
Ratih bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang Pria yang bernama Akash itu sampai tak sadar ia tertidur di mobil.
Satu jam berlalu, Ratih sudah sampai di apartement khusus dengan fasilitas medis dan pembantu yang cukup banyak di apartement itu.
"Haih Ayah berlebihan sekali" ucap Ratih.
"Permisi Nyonya silahkan masuk, oh ya perkenalkan nama saya Inem" sapa ketua Art.
Wanita paruh baya yang berasal dari indonesia sehingga ia dengan mudah berkomunikasi dengan Ratih.
"Terimakasih Bik, panggil saya Ratih saja" ucap Ratih.
Setelah mereka saling menyapa, Ratih pun masuk kedalam rumah di antar oleh Bik Inem. Ratih diberitahu lokasi per lokasi setiap inci dari apartement itu agar ia dapat lebih mudah mencari keberadaan dapur, kamar mandi umum, ruang tamu dan lain sebagainya.
"Terimakasih ya Bik, saya mau istirahat dulu" ucap Ratih.
Lalu Bik inem pun tersenyum dan membiarkan Ratih istirahat di kamarnya, sedangkan Bik Inem memberikan laporan pada Pak Purnama.
"Nona sudah sampai Tuan besar, dan ia sedang istirahat" pesan Bik Inem.
Pak Purnama yang mendengar hal itu pun turut bahagia dan tidak terlalu khawatir pada Ratih karena semua sudah lengkap ia berikan.
"Semoga kamu betah ya nak" ucap batin Pak Purnama.
...****************...
Malam pun tiba, Ratih tengah asik makan malam sambil telponan dengan Randi.
"Randi apa kabar lu?, udah baikkan?" tanya Ratih
"Sudah kok Rat alhamdulillah, lu bagaimana disana?. suka tempat tinggalnya?" balik tanya Randi.
"Gua nyaman kok disini alhamdulillah, lu sudah makan?" tanya Ratih.
"Sudah tadi setelah maghrib, lu sendiri lagi makan pasti hehe" tebak Randi.
"Hehe iya nih, gua baru sempet makan Ran" balas Ratih.
"Jangan telat makan ya disana, jangan lupa cari sekolah baru weh" ucap Randi.
__ADS_1
"Iya iya bawel haha" ucap Ratih.
Randi pun tersenyum dan berbaring di brangkar, sedangkan Ratih minum air putih tanda ia sudah selesai makan.
"Bik, nanti di beresin ya bekas makan malam nya" titah Ratih.
"Baik Nyonya" balas Bik Inem.
Bik inem pun membereskan piring dan gelas kotor bersama dua rekannya, sedangkan Ratih masih terus asyik telponan dengan Randi. hingga tidak terasa waktu semakin larut malam.
"Ratih, ini sudah malam. kita istirahat dulu ya, besok sambung lagi" ucap Randi dengan terpaksa.
"Baiklah Ran, selamat malam dan happy sweet dreams bee, muach." ucap Ratih dengan romantisnya.
"Hilih, selamat malam dan happy sweet dreams too my world" balas Randi.
"Assalamualaikum" akhir kata Ratih.
"Waalaikumsalam" balas Randi.
Telpon pun terputus, lalu Randi dan Ratih pun saling tersenyum dan tertidur di kasur dan negara yang berbeda namun hati tetap bersama ea.
"Apa ini gak berlebihan An?" tanya Rosa.
"Tidak kok, ehm.. justru ini acara inti setelah kita menghabiskan waktu seharian dan ini acara intinya" jawab Nawan.
"Ehm.. baiklah" ucap Rosa.
"Lu sudah selesai makan malam nya?" tanya nawan.
"Sudah kok An" jawab Rosa.
"Baiklah, tunggu sebentar ya" ucap Nawan lalu pergi.
"Loh An lu mau kemana??" teriak Rosa namun tidak terdengar Nawan.
Rosa pun hanya diam dan duduk kembali di kursinya, sedangkan Nawan sedang meracik jus untuk Rosa.
Sepuluh menit kemudian, Nawan membawa dua gelas jus mangga kesukaan Rosa dan kembali duduk di kursi berhadapan dengan Rosa.
__ADS_1
"Maaf ya lama, ayo diminum. setelah ini kita pulang" titah Nawan.
Rosa pun menurut dan langsung meminumnya hingga ia merasa aneh pada gelasnya yang bersuara saat sedotan mengaduk jus tersebut.
"An, ada apa di dalamnya?, kok bersuara begini tapi bukan suara benturan es" tanya Rosa keheranan.
"Coba lu habiskan dan lihat saja sendiri" ucap Nawan sambil senyum-senyum sendiri.
Rosa pun menghabiskan jus nya, lalu betapa kagetnya ia saat melihat isi gelas itu yang ternyata terdapat cincin berlian didalam nya.
"An" ucap nya yang senang bercampur bingung.
Nawan pun beranjak dari kursinya dan mengambil cincin itu dari genggaman Rosa ke genggamannya. setelah itu, ia berlutut di bawah sambil menyodorkan cincin berlian itu.
Visual Cincin
"Will you marry me Rosa?" tanya Nawan.
Rosa pun menjawabnya dengan anggukan dan tetesan air mata haru, lalu Nawan langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis Rosa.
Kini Rosa dan Nawan sudah berdiri dan saling menatap satu sama lain, lalu mereka pun saling berpelukan di iringi musik biolla yang menambah romantis suasana malam itu.
"Setelah kita lulus nanti, gua akan segera melamar lu dan kita menikah lalu hidup bahagia bersama" ucap Nawan di telinga Rosa.
"Terimakasih An, gua bingung harus berkata apa" balas Rosa yang masih meneteskan air mata haru nya.
Lalu Nawan melepas pelukannya dan menceka air mata Rosa dengan tisu, setelah itu ia mengecup kening Rosa dan menutup malam itu dengan lamaran yang tak terduga.
...****************...
Nah kan, sepertinya bau-bau mau tamat hehe. tenang saja, masih ada kelanjutannya kok jadi jangan sedih dulu kan belum ending😂.
Selamat ya Nawan dan Rosa, semoga cepet nikah dah biar makin uwuw dan meleleh tuh es batu berjalan itu.
Yasudah deh, aku tutup dulu ya episode hari ini.
Nah, kalau masih penasaran, langsung aja fav love novel nya biar gak ketinggalan cerita novel "Cinta Gadis Broken Home" nya okey.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak pula setelah membaca dan berkunjung berupa Like, koment, vote/gift, and Rate❤.