
Dan srontak itu membuat Ratih kaget bukan kepalang karena ini first time William mencium kening Ratih. karena yang ia tau William itu di antara Trio semprul kerap dingin dan jarang banyak bicara.
"Weh dodol main nyosor aja tuh bibir" ucap Ratih sambil menabok bibir William.
"Adaw, refleks gua njir. ampun dah lu kasar bener jadi cewek kebiasaan lu" balas William.
"Bodoamat, dah ah simpan baik-baik ya cincinnya. gua pamit dulu papayo jaga diri baik-baik" ucap Ratih lalu pergi.
William pun hanya dapat menatap Ratih sambil mengikuti langkah nya menuju kawan-kawan yang lain.. setelah itu, Ratih pun masuk kedalam mobil dan pergi menuju bandara.
Randi yang kembali galau pun hanya bisa merenung lagi karena untuk kesekian kalinya baru saja dia akur dengan Ratih dan ingin menyatakan cinta nya, pasti ada aja halangannya.
"Udah sabar Ran, nanti dia balik lu langsung bilang semua nya oke" ucap Paulus menenangkan Randi.
"Yoi lay" balas Randi yang tidak bersemangat.
..._~good bye Ratih~_...
Waktu pun terus berjalan hingga tak terasa kini Ratih sudah berada di bandara dan duduk di bangku penumpang pesawat.
"Kapan ya semua orang bisa menerima gua apa adanya, sedangkan Kakak gua sendiri aja tega bilang begitu sama gua" ucap batin Ratih kala merenung.
Namun, renungan itu di ambyar kan oleh sosok Pria dan Wanita yang tak asing baginya.
"Hai sayang apa kabar?" tanya Pria itu.
"Elu!, ngapain lu disini njir?" Jawab Ratih yang kaget.
"Sutt.. gak usah kaget itu sayang" balas Pria itu sambil duduk di samping Ratih.
Ratih yang malas dan engan dengan Pria itu pun segera beranjak dari tempat duduk nya, namun ia di hadang oleh Wanita yang bersama Pria itu.
"Pesawat udah mau terbang Rat, ngapain lu mau keluar?. nyari mati lu?" tegur Wanita itu.
"Itu bukan urusan lu, dan untuk apa lu kesini dengan Andrew Kak drey?." tanya Ratih.
Nah udah tau kan siapa sosok Pria dan Wanita misterius itu, tak salah dan tak lain alah Andrew dan Audrey.
"Asal lu tau, sebenarnya gua dan Andrew ini saudara sepupu. dan ya, gua mendekati Nawan hanya untuk menarik perhatian lu agar lebih dekat dengan lu, lalu Andrew bisa kembali bersama lu. tapi sayang, Nawan sudah mau menikah dengan Rosa" jawab Audrey.
"Oh jadi gitu ya, pantas Kak Nawan ogah sama lu. hahaha ternyata lu wanita pembohong. and Now!!!, apa mau kalian sekarang?" tanya Ratih.
"Gua cuma mau lu begini" ucap Audrey berbisik pada Ratih agar tidak nampak mencurigakan.
Para penumpang yang awal nya heran dan bertanya-tanya pun kini mulai tenang. begitupun dengan Ratih yang perlahan duduk lemas karena Audrey sudah menyuntikkan obat tidur tepat di leher Ratih.
"Mau gua cuma lu tenang dan kembali pada Andrew" bisik Audrey tepat di wajah Ratih.
"Bangs*t lu!" teriak Ratih dengan lemas.
__ADS_1
"Tugas gua sudah selesai Drew, sekarang gua harus kembali untuk rencana selanjutnya" ucap Audrey.
"Thanks Drey" balas Andrew.
"Bangs*t lu berdua, bagaimana lu bisa menemukan gua" ucap Ratih dan pingsan.
"Nanti akan gua ceritakan perjuangan gua Rat" balas Andrew dengan senyuman.
Tak lama kemudian Audrey pun pergi dengan kedua rekan seperjuangannya yaitu Sulis dan Hani, lalu Ratih yang pingsan pun segera di rangkul oleh Andrew dalam pelukannya.
Ratih: "Thor lu mah kebiasaan, gua mau sekolah kok malah balik di culik"
Author: "Udeh nikmatin aja selama lu masih idup"
Ratih: "Hailih panci goreng, pala lu mau nikmatin. kalau gini namanya rasain mampus lu bukan nikmatin"
Author: "Ih udahlah debat mulu, skip ae nanti. skuy lanjut dulu".
Maaf gaes ada iklan wkwk, kita lanjut ke cerita..
Andrew pun terus merangkul Ratih dan mengecup pucuk kepala nya berkali-kali. ia tersenyum bahagia karena sudah kembali merangkul Ratih yang selama ini ia cari.
...~Cinta gadis broken home~...
Waktu terus berlalu, perjalanan ke india masih terus berlarut. namun Ratih masih belum sadarkan diri, entah berapa tinggi dosis yang Audrey kasih sehingga obat itu pun mampu membuat Ratih tertidur sepanjang perjalanan.
Di sisi lain, Nawan yang merasa bersalah pun bingung harus bagaimana. walau Rosa sudah menenangkannya, ia tetap tidak tenang karena hingga kini Ratih tiada kabar.
