
Mereka tidak berpikir tentang sekolah, karena yang paling penting dihidup mereka adalah kesetiaan bukan pendidikan. bagi mereka, pendidikan bisa dicari kapanpun namun kesetiaan sulit didapat walau kita mencarinya hingga lembah paling terdalam sekalipun.
...****************...
Mobil ambulance pun sudah tiba di rumah sakit, Ratih segera di keluarkan dari ambulance menuju ruang ICU untuk ditangani.
Nawan yang memegang tangan Ratih kini harus melepasnya karena di halang oleh pintu ICU yang mengkhawatirkan.
"Ya Allah, kenapa selalu saja begini. aku tidak ingin kehilangan Adikku lagi ya Rob tolong selamatkan dia. tolong kau dengar doa dari sang kakak untuk adiknya ya rob" ucap batin Nawan yang sangat khawatir bahkan tak genti menangis.
Dikala Nawan dilanda khawatir dan sedih, Tomi dan Trip semprul pun langsung menghampiri Nawan dan menenangkan Nawan yang kondisinya sudah berantakan bahkan depresi.
"An, lu harus tegar dan kuat untuk Ratih" ucap Riko.
"Iya An, lu harus kuat dan jangan seperti ini. Ratih pasti baik-baik saja" lanjut Julio.
"Kita berdoa untuk Ratih semoga penyakitnya diangkat oleh Tuhan dan selalu di panjangkan umurnya, diberi kesehatan juga. apapun yang terjadi kita harus selalu bersama" ucap William.
Nawan hanya meneteskan air mata dan tidak menggubris setiap perkataan Riko, Julio msupun William.
Hingga sejam kemudian, Dokter keluar dan memberikan kabar kalau Ratih baik-baik saja.
Nawan yang mendengar itu langsung masuk kedalam Ruang ICU namun yang lain tetap diluar karena hanya satu orang yang boleh masuk kedalam.
"Dek lu baik-baik saja kan?, apa yang sakit?, tangan?, kaki?, kepala?, " pertanyaan beruntun pun terucap dari mulut Nawan.
"Ratih baik-baik saja kak, Ratih mau pulang saja lalu pergi jauh dari kota ini. Ratih sudah tidak bisa sekolah dimana pun karena tidak ada yang mau menerima Ratih" ucap Ratih lemas bahkan sudah pasrah akan kehidupannya.
"Lu gak boleh ngomong begitu, kita akan cari sekolah baru masih banyak kok sekolah di kota ini" ucap Nawan menenangkan.
"Ratih mau pergi jauh saja dengan Omah dan Opah keluar dari kota ini Kak, gua gak sanggup kalau harus bertemu dengan Randi. Ratih jelek dimata Pak Pratama bahkan hubungan gua yang belum resmi menjadi pacar saja sudah ditentang apalagi kalau sudah jadi, mau sekolah aja gua udah gak layak Kak. banyak sekolah yang mengeluh akan sifat gua dan kelakuan gua" ucap Ratih yang masih menatap langit-langit Ruangan ICU dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
Nawan sudah tidak bisa membendung air matanya lagi setelah mendengar keluhan Adiknya, bahkan ia langsung memeluk tubuh mungil Ratih dengan erat.
Sedangkan Ratih hanya diam namun air mata terus mengalir dari sudut matanya menandakan bahwa Ratih sangat depresi berat.
"Ratih akan tinggal dengan Omah dan Opah, Ratih akan bahagia dan gak akan sedih lagi. Kakak akan jaga Ratih dari jauh maupun dekat, tolong jangan bicara seperti itu lagi ya. Kakak gak akan tinggalkan Ratih dan Ratih gak jahat bahkan Adik gua ini sangatlah baik" ucap Nawan memberikan semangat untuk Ratih.
"Ratih suka menolong, Ratih pintar dan Ratih juga selalu menurut sama Kak Nawan betul! " ucap Nawan.
Ratih mengangguk lalu membalas pelukan Nawan dengan sangat erat dan menangis sejadi-jadinya.
"Ratih gak seperti itu Kak, Ratih hanya ingin diperhatikan dan ingin banyak disayang. memang Ratih anak broken home tapi bukankah kita berhak bahagia dengan cara kita sendiri? hick..hick.." tanya Ratih sambil terisak menangis dipelukan Nawan.
