
Randi dan Nawan pun melepas pelukan mereka, lalu Ratih kembali berbaring di kasurnya karena jahitannya terasa sakit lagi.
"Maaf ya Dek, sakit ya?" tanya Nawan khawatir.
"Gak kok Kak, tenang saja." balas Ratih.
"Semoga cepat sehat ya Dek" ucap Nawan.
Nawan pun mengelus rambut Ratih dan mengecupnya. lalu menepuk pundak Randi dan mempersilahkan nya duduk.
"Gua keluar dulu, jaga Adik gua" tegas Nawan lalu pergi.
Randi pun menelan saliva nya saat melihat tatapan tajam dan dingin Nawan yang begitu wedan mengerikan.
"Kenapa lu masih berdiri?, sini duduk" ucap Ratih.
Randi pun duduk dan kembali meraih tangan Ratih lalu mengecupnya. Ratih pun hanya tersenyum sambil mengelus tangan Randi dengan jari jempolnya.
"Kenapa lu gak pulang saja Ran?, gak kangen kah sama tunangan lu, hehe" tanya Ratih.
"Gua sebenarnya belum" ucap Randi yang kembali terpotong oleh Ratih.
"Cuma becanda kok hehe, dah ah sini gua kangen banget sama lu sumpah" ucap Ratih terang-terangan sambil menarik tangan Randi untuk segera duduk disampingnya.
"Haha ada-ada saja" balas Randi.
Randi pun naik ke atas brangkar dan tiduran di samping Ratih sambil mengobrol satu sama lain. suasana yang hening, udara ac yang sejuk, dan suara angin dari jendela pun membuat suasana menjadi sedikit romantis di balut tangan Randi dan Ratih yang saling menggenggam.
"Lu tau Ran?, selama di india gua selalu memikirkan lu, makan pun mengabari lu karena gua gak mau lu khawatir" ucap Ratih.
"Gua pun sama Rat, bahkan gua sempat gak fokus sekolah karena memikirkan lu berlebihan" balas Randi.
"Hehe bisa gitu ya, ya gua juga sama saja si hehe. tapi gua sadar kalau gua harus bangkit untuk berjuang membuktikan kalau gua berguna" ucap Ratih.
Randi pun mengelus pipi Ratih yang langsung meresponnya dengan menoleh. kini mata mereka saling memandang, dan semakin dalam pandangan itu membuat jantung mereka berdetak sangat keras.
"Gua udah tau kalau gua gak akan memiliki lu lagi Ran, tapi kenapa gua masih merasa kalau lu tetap milik gua" ucap Ratih.
"Karena mau bagaimanapun kondisinya, gua dan lu akan tetap bersama Rat" balas Randi.
"Gua mencintai lu Ran" ucap Ratih sambil meneteskan air mata.
Randi pun mengecup mata Ratih dan menempelkan hidungnya di hidung Ratih yang memang tidak semancung hidungnya.
"Gua mencintai lu dan akan selalu begitu," ucap Randi.
"Tapi tuna" ucap Ratih yang terhenti oleh sebuah benda kenyal dan halus yang kini menyentuh bibirnya.
Ratih pun menutup matanya dan membiarkan Randi memberikan sebuah ciuman hangat dari benda kenyal dan halus itu.
Mereka mengeratkan genggaman tangannya, saling bertukar saliva dan kini Ratih pun membalas ciuman Randi untuk melepas rindu yang selama ini mereka tahan.
"Jangan bahas itu lagi Rat" ucap Randi lalu melepaskan bibirnya dari bibir Ratih.
Ratih hanaya terdiam, lalu Randi pun menerima panggilan telpon, dan setelah menjawab panggilan telpon pun ia beranjak turun dari brangkar. lalu Randi mengelus rambut Ratih dan tesenyum.
"Cepatlah sembuh ya, gua pamit dulu ada urusan. gak akan lama kok, gua janji pasti akan kembali lagi" ucap Randi lalu meninggalkan Ratih.
"Gua tau lu pergi untuk tunangan lu Ran, hati-hati ya" ucap Ratih tersenyum namun sudut matanya meneteskan air mata.
