Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 25 Aib yang di rahasiakan


__ADS_3

Wilea dan Romi pergi berbulan madu dan sejak saat mereka menikah, Wilea di bawa oleh keluarga Romi untuk tinggal dengan mereka.


Dan sesuai janji, Romi, maka Wilea masih tetap bisa kuliah meskipun sudah menjadi istrinya. Diapun mengambil jurusan Psikologi untuk kuliahnya.


Wilea menjalani kehidupan yang bahagia bersama suami dan keluarga barunya. Suaminya sangat mendukung keinginan nya untuk menjadi wanita karir.


Sedangkan Alea, saat ini, kehamilannya menginjak usia tujuh bulan. Dan karena sudah semakin besar, dia sekarang kembali tinggal bersama Rose.


Alea tidak di ijinkan keluar rumah karena khawatir ada yang melihat perutnya yang semakin besar.


Rose yang akan keluar untuk membeli semua keperluannya, dan mengurung Alea didalam rumah. Hal ini dia lakukan untuk menjaga nama baiknya dan juga semua keluarganya.


Rose masuk ke kamar Alea, dan dia baru saja mandi kala itu.


"Mom, Alea sangat bosan. Bisakah Alea berjalan-jalan keluar?"


"Tidak! Mommy tidak mengijinkan kau pergi ke manapun sampai kau melahirkan bayi itu,"


"Kenapa Mom, aku bisa memakai baju yang longgar. Aku juga akan memakai jaket, agar tidak terlihat dan menarik perhatian orang,"


"Tidak! Jika Mommy sudah bilang tidak! Maka kau tidak boleh pergi kemanapun,"


"Tapi mom...."


"Jangan mendebat mommy. Mommy sudah sangat pusing dengan kehamilanmu ini. Jangan menambah masalah lagi untuk mommy!"


Alea tertunduk dengan lesu. Terlihat raut kecewa di wajahnya.


Tiba-tiba, Dimitri menelpon Rose. Rose segera mengangkatnya.


"Halo..."


"Aku akan mengajak Alea keluar untuk ke dokter. Biarkan aku yang mengantarnya kali ini," kata Dimitri pada Rose.


Rose lalu menatap putrinya yang tertunduk didepannya. Sesaat dia nampak berfikir dan menimbang-nimbang.


"Baiklah. Tapi kau tahu, dia tidak boleh terlihat oleh siapapun," kata Rose lalu menutup teleponnya.


Setelah Dimitri di ijinkan untuk membawa Alea, maka dia segera mengantarkan Micha lebih dulu ke rumahnya. Setelah itu, dia akan menjemput putrinya.


Didalam mobil, Micha duduk disebelah Dimitri dan menatap kesal pada kekasihnya itu.


"Kau sangat sibuk belakangan ini!" ketus Micha.

__ADS_1


"Ya. Aku minta maaf padamu. Kau jangan marah ya,"


"Aku semakin cemas dan merasa tidak aman. Kau semakin dekat dengan mantan istrimu itu," sahut Micha.


"Sudah ku katakan berapa kali. Tidak ada apapun di antara kami selain persahabatan. Kami bukan suami istri lagi. Kami bersahabat dan semua ini demi anak-anak,"


"Aku tidak akan membiarkan kau bahagia jika kau mengkhianatiku. Jangan pernah berfikir untuk mengkhianati diriku," ulang Micha cemburu pada kekasihnya itu.


"Aku berjanji. Tidak akan mengkhianati mu. Sudah sampai. Kau bisa turun sekarang, aku akan menjemputmu nanti malam, cup,".


Dimitri mencium kening Micha sebelum masuk lagi ke dalam mobilnya.


Micha berdiri dan menatap kekasihnya itu dengan hati yang cemas.


Tiba-tiba, suaminya yang mempersulit perceraianya menepuk pundaknya dari belakang.


"Sudah kubilang. Cabut gugatan percerainmu. Dan kita akan kembali memulai dari awal. Aku masih sangat mencintaimu. Aku akan berjuang untuk kebahagiaan mu," kata suaminya yang tidak ingin bercerai dengan Micha.


"Sudah terlambat! Kita tetap akan bercerai dan aku akan menikah dengan Dimitri," kata Micha penuh percaya diri.