"Lu gak salah Rat, lu benar dan kita berhak bahagia. Sekarang lihat Kakak" ucap Nawan sambil melepas pelukannya lalu menatap mata Ratih.
Nawan menghapus air matanya dan menghapus air mata Ratih juga, setelah itu ia tersenyum tipis.
" Ayo Ratih, kita harus bangkit. kita tunjukkan pada dunia kalau anak broken home juga bisa bahagia. " ucap Nawan menyemangati Ratih.
"Sekarang Ratih tidur dulu biar besok fit lagi" ucap Nawan.
Ratih pun menurut dengan ucapan Nawan, lalu ia pun menutup matanya dan mencoba untuk tetap tenang.
Disisi lain, Randi sudah berdiri tepat dihadapan Pak Pratama. Lalu mulailah cekcok check..
"kenapa Appa memanaggilku?" tanya Randi dengan dingin.
"Appa hanya mau bilang tolong jauhi anak wanita itu dan menurutlah dengan Appa, masih banyak gadis yang setara bahkan dengan keluarga terpandang bukan seperti anak itu yang sudah seperti preman jalanan" ucap Pak Pratama dengan penuh penegasan disetiap kata nya.
"Randi tidak peduli dengan apa yang Appa ucap, Randi hanya mencintai Ratih dan sampai kapanpun akan seperti itu. dan Randi minta tolong sama Appa untuk tidak selalu ikut campur urusan asmara Randi" tegas Randi sambil menatap tajam pada Pak Pratama.
"Berani ya sekarang kamu melawan pada Appa! " kesal Pak Pratama.
__ADS_1
"Appa boleh menghina Randi, tapi tidak dengan menghina Ratih. Ratih kehidupan Randi dan hanya karena dia Randi bisa tau bagaimana tegar dalam menghadapi penyakit dan masalah" ucap Randi yang tidak ingin kalah.
"Jika memang kamu masih ingin tetap bersama Wanita gak bener itu silahkan!, asal kamu mau melanjutkan sekolahmu di jerman sampai lulus kuliah. jika kamu menyanggupinya maka kamu bebas memilih pasangan hidup" tantang Pak Pratama.
"Randi siap melakukan apapun untuk memperjuangkan cinta Randi pada Ratih. kapan Randi harus pergi? " tanya Randi pada Pak Pratama.
"Tunggu Ran" ucap Henri.
"Kenqpa Ri!, gua lagi bicara serius dengan Appa, jangan ganggu" tegas Randi namun pandangannya tetap kedepan menghadap wajah Pak Pratama.
"Ada telpon dari Kak Nawan" ucap Henri.
"Kak Nawan?, sini mana telponnya" ucap Randi langsung merebut telpon itu dari genggaman Henri.
Nawan segera menaruh telpon ditelinganya dan mengobrol dengan Nawan.
"Bagaimana keadaan Ratih? " tanya Randi.
馃摓"Ratih baik baik saja, gua cuma mau ngabarin kalau besok Ratih akan pergi dari kota ini" ucap Nawan di telpon.
"Kenapa begitu Kak?, Ratih harus tetap disini melanjutkan sekolahnya. biar gua yant pergi ke jerman jangan Ratih" ucap Randi.
馃摓"Maaf gua tidak bisa menentang kepuruzan Ratih" ucap Nawan.
"Tolong Kak, Appa bilang jika gua mau melanjutkan sekolah di jerman sampai lulus kuliah, dia akan merestui hubungan kita. tolong yakinkan Ratih dan jangan biarkan dia hilang semangat hanya karena hal ini" ucap Randi memohon.
馃摓"Gua akan mencobanya, baiklah gua tutup telponnya ya, selamat malam" ucap Nawan menutup telpon.
...****************...
Baik, segitu saja episode kali ini 馃槆 Author tutup dan jangan lupa di fav aja love nya biar gak ketinggalan ceritanya Cinta Gadis Broken Home.
__ADS_1
Setelah di fav, jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment, rate dan vote jika anda suka dan jika tidak suka pun tidak apa-apa karena Author tidak memaksa馃榿.