"Ehm.. jangan sedih terus sayang, nanti kita susul Ratih ya untuk memastikan ia baik-baik saja" ucap Rosa menenangkan Nawan.
"Tapi kenapa hatiku.." ucap Nawan yang terpotong.
Ucapan Nawan pun terpotong karena suara pecahan gelas yang terdengar dari luar. Nawan dan Rosa pun langsung melepas pelukannya, lalu mereka segera pergi melihat ada apa yang terjadi.
Setelah Nawan dan Rosa sampai di tempat asal suara itu, mereka pun melihat Bu Sari yang syok karena gelas yang ia pegang tiba-tiba jatuh bersamaan dengan foto Ratih yang berada di atas meja pajangan ruang tengah.
"Ya Allah, fitasat apakah ini. tolong lindungi putri ku" ucap Bu Sari.
"Sudah Nak, ayo kita duduk dulu." ajak Omah.
Bu Sari pun duduk di bantu oleh Omah, lalu Nawan segera memberikan Bu Sari segelas air putih dan ikut panik juga. namun Rosa yang setia menemani Nawan pun terus menenangkan nya.
"Ratih pasti baik-baik saja, kamu jangan khawatir" ucap Rosa pada Nawan.
Nawan hanya mengangguk dan mencoba berpikir positif dengan keadaan, ia juga langsung memeluk Bu Sari untuk menenangkan nya yang sedari tadi terus menangis tanpa berkata.
...~Cinta gadis broken home~...
Waktu terus berjalan, kembali ke india..
__ADS_1
Hingga pagi berganti malam, kini Ratih sudah berada di sebuah rumah megah milik Andrew di india yang di jaga ketat keamanannya. Ratih pun di baringkan di atas tempat tidur oleh Andrew dan di cipratkan air putih.
"Sayang, ayo bangun jangan tidur terus" ucap Andrew.
Ratih pun langsung mengedipkan mata nya dan menggosok kelopak mata nya. lalu ia terperajak kaget karena sudah berada di sebuah kamar yang tidak ia kenali.
"Hah diman gua!" teriak Ratih.
"Welcome my queen, this is my home dan akan menjadi rumah kita nanti setelah menikah" ucap Andrew yang menghalu.
"Ogah!, siapa yang mau menikah sama lu hih" balas Ratih jijik.
"Ayolah sayang, mau seberapa jauh lu melangkah. tetap saja lu akan kembali dengan gua" ucap Andrew dengan tatapan manis nya pada Ratih.
Ratih yang merasa jijik pun langsung menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya dan mulai memberontak untuk segera pergi dari tempat yang baginya itu neraka.
"Gua gak mau tinggal di sini!, ini bukan rumah gua!" teriak Ratih sambil beranjak.
"Lu gak akan pergi dari sini, ini rumah kita sayang" balas Andrew yang langsung menahan pergerakan Ratih.
"Lepasin gua Drew, gua jijik sama kebejatan lu!. gua benci sama lu!" ucap Andrew.
"Gua gak peduli lu bicara apa Rat, yang pasti lu adalah hidup gua dan masa depan gua" balas Andrew yang mulai menunjukkan sifat aslinya.
Ratih yang merasa trauma dengan tatapan mata Andrew yang kini ia tujukkan pun kembali melihat masa lalu kelam saat Andrew hendak memperk*sa nya di mobil.
"Ah tidak!!, gua gak mau!" teriak Ratu sambil menutup mata nya.
Ratih diam dan hanya berteriak, serontak membuat Andrew memberhentikan menahan Ratih dan ia hanya menahan tangan Ratih agar tidak berani kabur. Andrew bingung karena Ratih menunjukkan rasa trauma nya.
Hingga membuat Andrew pun memeluk Ratih dan tidak tega melakukan apa yang ada di pikirannya saat itu. Ratih pun terus berteriak sambil menangis di pelukan Andrew yang bingung harus melakukan apa.
Dan cerita pun bersambung...
..."Mau seberapa jauh hubungan kita dan orang tua, tetaplah firasat orang tua lah yang paling kuat untuk anak nya."...
..._Ar29_...
..."Dan seberapapun kita mengucapkan kata yang tidak baik untuk seorang Adik, namun Kakak tetaplah Kaka, dan penyesalan tetaplah ada."...
..._Ar29_...
Sebelumnya Author mau meminta maaf karena lama sekali tidak up novel, Author ingin sekali up tapi kerjaan masih padat sehingga mencari celah untuk beristirahat pun sulit, dan kesehatan Author juga sedang tidak baik dan masih masa pemulihan.
Dan semoga kedepannya Author bisa dapat waktu ya untuk terus up agar kalian tidak lama menunggu, karena Author tau menunggu itu sakit hehe馃檹
Namun walau begitu, Author mau ucapin makasih pada kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan novel ini ya馃檹, semoga kalian tidak bosan menunggu up next nya.
Baik segitu saja, jika kalian suka silahkan fav love novel Cinta Gadis Broken Home dan jangan lupa like, koment, Rate and vote/gift.
__ADS_1
Hampura sadayana, hatur nuhun馃檹.