"Aku tidak akan semudah itu melepaskan dirimu," sahut suaminya dengan kesal. "Dan aku yakin, Dimitri hanya ingin kau menjadi kekasihnya saja. Tapi kau tidak akan pernah menjadi istrinya. Keluarganya tidak menyukaimu. Karena kau, dia dan Rose bercerai," imbuh suami Micha lagi.


"Bukan urusanmu! Kita akan berpisah. Sebaiknya kau tidak ikut campur urusanku lagi!" Tegas Micha lalu meninggalkan suaminya itu dan masuk kedalam rumahnya.


Dimitri sampai ke rumah Rose dan menjemput Alea untuk periksa kandungan ke dokter.


Didalam mobil, Alea berbincang dengan ayahnya, dan lebih mudah bicara dengan ayahnya daripada ibunya saat ini.


"Kau terlihat sedih. Ada apa?" tanya ayahnya.


"Bisakah kita ke rumah Jack? Mungkin dia sudah kembali. Dia berjanji akan menikahiku. Maukah Daddy mengantarkan aku kesana?"


"Ya. Tentu saja! Daddy juga ingin menemui keluarganya dan menuntut mereka bertanggung jawab. Sayangnya mereka tidak ada di sini, seperti yang kau bilang, mereka ada diluar negeri," kata Dimitri menatap putrinya yang duduk disampingnya.


"Thanks Dad. Sulit bicara dengan Mommy, aku tidak tahu lagi harus apa," keluh Alea yang terus saja dikurung didalam rumah dan tidak boleh menemui siapapun selain dirinya dan ayahnya.


"Oke. Kita akan kesana. Siapa tahu mereka telah kembali," kata Daddynya.


Mereka menuju rumah Jack dan mobil Dimitri berhenti di depan gerbang rumah mewah bak istana itu.


Dimitri turun dan di ikuti Alea di belakangnya.


Seorang satpam mendekati mereka.

__ADS_1


"Pak, apakah Jack dan keluarganya sudah kembali?" tanya Dimitri pada satpam itu.


"Belum pak, sampai saat ini masih berada diluar negeri," jawab Satpam dengan ramah dan sedetik kemudian melirik pada Alea yang perutnya besar.


Dalam hati, satpam itu bisa menarik kesimpulan apa yang sudah terjadi.


Gadis ini sering datang untuk mencari Tuan Jack, dan sekarang perutnya terlihat besar seperti orang hamil. Pantas saja dia sering datang. Jadi ini sebabnya, gumam Satpam ketika Dimitri melongok ke dalam beberapa saat.


"Baik jika begitu, kami permisi,"


Dimitri dan Alea masuk kembali kedalam mobil dan meninggalkan rumah Jack.


"Mereka belum kembali. Kau harus bersabar," kata Dimitri menepuk pundak putrinya dengan lembut.


"Emm, iya Dad," Alea menatap keluar dari jendela mobil yang terus melaju kesebuah rumah sakit.


馃尫馃尫馃尫


Dua bulan kemudian.


Rose sangat panik ketika air ketiba Alea sudah pecah dirumah. Diapun menelpon Dimitri, namun Dimitri sedang bersama Micha si sebuah kamar hotel dan Micha mematikan handphone kekasihnya itu.


Karena berulang kali tidak ada respon, maka Rose membawa Alea sendiri kerumah sakit.


Alea terus saja menangis sejak dirumah dan sepanjang perjalanan karena mulas diperutnya yang sangat menyakitkan.


Dia merasakan gejolak hebat didalam perutnya dan juga bagian bawahnya.


Bayi itu seakan tidak sabar untuk keluar dari dalam perutnya.


Bahkan sepanjang jalan menuju rumah sakit, Alea terus berteriak dan membuat Rose sangat panik ketika menyetir mobilnya.


"Mom....sakit sekali....." keluh Alea sambil memegang bagian bawah perutnya.


"Sabar sayang...tahan ya....kita sebentar lagi sampai dirumah sakit,"


Sahut Rose sambil menoleh ke jok belakang di mana Alea duduk dengan gusar.


"Mom.....aku tidak kuat lagi. Dia terus mendesak ingin keluar...." kata Alea dengan nafas sesak dan tersengal-sengal.


"Sabar sayang. Mommy akan mempercepat mobilnya. Kamu harus tahan sampai kerumah sakit. Jangan melahirkan di dalam mobil,"


"Aku tidak kuat lagi Mom. Dia sepertinya benar-benar akan keluar sekarang...." Kata Alea sambil berderai air mata karena sakit yang luar biasa dia rasakan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2