Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 43


__ADS_3

Rama dan Hania sudah di resto untuk makan siang sebelum nonton bioskop. Setelah memesan makanan yang akan mereka makan mereka masih duduk terdiam.


Rama melihat ke arah Hania yang duduk dihadapan dia. Hania masih cemberut sepertinya masih kesal dengan kejadian barusan.


" Kalo cemberut kamu gemesin tahu gak sih..." Ucap Rama sambil menatap Hania tersenyum.


Hania hanya mencebik dan mambalas tatapan Rama dengan kesal.


" Kenapa sih tuh mantan kakak selalu beredar terus di sekitar kita.. Kalo di kantor masih wajar, ini sampe di bioskop segala..." ucap Hania yang masih cemberut


" Tapi aku sukak kamu tadi...Terima kasih ya.." Ucap Rama sambil tersenyum


" Terima kasih untuk apa?" tanya Hania


" Terima kasih karena kamu melindungi aku tadi..." ucap Rama


" Yah jelas harus gitu... Aku percaya sama aku kak.. Aku akan berhenti mempertahankanmu jika kamu yang memintanya.." Ucap Hania


Rama langsung berpindah duduknya ke samping Hania.


" Aku tidak akan pernah memintamu berhenti... " ucap Rama sambil mengelus kepala Hania.


" Iya tapi jangan keenakan dilindungi... Aku juga butuh kamu.." Ujar Hania


" Tentu saja...kamu gak usah kuatir untuk itu.." Ucap Rama lagi dengan lembut.


" Jadi kita disuruh kesini supaya bisa liatin dua orang ini bermesraan ?" terdengar seseorang mengomel di belakang mereka.


Rama dan Hania menoleh ke belakang, melihat ke arah suara tadi.


" Parah lo bos... Gw juga kan mau pacaran..ngapain kami disuruh kesini sih..." omel Hendra. Terlihat Raina juga cemberut.


Bukan tanpa alasan mereka menjadi kesal. Karena Hendra berencana untuk untuk makan siang romantis disalah satu resto yang ada di puncak gedung di kota tersebut.


" Koq kalian disini?" tanya Hania heran


" Noh..kak Rama rese banget sih..."


Hania menatap Rama yang memasang wajah datar.


FLASHBACK ON


Saat Hania dan Raina yang sedang berdebat tadi, Rama mengirim pesan ke nomor Hendra.


" BURUAN KESINI... ADA DI MALL PS...RESTO TAI WAN...AJAK RAKHA DAN RAINA...GAK ADA PENOLAKAN!!"


Begitulah isi pesan Rama kepada Hendra.


" Kakak kamu kenapa? Koq tiba tiba kirim pesan gini?" tanya Hendra ke Raina sambil memperlihatkan isi pesan dari Rama.


" Gak tahu...apa terjadi sesuatu? Ayok puter balik..kita kesana..." Ajak Raina akhirnya.


FLASHBACK OFF


Dan disinilah mereka. Pas mereka sampai malah melihat pemandangan yang menurut mereka menyebalkan.


" Aku udh kuatir tauk kak... Kirain kenapa napa..." ucap Raina kesal sambil duduk dikursi di hadapan mereka. Hendra pun turut mendudukkan dirinya di samping Raina sambil menatap sebal ke bosnya sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


" Kenapa kakak memanggil mereka kesini?" tanya Hania bingung


" Hem...aku mau ajak mereka nonton juga..kayaknya film yang kamu pilih seru.." Rama beralasan.


" Tapi kita belum beli tiket buat mereka.." Ucap Hania


" Gampang...Hendra bisa beli online kan...liat aja kursi kami supaya bisa diambil yang berdekatan..." Ucap Rama sambil menyerahkan tiketnya


" elaah..gw lagi... " Ucap Hendra sambil mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan mulai membuka aplikasi untuk membeli tiketnya.


" Jangan lupa Rakha dan Vina..." Ucap Rama


" Hah? Mereka juga? Ya ampun kak..kakak kenapa sih." tanya Hania bingung


" males aj ntar ketemu ama yang modelan tadi... Kalo ada mereka kita bisa diem aja...nanti mereka yang hadepin..." Ujar Rama


" hehe..ada ada aja..." ucap Hania


" Emang ketemu siapa tadi?" tanya Raina


" Hehe..ulat keket... Gak usah kuatir..." jawab Hania dengan tersenyum.


" Hello..I am comiing.. "


Mereka berempat menoleh ke arah suara tersebut. Terlihat Rakha dan Vina yang sedang menuju ke meja mereka.


