah gua lah haha" balas Randi.


"Gara-gara lu nih gua jadi ikut kena hukum, harus nya kan lu doang pret" ketus Paulus lagi.


"Heleh, lu juga yang salah lah. siapa suruh malah ganggu gua berkhayal dan cari masalah sama gua. udah di hukum, kena penghapus pula di jitad haha" ejek Randi.


"Sue lu!" balas Paulus dengan kesal namun diam tanpa menolehkan pandangan nya dari bendera.


Begitulah ceritanya.. singkat cerita malam pun tiba, dan kita ke Purmama familly.


Kini Nawan yang memang sudah bekerja di perusahaan Omah dan Opah nya pun sedang bergulat dengan laptop nya sambil meminum secangkir teh.


Lalu Omah pun menghampiri Nawan dan memegang pundak nya. Nawan yang menyadari kehadiran Omah pun segera menghentikan aktivitas malam nya dan tersenyum sambil memegang tangan Omah nya.


"Ada apa Omah, kok belum tidur jam sgini?" tanya Nawan.


"Gak apa-apa, Omah hanya bangga melihat kerja keras Cucu kesayangan Omah ini" puji Omah.


"Makasih Omah hehe, lagian kan emang sudah waktu nya kalian bersantai di rumah dan istirahat. biar kami para Cucu Omah yang melanjutkan semua nya dan memberikan yang terbaik untuk Omah dan Opah." ucap Nawan sambil tersenyum.


Lalu Omah pun memeluk Nawan, dan mengelus serta mencium pucuk kepala Nawan. begitu pula dengan Nawan yang langsung merespon pelukan Omah dan mengelus punggung Omah nya untuk menenagkan nya.


"Yasudah An, kamu tidurlah dulu yak. istirahat dan masalah kerjaan bisa di lanjut esok hari." titah Omah sambil melepas pelukan nya.


"Baik Omah, selamat malam" balas Nawan.


"Selamat malam juga" sambung Omah.


Lalu Nawan pun beranjak pergi ke kamar nya meninggalkan Omah, begitu pun Omah yang kini kembali lagi ke kamar nya. mereka pun istirahat malam itu.


Sedangkan Ratih di india..


Bersambung dulu gaes hehe.. othor nya gak kuat mulai kambuh lagi. sampai berjumpa di next episode yak🥰.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, rate dan gift/vote muach🥰


__ADS_2