Singkat cerita sore pun tiba, Randi kini sudah bersama Mayang di sebuah apartment milik Randi yang lumayan megah. kini disanalah tempat tinggal Mayang yang sudah bebas dari penjara.
"Thanks ya lu sudah mau menjamin gua" ucap Mayang dengan hati yang bahagia.
__ADS_1
"Gak usah berterimakasih, gua hanya melakukan apa yang menurut gua benar. dan untuk sementara lu bisa tinggal disini May, semoga lu bisa jadi lebih baik setelah ini. gua pamit dulu" ucap Randi dengan dingin lalu beranjak pergi.
Namun langkah Randi terhenti saat sentuhan tangan Mayang mulai memeluk erat Randi dari belakang dengan sangat erat.
"Sekali lagi terimakasih Ran" ucap Mayang.
"Gak apa-apa May" ucap Randi lalu melepas tangan Mayang dari badannya.
Randi pun berbalik dan menatap mata Mayang yang kini sudah di basahi oleh air mata yang seharusnya gak hadir disaat kesedihan melanda.
"Jangan nangis lagi May, gua gak suka melihat wanita menangisi apa yang seharusnya ditangisi" ucap Randi sambil mengusap air mata Mayang.
"Tapi Ran, gua minta maaf karena gua Ratih jadi harus masuk rumah sakit. bahkan gua juga hampir membunuh Ratih yang gak berdosa hanya untuk hal konyol yang gak seharusnya gua lakukan. gua mohon maaf.." ucap Mayang terhenti.
Ucapan Mayang pun terhenti karena kini Randi tengah mengecup bibir sexy nya itu dengan cukup lama, lalu melepasnya dan mengelus pipinya.
"Gua minta maaf sudah mencium lu, tapi jika tidak begitu lu akan terus berbicara hal yang gak penting untuk gua" ucap Randi dengan dingin sambil menatap Mayang dengan aura yang seram.
Mayang awalnya merasa nyaman dengan Randi, apalagi setelah di kecup olehnya. namun rasa nyaman itu berubah saat Randi menatap Mayang dengan aura yang 180 drajat berbeda dari Randi yang biasanya menatap seseorang.
"Gua minta maaf Ran" ucap Mayang sekali lagi.
"Gua udah maafin lu, dan ini kunci apartment nya" ucap Randi sambil memberi kunci itu.
Mayang pun menerima kunci itu lalu segera masuk kedalam apartment tanpa melihat ke arah Randi yang berbeda itu. setelah itu, Randi pun pergi ke basesamp nya.
...❤Cinta🥰Gadis❤Broken🥰Home❤...
Beberapa menit kemudian, Randi sudah sampai di basecamp yang begitu berantakan. bahkan teman-temannya kini tengah di sandra oleh genk Black Road.
"Keluar lu Andrew!" teriak Randi menantang.
Andrew pun keluar dengan tepuk tangan yang menyertainya, ia melangkah mendekati Randi dengan tawa lantang nya yang begitu menggema di ruangan itu.
"Gua gak butuh basa-basi, apa tujuan lu melakukan ini?" tanya Randi dengan dingin.
"Lu lupa kalau lu pernah merebut Ratih dari gua?, dan ini tuntut balas gua untuk lu" jawab Andrew dengan santai.
"Urusan lu dengan gua bukan dengan teman-teman lu" ucap Randi.
"Dan gua gak peduli dengan ucapan lu" balas Andrew sambil melirik anak buahnya untuk menyerang Randi.
Kini Randi pun harus bertarung satu lawan lima, dimana pertarungan itu tidak seimbang sehingga membuat Randi kewalahan menghadapi anak buah Andrew yang kuat itu.
Namun entah dari mana Nawan, Riko, Julio, William dan Tomi pun datang tiba-tiba dan langsung membantu Randi melawan anak buah Andrew.
"Haha ketemu lagi kita" ucap Nawan sambil tertawa.
