
Lalu tanpa terasa hari semakin larut malam. di kamar Ratih tiba-tiba terdengar suara, sehingga membuat Ratih terusik dari tidur nya.
"Siapa disana?" Tanya Ratih.
Namun tidak ada satu pun sahutan terdengar. hanya suara keheningan dan jangkrik yang bernyanyi.
Hingga terdengar lagi suara langkah kaki yang semakin mendekat pada Ratih. lalu Ratih yang takut dan masih dalam keadaan tidak stabil pun hendak berteriak.
Namun mulut nya bekap oleh orang misterius itu. lalu orang itu pun berbisik pada Ratih sambil memeluk nya.
"Ini aku Rat" Suara hilir terdengar senyap.
"Randi" Balas Ratih dalam batin nya.
Setelah Ratih benar-benar tenang, orang itu pun membuka bekapan nya dan menhidupkan lampu malam. dan terlihat samar lah wajah Randi dari balik gelap sambil tersenyum manis mengelus pipi Ratih.
"Randi, apa itu kamu?" Tanya Ratih masih dalam samar-samar cahaya.
"Iya Ratih ini aku" Jawab Randi.
"Aku rindu kamu" Ucap Ratih lalu memeluk Randi.
Lalu Randi pun balas memeluk Ratih. dan kedua nya saling berpeluk erat dan meneteskan air mata haru. setelah itu, Randi pun melepas pelukan nya dan mengelus pipi Ratih.
"Maafkan aku Ratih" Ucap Randi.
"Jangan begitu Ran, ini semua salah ku. karena aku kita jadi tidak bisa bersama lagi" Balas Ratih.
"Tidak Ratih, berhenti menyalahkan diri sendiri. kamu tidak salah, tapi aku yang salah" Ucap Randi.
"Tidak.. kamu tidak salah Ran, andai aku tidak ehm.." Ucap Ratih yang terhenti karena benda kenyal itu pun menempel hangat di bibir Ratih.
Randi pun menci*m bibir Ratih dan merangkul pinggang nya. lalu Ratih pun membalas cium*n itu dengan lembut sambil merangkul leher Randi.
Lalu Randi pun menuntun Ratih untuk berbaring, setelah itu dia pun melepas cium*n nya lalu berbaring di samping Ratih dan menggenggam tangan nya.
"Sampai kapan pun, aku akan mencintai mu Ratih, aku minta maaf karena sudah lalai menjaga kamu, dan tolong berhenti menyalahkan diri sendiri lagi ya Rat." Ucap Randi.
Namun Ratih hanya diam dan meneteskan air mata. dan Randi yang merasakan kesedihan Ratih pun kembali meraih tubuh Ratih lalu memeluk nya dengan erat.
"Sutt.. jangan menangis lagi Rat, kamu harus sabar dan ikhlas menerima takdir ini. dan aku berjanji akan cepat menikahi mu lalu kita tinggal bersama. " Ucap Randi sambil mengelus pundak Ratih.
"Terimakasih Randi" Balas Ratih sambil memeluk erat Randi.
Lalu kenyamanan itu pun menjadi sebuah malam yang indah untuk Ratih dan Randi. hingga tanpa terasa waktu pun terus berlari lebih cepat, hingga kenyamanan itu pun membuat mereka langsung pergi bersama ke alam mimpi di ranjang yang sama.
馃グ馃グ馃グ
Pagi pun tiba..
__ADS_1
Kini Ratih sudah bangun dari tidur nya. namun saat dia melihat sekeliling kamar, dia tidak mendapati ada nya Randi. melainkan hanya setangkai mawar merah yang ada di samping Ratih, dan juga mawar putih yang ada di atas nakas beserta sebuah surat.
Lalu Ratih pun segera mengambil surat itu dan membaca nya sambil tersenyum.
"Aku menunggu mu Randi" Ucap Ratih lalu menaruh surat itu ke dalam laci dan menghirup aroma bunga mawar yang Randi berikan.
Dan di saat Ratih tengah menghayati aroma wangi bunga, tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh Bik Siti.
"Permisi Nona muda, Tuanmuda menyuruh Bibik memanggil Nona ke bawah untuk sarapan. Nona Rosa dan Tuan Riyan pun sudah menunggu di bawah untuk sarapan." Ucap Bik Siti.
"Baiklah Bik, tolong beritau Kakak aku segera ke bawah untuk sarapan." Balas Ratih yang masih menutup mata nya dengan ukiran senyum di bibir nya.
"Baik Nona, saya permisi" Ucap Bik Siti lalu pergi meninggalkan Ratih yang masih di kamar nya.
Dan setelah itu, Ratih pun gosok gigi lalu turun ke bawah menuju meja makan setelah dia membersihkan wajah nya dan juga merapihkan rambut nya.
"Lama sekali Dek." Ucap Nawan.
"Ya maaf Kak, habis aku ngantuk banget hehe" Balas Ratih.
