
Hallo semua, maaf ya aku lama bingits up nya, karena kondisi ku yang rapuh ini.
Tapi jangan sedih, karena hari ini aku akan menemani kalian dalam cerita ku "Cinta Gadis Broken Home".
And untuk kalian semua yang baik hati dan tidak sombong, terimakasih ya sudah mendukung ku. terutama si Ayank yang spam terus like dan koment hehe.
Yasudah langsung saja kita ke cerita nya, tapi sebelum itu, jangan lupa like, koment, rate dan gift or vote. karena semua itu gratis hehe.
Next episode..
Setelah itu, datanglah bantuan mobil khusus milik Pak Purnama yang sebelum nya Ratih sudah telepon.
"Kalian tolong angkat William, Julio, Paulus dan Henri ke dalam mobil ya. oh ya Pak, antar ke rumah Omah dan Opah ya." Titah Ratih.
Lalu Randi dan yang lainnya pun membantu mengangkat empat dudul itu ke dalam mobil. setelah itu Supir pun melajukan mobil nya menuju rumah Omah dan Opah.
Sedangkan Randi, Jack, Tomi dan Ratih yang masih berkumpul dengan para anggota nya pun langsung ikut bubar juga.
"Ayo Rat." Ajak Tomi.
"Iya Tom." Balas Ratih.
Namun tangan Ratih yang masih engan lepas dari tangan Randi pun masih terus memegang erat tangan Randi.
"Pergilah Rat, nanti aku akan berkunjung ke rumah kamu kok." Ucap Randi.
"Tapi Ran." Balas Ratih.
"I promise" Ucap Randi.
Lalu Ratih pun melepas tangan Randi dan masuk ke dalam mobil. setelah itu, Tomi menepuk pundak Randi.
"Tolong jaga perasaan Ratih ya Ran." Ucap Tomi.
"Selalu Tom, yasudah gua harus pergi ke bengkel lagi, tolong jaga Ratih dengan baik ya Tom." Balas Randi.
"I promise Ran." Ucap Tomi.
Lalu Randi pun hanya tersenyum dan pergi begitu saja dengan motor sport nya menuju bengkel di ikuti para anggota Genk nya.
__ADS_1
Sedangkan Riko pergi dengan motor sport Ratih lalu menyusul Ratih yang kini sudah membelah jalanan dengan Tomi.
*Cinta Gadis Broken Home*
Sesampai nya Ratih di rumah, dia pun di sambut oleh Nawan yang menyilangkan kedua tangan nya di dada sambil menunjukkan ekspresi cool nya.
"Mampus gua" Ucap Ratih.
"Apa gua bilang, pasti Vampire berhati batu es itu sudah menunggu lu di depan rumah." Balas Tomi.
"Putar balik cepat , putar balik Tom, cepat oy!." Titah Ratih.
Lalu Tomi pun langsung putar balik, namun Nawan yang di landa kesal pun segera lari mengejar mobil yang di kendarai Tomi sambil berteriak.
"Woy Ratih!! berhenti!!, Pak tutup gerbang sekarang!." Titah Nawan sambil berteriak.
Lalu pintu gerbang pun terkunci sebelum Tomi dan Riska keluar. dan secara otomatis, mobil pun berhenti mendadak.
"Ehm keluar!" Teriak Nawan.
Lalu Tomi pun keluar dan menghampiri Nawan yang di landa emosi itu. setelah itu, Nawan pun menatap Tomi dengan tatapan sinis.
"Ya ini perintah dari Adik lu." Jawab Tomi.
"Hadeh, di sini yang ketua itu gua, kenapa lu jadi malah mengikuti perintah Ratih." Ucap Nawan.
"Lah kan Ratih adik lu pe'a" Balas Tomi.
"Ah sudah lah, suruh turun tuh anak cepat." Titah Nawan.
Lalu Tomi pun segera membuka pintu mobil. setelah itu Ratih yang tengah duduk pun menyengir kuda ketika melihat Nawan yang membawa tongkat besar.
"Keluar Rat!." Ucap Nawan.
Lalu Ratih pun keluar dan berdiri tepat di hadapan Nawan tanpa berdosa sediki pun.
"Pak, nih tongkat nya." Ucap Nawan.
Lalu Pak Sekuriti pun mengambil tongkat itu, dan Ratih yang tadi nya tegang kembali bernafas lega setelah dia tau kalau Nawan tidak akan menghukum nya.
__ADS_1
"Yasudah ini kan masalah Adik dan Kakak ya, jadi gua pamit duluan yak." Ucap Tomi lalu masuk ke dalam mobil, setelah itu pergi dengan kecepatan penuh ketiga gerbang di buka.
"Ehm.. gua juga ya Kak." Sambung Ratih yang kemudian di jewer telinga nya oleh Nawan.
"Mau kemana lu hah" Ucap Nawan yang kemudian menyeret Ratih untuk masuk ke dalam Rumah.
"Adeh sakit woy Kak." Balas Ratih kesakitan.
Namun Nawan tidak menggubris rintihan palsu Ratih. lalu setelah masuk ke dalam rumah, Nawan pun mengajak Riska untuk bertemu dengan Bunda, Ayah, Omah dan Opah yang tengah duduk bersama.
"Nih anak sableng yang kalian cari tuh." Ucap Nawan dengan dingin, lalu pergi dari hadapan mereka.
Setelah itu Omah pun menghampiri Ratih dan mengelus rambut Ratih dengan lembut.
"Kamu kenapa nakal sekali si Nak?" Tanya Omah.
"Ya mau bagaimana lagi Omah, kan Omah tau aku punya kekurangan yang yang banyak sekali sehingga membuat otakku seperti ini hehe." Jawab Ratih.
"Sudah Bu, tidak apa-apa. ini kesalahan kami juga bukan." Ucap Bu Sari.
Lalu Bu Sari dan Pak Purnama pun meminta maaf kepada Ratih dan tersenyum. setelah itu, Ratih pun hanya bisa tersenyum.
Walau hatinya penuh luka, entah luka dari mana. setelah itu, Ratih pun ikut nge teh bersama Ayah, Ibu, Omah dan Opah.
Sedangkan di sisi lain, Randi yang sudah sampai di bengkel pun segera masuk ke dalam ruangan nya dan mencoba memecahkan sesuatu yang memang butuh ketenangan.
"Hais coba Ketua ini Paulus dan Henri bagaimana?" Tanya salah satu anggota.
"Baringkan saja di sofa, lalu panggilkan Dokter untuk menangani mereka berdua sampai siuman." Jawab Randi yang engan menoleh sedikit pun.
Lalu Randi pun masuk ke dalam ruangan nya sambil minum air putih. setelah itu Randi mulai berpikir bimbang bagaimana cara menyakinkan seseorang.
Dan cerita pun bersambung..
"Setia itu menunggu dan menemani, walau dalam kondisi apapun nanti, pasti cinta akan kembali lagi selagi hati tak kecewa.
-Ar29
Dan episode kali ini pun sudah selesai, thanks All and see u di next episode.
__ADS_1