
Mereka berbincang layaknya keluarga. bahkan kini Nawan sudah tidak canggung lagi dengan Rosa dan Rosa juga semakin nyaman dengan Nawan.
Yang dulu dikiranya seperti balok es, pendiam bahkan tidak banyak bicara eh saat sudah kenal dekat malah sebaliknya.
Nawan begitu hangat, banyak bicara walau singkat dan tawa serta senyum indahnya mampu membuat luluh hati Rosa.
"Ehem" dehem Ratih..
"Lu kenapa Dek? " tanya Nawan.
"Kakak asik terus sama kak Rosa, Ratih dicuekin huh" kesal Ratih sambil melipat kedua tangannya didada.
"Ulu ulu Ratih jangan ngambek gitu dong" bujuk Rosa yang perlahan beranjak dari tempat duduknya.
Nawan yang memahami ingin Rosa pun segera bertukar tempat duduk dengan Rosa. lalu Rosa tersenyum pada Nawan sehingga dadanya menjadi sesak bahkan jantungnya berdebar begitu kencang.
Namun Nawan mencoba mensterilkan alias menkondisikan segalanya lalu menjadi seeprti Nawan yang cool seperti biasa.
"Ratih kan enggak sendirian, lagian ada riyan juga lalu ada kakak dan Nawan" bujuk Rosa.
"Tapi kalian asik berdua terus . Riyan dan Ratih dicuekin huh" kesal Ratih lalu beranjak dari duduknya.
"Ayo bocil" ajak Ratih sambil menarik tangan Riyan.
__ADS_1
Riyan pun pergi dengan Ratih ke taman depan rumah mereka sambil tersenyum karena ini memang rencana Ratih untuk semakin mendekatkan Nawan dan Rosa.
Disisi lain, Nawan dan Rosa terlihat canggung bahkan suasana menjadi hening dan garing abis.
"Ehm.. Hai" ucap Nawan dan Rosa secara bersamaan sambil tersenyum kecil.
"Gua mau" ucap mereka lagi secera bersamaan.
"Udah lu dulu Ros yang bicara" ucap Nawan.
"Lu saja dulu An" balas Rosa.
"Cewek duluan" ucap Nawan.
Rosa menghela nafas panjang dan menghembuskannya, lalu ia menatap mata Nawan yang berada disebrang tempat duduknya.
"An, sebelumnya terimakasih ya lu dulu sudah selamatkan Adik gua dan membawanya kembali kejalan yang benar. dan terimakasih juga lu sudah menyelamatkan gua bahkan membantu membayar biaya administrasi juga." ucap Rosa dengan linangan air mata yang mulai menetes.
Nawan yang melihat air mata Rosa mulai menetespun langsung beranjak dan berlutut dilantai, lalu dia menadahkan telapak tantannya dibawah dagu Rosa sehingga air mata yang menetespun jatuh ketelapak tangan Nawan.
"Air mata wanita itu sangatlah berharga Ros, dan kita para Pria harus menjaga air mata ini karena wanita berhak bahagia dan menangis bahagia" ucap Nawan sambil mengusapkap air mata Rosa.
Jantung Rosa berdebar kencang saat melihat Nawan sedekat itu di wajahnya, bahkan ia seperti patung diam dan tidak berkutik.
__ADS_1
"Ros, hey rosa" ucap Nawan.
"Eh iya hehe maaf gua jadi melamun" ucap Rosa salting.
"Okelah, yasudah jangan melow lagi gua paling gak suka ngeliat cewek nangis bukan nangis bahagia gitu kan" ucap Nawan.
"Iya deh Nawan yang ganteng" ledek Rosa.
Bersambung**...
Ah bakal makin baper aja nih lanjutannya hehe, santai jangan sampai ketinggalan ceritanya bos que. eh tapi tapi.. aku mau hiatus dulu bberapa hari karena..
Tak terasa kita sudah di detik detik akhir puasa, bahkan besok udah lebaran hehe. hari ini aja sudah sibuk masak-masak, besok kumpul keluarga terus otw sama doi (Eh canda🤣🤣).
Kok jadi malah curhat 🤣 astaga maafkan humor Author ini yang suka becanda tapi kadang cengeng kalau lagi galon (jangan tanya galon artinya apa, itu bahasa gaul anatara aku dan Kakak bawel ku) 🤣
Pokoknya jaga kesehatan kalian yak, tetap pakai protokol. kesehatan dan jaga jarak selama pandemi. ❤
Author mengucapkan
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. selamat kumpul dengan keluarga besok and have fun gaes..
Baiklah Author undur diri mohon maaf lahir dan batin.
__ADS_1
see u next time. fighting we love you all🥰🥰🥰🥰