"Tumben ceria pagi-pagi, biasa nya lu murung seperti awan mendung" Celetuk Riyan.
"Hilih lu bunga bangk*, gua murung salah senyum salah." Ketus Ratih.
"Buseh dah lu baperan banget." Ucap Riyan.
"Tuh denger Kakak kalian yang cantik itu." Ucap Nawan menggoda.
Lalu pipi Rosa pun merah merona seperti di tabok Author gesrek hehe. dan Ratih yang melihat Nawan dan Rosa saling bertatap mata pun langsung membungkuk di tengah-tengah mereka sambil mengucapkan.
"Bucin terus!!!!" Ketus Ratih membuyarkan tatapan manja itu lalu duduk di kursi nya.
Setelah itu, sarapan pun berlanjut dengan wajah Nawan yang musam dan wajah Ratih yang kembali dingin tanpa senyuman lagi.
Beberapa menit kemudian..
Sarapan pun telah usai, Nawan dan Rosa pun pergi ke kantor bersama, lalu Riyan pergi ke rumah teman nya, sedang kan Ratih kembali ke kamar karena Omah dan Opah memang tidak ada di rumah dari kemarin malam.
Dan saat Ratih sendirian, rumah nya pun di teror entah oleh siapa. yang pasti Ratih hanya mencurigai Andrew, karena saat ini dialah orang yang paling Ratih benci.
"Siapapun lu, gua akan dapatkan!" Gertak Ratih lalu membersihkan diri nya.
Setelah Ratih siap, dia pun memakai jaket nya dan sepatu nya. lalu pamitan pada Bik Siti dan Imah untuk keluar.
Di sisi lain Randi tengah melayani bantak customer bengkel nya dengan Henri dan Paulus serta beberapa anggota King Cobra grup.
"Pegel sumpah badan gua" Keluh Paulus.
"Hais kebiasaan lu Pau, baru segini doang sudah mengeluh." Ucap Henri.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak mengeluh, kan makin ramai makin bagus. lagi pula kalau bengkel kita ramai, uang bonus nya juga untuk kalian kan." Ucap Randi sambil mengambil kunci-kunci brangkas.
"Betul juga lu Ran, yuk bisa yuk" Balas Paulus.
Lalu mereka pun kembali bekerja. namun saat Randi hendak bekerja lagi, tiba-tiba perasaan nya tidak enak terhadap Ratih.
"Ri, kok perasaan gua tidak enak ya." Ucap Randi.
"Ah mungkin cuma haluan lu aja Ran." Balas Henri.
"Tidak Ri, ehm.. gua keluar dulu sebentar, gua titip bengkel ya." Ucap Randi lalu membuka baju bengkel dan pergi dengan motor sport nya.
"Kenapa tuh bocah Ri?" Tanya Paulus.
"Seperti nya dia punya firasat aneh tentang Ratih deh, karena tidak mungkin Randi bisa se khawatir itu kalau bukan tentang Ratih." Jawab Henri.
"Yasudah kalau begitu kita harus cepat selesaikan satu mobil ini." Ucap Paulus.
"Kenapa buru-buru?" Balik tanya Henri.
"Kita kudu susul Randi, kalau tidak ya gua takut mati berdiri karena khawatir dia kenapa-kenapa juga." Jawab Paulus.
"Iya juga ya ehm.. Yasudah capcus" Ucap Henri.
Lalu Paulus dan Henri pun menyelesaikan tugas nya di bantu beberapa anggota King Cobra grup.
Kembali pada Ratih yang kini sudah berada di markas penyiksaan genk Elang, dimana Andrew kini masih di sekap di sana sebelum di jebloskan ke penjara.
Lalu tanpa pikir panjang, Ratih pun melangkah lalu bertemu Trio semprul dan Tomi yang tengah berjaga di gedung itu.
"Loh Rat, lu sudah oke kah?" Tanya William.
"Gua baik-baik saja Wil, but rumah ada yang neror. dan gua curiga Andrew lah yang melakukan semua ini." Jawab Ratih.
"Gua rasa tidak mungkin kalau Andrew Rat." Ucap Tomi.
"Kenapa bisa begitu?, apa alasan nya kalau memang bukan Andrew dalang dari semua ini?" Tanya balik Ratih pada Tomi.
"Karena sudah dua hari ini Andrew di bius oleh kami sesuai perintah Nawan. " Jawab Tomi.
"Lalu kalau bukan dia siapa" Ucap Ratih sambil mengelus kening nya.
Dan tidak lama kemudian, datanglah dua puluh orang anggota genk Parwa dengan Jack yang memimpin nya.
Bersambung...
Nah loh ngapain lagi kau Jack mania ahaha, penasaran ya?? sama aku juga hehe.
Kalau penasaran, langsung saja di tap love favorite nya yak. so jangan lupa like, koment, saran, rate dan vote/gift.
__ADS_1