
Da di pinggir jalan dan berteriak sekencang mungkin, setelah itu ia menangis sejadi-jadinya di tengah hujan yang sangat deras itu.
Setelah itu Ratih di hampiri Nawan yang keluar dari mobil sport nya, lalu Nawan menggendong Ratih dan memakaikannya jaket.
"Astaga Rat, sampai basah kuyup gini" ucap Nawan.
"Ayo pulang Kak, gua sudah bertemu Randi dan mengucapkan salam perpisahan" ucap Ratih.
Nawan pun diam dan langsung melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan Ratih memikirkan Randi begitu pula dengan Randi yang memikirkan Ratih.
Bahkan Randi langsung menerobos hujan menuju rumahnya tanpa menghiraukan ramainya jalanan kota.
...****************...
Randi kini sampai di rumah dan langsung membanting pintu mengagetkan Pak Pratama yang tengah asik menikmati kopi bersama Bu Salma.
"Btw, cepet juga ya Bu Salma dan Pak Pratama baikan. ah sudahah.. lanjut" celetuk Author sengklek.
Setelah itu Pak Pratama yang dibuat kaget pun langsung berdiri dari duduknya dan memarahi Randi.
__ADS_1
"Apa si Ran!, pulang bukannya salam malah membanting pintu!. memangnya gampang hah dapat uang buat beli pintu ini! " teriak Pak Pratama.
"Ini semua salah anda Pak!, Ratih sudah pergi besok ke india! puas anda hah! " bentak Randi lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.
"Bagus lah jika dia pergi!, maka Mayang viza lebih mudah menguasai hati dan pikiranmu Randi! " teriak Pak Purnama.
Randi pun tidak menggubris perkataan Pak Pratama. lalu ia masuk ke kamarnya dan keluar lagi dengan membawa seransel tas yang berisi baju serta barang-barang miliknya.
"Kamu mau kemana sayang" tanya Bu Salma.
"Pergi Amma, disini bukan tempatku dan mulai detik ini dan saat ini juga. ini bukanlah Rumah atau tempat aku di besarkan" ucap Randi dengan kesal dan mencium tangan Bu Salma dan pergi.
"Aku akan pergi dari neraka ini, dan jangan mencari ku lagi" ucap Randi dan pergi dari rumah Pratama dengan motor sport nya.
Randi benar-benar kecewa dengan Ayah nya yang bahkan tidak mempunyai hati nurani sedikitpun.
Namun Pak Pratama malah meremehkan kepergian Randi sehingga membuat Bu Salma geram pada suaminya itu.
"Nanti juga dia akan pulang, lagian dia gak akan hidup jika bukan karena uang dariku" ucap Pak Pratama dengan angkuhnya.
__ADS_1
Plak!!!!... (sebuah tamparan keras medarat di pipi Pak Pratama).
"Jika Putraku kenapa-napa!, maka kau yang akan aku salahkan dan tuntut! " bentak Bu Salma lalu pergi begitu saja meninggalkna bekas tamparan di pipi Pak Pratama.
"Sial kau Randi, ini semua karena mu" ucap Pak Pratama yang lagi-lagi mneyalahkan Randi atas perbuatannya.
...****************...
Di saat Randi pergi, di saat itu juga Ratih sudah tiba di rumah dan sedang menghangatkan tubuhnya di dada Nawan.
"Kak, lu udah urus semua kebutuhan gua untuk ke India kan? " tanya Ratih.
"Sudah dek, semua sudah beres" jawab Nawan sambil memeluk Ratih dari belakang.
"Lu jangan kangen sama gua ya Kak" ucap Ratih yang tengah memegang tangan Nawan.
"Gua pasti kangen lu Dek, tapi gua akan selalu dukung semua keputusan lu" ucap Nawan.
Ratih pun melepas pelukan Nawan dan memeluknya dengan sangat erat, lalu Nawan mengecup kening Ratih dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Gua tau lu sedih, dan gua juga tau lu hancur saat ini. namun gua yakin lu wanita kuat dan tegar, pasti lu bisa melewati semua ini" ucap batin Nawan.