" Ada apa nich...koq kita disuruh ngmpul disini..." Tanya Rakha sambil duduk di deretan kursi Hendra.


Rama mengajak Hania tadi duduk yang mejanya bisa muat 6 -10 kursi.


" Hania ada apa..?" tanya Vina yang sudah duduk di samping Rakha


Hania hanya melirik Rama.


" Yasudah..karena udah disini..kalian cepat pesan makanan kalian supaya keburu..." Ucap Rama akhirnha


" Pesan sekalian buat empat orang lagi.." Ujar Rakha


" Hah? Empat orang?" tanya Hendra


" Iya..kami tadi ngajak Bara ama Reza.." Ucap Rakha santai.


" Astaga...kak Rama tuh bener bener yah..." ucap Raina kesal.


Tiba tiba Rama meringis sambil mengelus elus pahanya. Hania menatapnya sebal dan mencubit paha Rama.


" Sakit Han..." Ujar Rama merengek.


" eh buset...kak Rama, tuh wajah gak salah? Udah cair nih kulkasnya?.." Ucap Rakha


" Nah itu yang buat aku kesal Kha...masak kita nyampe kesini malah jadi nonton mereka berdua mesra mesraan.." ucap Raina sebal


Rakha hanya tertawa mendengar ucapan Raina.


Tiba tiba datanglah Bara, Vey, Reza dan Sierra. Dan mereka pun menanyakan pertanyaan yang sama dengan yang lain.


" Udahlah..nanti aja yah..." Ucap Hania yang pusing harus menjawab pertanyaan yang sama lagi.

__ADS_1


Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Dan mereka segera menyantap makanan itu karena Hendra sudah kasi tahu kalo sehabis ini mereka nonton bioskop. Tiket sudah dibeli termasuk punya Bara dan rombongan tadi.


Setelah makanan habis, mereka pun menuju ke bioskop karena waktunya sisa 10 menit lagi dan studionya sudah dibuka.


" Loh Hen..koq kita mencar mencar.." Tanya Rama


" Yaiyalah bos..gw kan mau mojok..ngapain gw nempel kalian..." Ucap Hendra santai


" Hahahha...bener bener... Good job Hen.." Ucap Reza


Rama hanya mendelik ke Hendra.


Akhirnya mereka duduk di tempat mereka masing masing.


" Loh Rama...kamu duduk disini ?.."


Rama dan Hania menoleh ke arah suaranya.


Terlihat Anin udah duduk di samping Rama. Rama dan Hania saling tatapan dan langsung berpindah tempat. Hania jadinya duduk di samping Anin. Bibir Anin mengerucut, sedangkan Hania santai tanpa melihat Anin.


Karena lampu belum dimatikan, jadi yang lain bisa melihat Anin ada disana.


" Kak, Itu ada ulet keket.." Ucap Raina sambil menunjuk ke arah tempat duduk Rama.


" Oooh...pantesan mereka ngajak kita..." ucap Hendra


Begitu juga Rakha yang menyadari ada Anin disana. Dia pun mengajak Vina untuk bertukar tempat dengan Rama. Vina mau mau aja, toh dia gak ada masalah dengan Anin.


" Kak, tukeran yuk..kalian keatas aja..ini tiketnya..." Jcap Rakha menghampiri Rama dan menyerahkan tiketnya.


Rama langsung mengangguk dan langsung mengajak Hania berpindah tempat.


" Hey bro..."


Ada suara laki laki menyapa Rakha.


Rakha menoleh ke arah suara itu dan kaget karena ada Ronald, teman semasa kuliah dulu diluar negri dulu. Ronald adalah kakak tingkat yang sedang mengambil S2 yang kebetulan bersamaan dengan Rakha.


" Heyho... Sendiri? " tanya Rakha sambil bersalaman dengan Ronald.


" iya nich..." Jawab Ronald sambil garuk garuk kepala


" Duduk dimana..." Tanya Rakha


Ronald mencari dan pas duduk di samping Anin.


" Disini..." Ucap Ronald pelan sambil menunjuk kursi yang dia maksud.


" Yaudah pas kalo gitu...Kenalin dia Anin..Aku kenal aja .gak dekat... Kali aja kalian jodoh..hahha.." Ucap Rakha sambil tertawa


" Sialan..." Ucap Anin sambil mendelik ke arah Rakha


" Sialan lo..." Ucap Ronald sambil duduk dengan santai.


Akhirnya lampu dimatikan dan filmnya pun dimulai.


__ADS_1


__ADS_2