
Setelah lamaran yang terjadi pada malam itu, Rama dan Hania belum memutuskan kapan pernikahan akan dilaksanakan. Walaupun mami Tia tentu saja terus terusan ngerecokin Rama supaya segera membicarakannya dengan Hania.
Saat ini sudah bertemu juga dengan akhir minggu. Rama dan sahabatnya juga Hania and the gank memutuskan untuk mengadakan pertemuan berkaitan dengan klinik yang mereka Rama bangun.
Mereka menggunakan empat mobil tentunya bersama dengan masing pasangan mereka sendiri.
" Aku gak nyangka malah kita berpasangan begini semua " ucap Hania yang sekarang berada di mobil Rama
" Aku lebih gak nyangka lagi cewek yang kena timpuk bola basket jadi calon istriku..." tutur Rama
" Tapi kakak waktu itu dingin banget...hanya ngomong maaf doank.."
" Emang kamu mau aku ngapain lagi?" tanya Rama
" Yah dipastiin kek kalo akunya gapapa.." Cebik Hania
" hehe..Aku gak terlalu begitu peka dengan hal hal begitu.." Jawab Rama terkekeh
" iya udah keliatan koq kalo kamu tuh kulkas empat pintu.."
" ahahaha..." Rama tergelak sambil mengusap puncak kepala Hania
" Han.." panggil Rama
__ADS_1
" hemm.." Jawab Hania tanpa menoleh ke Rama
" Apa kamu udah siap untuk melanjutkan ke tahap yang lebih lagi?" tanya Rama
" maksud kakak ?" tanya Hania
" Maksudku ke jenjang pernikahan...apa kamu udah siap?"
" hmmm..gimana yah kak... Aku jujur masih ingin menjajaki lebih lama sedikit.." ucap Hania
" Kakak tahu sendiri, dari perkenalan sampai kakak lamar aku tuh terbilang sangat cepat.. Aku pengen mengenal kakak lebih dalam.. Aku gak mau kita menyesal setelah mengetahui ternyata kita gak sejalan nantinya.." sambung Hania lagi
" Apa kamu masih ragu sama aku?" tanya Rama dengan lembut
" Bukan seperti itu kak.. Untuk saat ini aku percaya dengan kakak..tetapi aku ingin mengenal lebih dalam dengan kakak. begitu juga dengan sevaliknya... Apa visi misi dalam pernikahan kita sejalan apa gak... aku takut kakak kecewa dengan aku terus ninggalin aku..." ucap Hania pelan
Dia sangat mengerti ketakutan Hania saat ini. Latar belakang dia yang berasal dari keluarga broken home tentu saja membuatnya tidak percaya diri
" Apa kakak bisa minta tolong?"
Rama mengambil tangannya dan menggenggamnya erat. Hania menoleh dan tersenyum. Dia pun membalas genggaman tangan Rama.
" Jangan terlalu lama mengambil keputusan yah...kakak udah gak sabar untuk menjagamu, melindungimu dan membahagiakanmu... Jugaa..." Rama berhenti dan melirik Hania
__ADS_1
" Juga apa kak?"
" Juga karena mami ama papi udah gak sabar nimang cucu.." Jawab Rama
"ish..kakak.." ucap Hania mencubit lengan Rama dengan wajah yang memerah
Hania merasa malu karena tentu saja untuk mendapatkan cucu harus dengan proses yang mmbuatnya untuk memikirkannya saja sudah merasa malu.
" Tapi kak, kalo aku ternyata tiba tiba gak bisa kasi kakak keturunan, gimana?" tanya Hania
Rama terdiam tapi tetap menggenggam erat tangan Hania.
" Kamu jangan kuatir. Zaman sekarang teknologinya makin canggih. Tetapi jika Tuhan memang gak mengijinkan, yah gapapa.. Berdua juga baik koq..." Jawab Rama dengan menatap sebentar wajah Hania dengan tersenyum.
" Kamu gak usah mikir yang macem macem... Kita rajin berdoa saja.." ucap Rama
Hania tersenyum lega. Jujur saja banyak sekali ketakutan yang di pikirkannya akhir akhir ini. Dalam hati bertekad untuk menerima Rama dengan sepenuh hati.
Setidaknya akhir akhir ini, tidak ada halangan berarti dari keluarga Rama kecuali dari mantan Rama. Itupun gak terlalu berpengaruh karena Rama sangat menjaga hati Hania dan tegas dalam menyikapi mantan pacarnya Anin.
Ngomong ngomong tentang Anin, semenjak lamaran terbuka Rama kepada Hania malam itu, dia sudah mulai bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Karena dia sudah melihat bagaimana perlakuan keluarga Rama terhadap Hania.
Orang tua Anin yang mengetahui kabar heboh itu, yang tentu saja walaupun Anin tidak mengatakannya kepada orang tuanya, tetapi karena Rama yang adalah CEO dari perusahaan besar, berita tersebut bisa sampai juga ke telinga mereka.
__ADS_1
Mereka sangat kecewa karena Anin tidak bisa merebut hati Rama kembali. Angan angan mereka untuk besanan dengan keluarga terpandang pupus juga.