
Randi menceritakan kejadian itu pada Bu Salma. lalu ia menatap sayu pada Ratih yang tengah terbaring lemah diatas kasur.
"Amma tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada wanita ini, siapapun dia amma sangat berterimakasih" ucap Bu Salma bersyukur pada Tuhan.
"Namanya Ratih, ehm... Amma kenapa Dokternya lama sekali" tanya Randi.
"Sabar Ndi, mungkin masih dalam perjalanan" jawab Bu Salma.
"Aku takut Ratih kenapa-kenapa Amma" ucap Randi.
"Percayalah ia akan baik-baik saja" balas Bu Salma sambil memeluk Randi.
Dari sosok Randi yang galak, dingin dan humoris ia juga bisa manja bahkan sangat prasa jika sudah bersama Bu Salma.
...****************...
Tidak lama kemudian, Dokter sudah tiba dengan segala keperluannya. karena seisi kamar itu memang khusus dan disetting layaknya kamar medis, jadi Dokter tidak perlu membawa banyak barang kerumah kediaman Pratama.
"Maaf Bu Salma dan Ndi ku sayang, kalian keluar dulu sejenak ya biar aku bisa bekerja" ucap Dokter.
"Ayo Ndi kita keluar dulu yak" ajak Bu Salma.
Randi mengikuti langkah Bu Salma namun matanya masih menatap jelas kearah Ratih yang lemah tidak berdaya itu.
__ADS_1
Didalam sana Ratih segera ditangani Dokter keluarga Pratama. mulai dari luka terdalam hingga luka paling ringan semua tidak terlewati diobati dan diperiksa.
Dan Dokter membutuhkan waktu yang cukup lama menangani Ratih, karena lukanya cukup serius bahkan Ratih mengalami pendarahan yang cukup parah.
"Ia butuh transputasi darah karena darahnya begitu rendah. cepat kamu telpon rumah sakit untuk segera mengantarnya" titah Dokter.
"Baik bu" balas Suster.
Suster langsung keluar setelah menelpon dan menghampiri Bu Salmq serta Randi untuk menanyakan jenis golongan darah mereka.
"Permisi Nona besar, apakah anda atau Tuan muda bergolongan darah B negatif?" tanya Suster.
"Saya mempunyai golongan darah yang sama, namun saya memiliki darah yang tinggi. bagaimana ini" jawab Bu Salma.
Randi diam dan berpikir. dan setelah itu ia pergi menuruni tangga dan kembali dengan membawa salah satu pelayan termuda dirumah Pratama.
"Pelayan ini mempunyai golongan darah yang sama dengan Ratih, Amma" jawab Randi.
"Apakah itu benar nak?" tanya Bu Salma.
"Iya Nyonya besar itu benar" jawab pelayan ity.
"Apa anda bersedia mendonorkan darah anda untuk Ratih?" tanya Randi.
__ADS_1
"Saya bersedia Tuan muda, ambilah darah yang Nona muda butuhkan saya siap memberi" jawan pelayan itu.
"Baiklah kalau begitu anda bisa ikut saya" ajak Suster.
Pelayan itu segera membuntuti sang Suster kekamar tamu satunya. lalu Suster segera mengambil Darah pelayan itu.
...****************...
Kondisi Randi semakin panik ditambah lagi setelah mendengar kondisi Ratih yang semakin parah bahkan melemah.
"Amma bagaimana ini" ucap Randi dentan panik.
"Kamu harus temang Ndi, Ratih akan baik-baik saja. kita berdoa pada Allah swt untuk meminta pertolongan dan kamu harus tetap tenang jangan panik" ucap Bu Salma menenangkan Randi.
Randi pun duduk disofa tepatnya disamping Bu Salma dan berdoa dalam hati untuk keselamatan Ratih.
"Ya Allah yaTuhan ku, tiada Tuhan selain engkau dan hanya kepadamu ku meminta. Tolong selamatkan nyawa Ratih aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayang. aamiin" ucap batin Randi.
Bersambung...
Terimakasih sudah selalu setia membaca Novelku. dan Kalau mau tau kelanjutannya, jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe
Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".
__ADS_1
Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹
Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