Randi hanya fokus dengan lawan sehingga mengabaikan Nawan. lalu pertikaian kecil itu pun tidak berlangsung lama karena yang awalnya Andrew unggul, tapi karena kini Randi tidak sendirian membuat pertahanan Andrew pun koyah.
"Cuih..!, masih punya nyali juga lu" ucap Nawan sambil membuang ludahnya.
"Lu pikir gua selemah itu An?, laki-laki sejati itu gak akan berhenti sampai tujuannya tercapai, paham lu?" tegas Andrew.
"Itu bukan tujuan lu Drew, tapi obsesi. mau sampai kapan lu akan siksa diri lu hanya untuk memiliki Adik gua seutuhnya?" tanya Nawan dengan santai.
"Sampai gua mati pun gua gak akan pernah menyerah untuk memiliki Ratih seutuhnya, gua mencintainya lebih dari hidup gua sendiri. dan gua yakin dia akan memaafkan semua kesalahan gua di masa lalu dan memulai kembali semua dari awal" jawab Andrew dengan penuh keyakinan.
"Ratih sudah memaafkan lu Drew, tapi dia gak akan kembali dengan lu" ucap William.
"Dia gak akan menerima cinta lu lagi Drew, sadarlah karena apa yang lu rasakan sekarang itu obsesi bukan cinta" sambung Tomi.
"Maka dari itu, lepaskan orang yang gak berdosa dan pergi dari sini sebelum kami mengusir lu dengan cara kami" tegas Tomi.
__ADS_1
Randi pun hanya diam sambil menahan emosi yang tidak bisa tertahankan, namun Julio yang terus menenangkan Randi dengan cara memegang pundaknya pun mampu membuat Randi mengontrol emosi nya.
"Jangan terbawa emosi Ran, lu harus santai jika sedang mengalami situasi seperti ini. kalau lu emosi, maka lu gak akan bisa menang melawan kejahatan" ucap Julio yang terus menatap kedepan dengan penuh keyakinan.
Randi yang mendengarkan ucapan Julio pun mencoba untuk menenangkan dirinya lebih tenang lagi agar tidak terpancing emosi.
Walau Nawan Cs serta Randi sudah mengusir Andrew dengan cara bicara baik-baik pun tidak mampu untuk mengusirnya begitu saja. dan karena obsesi Andrew terlalu besar untuk Ratih, ia pun menyuruh anak buahnya untuk melepaskan semua anggota genk KC.
"Gak semudah itu kalian dapat mengusir gua. dan gak semudah itu kalian mengalahkan gua" ucap Andrew.
"Dan gak semudah itu juga lu dapat merengkut cinta gua, dan gak semudah itu lu bisa merusak masa depan Ratih" tegas Randi dengan tatapan berbeda.
Nawan yang menyadari ada yang berbeda dengan Randi pun mulai memahami hal janggal itu, karena tatapan Randi sama dengan tatapan Raih ketika menguasai tubuh Ratih.
"Lepasin pundak Randi Jul" titah Nawan sambil tersenyum picik.
"Thanks Kak" ucap Randi
Julio pun melepas pegangan tangannya, lalu Randi melangkah lebih maju untuk menantang Andrew one bye one. dan pastinya Andrew gak akan menyerah begitu saja dan langsung menerima tantangan itu.
Andrew dan Randi pun one bye one untuk mendapatkan cinta Ratih. namun, ketika Andrew berhasil memukul perut Randi dan membuatnya rersungkur, rasa sakit Randi dapat dirasakan oleh Ratih.
"Omah.." teriak Ratih.
Omah yang ada di sofa pun segera beranjak saat mendengar suara Ratih yang memanggilnya.
"Kenapa sayang?" tanya Omah dengan khawatir.
"Perut Ratih kok sakit ya, ehm.. perasaan aku gak enak" keluh Ratih sambil meringis.
"Mau Omah panggilkan Dokter?" tanya Omah.
"Gak usah Omah, ini mungkin efek luka Ratih" ucap Ratih.
"Yasudah, kalau begitu Ratih bobok ya istirahat oke" ucap Omah sambil menuntun Ratih untuk tidur.
Ratih pun menutup matanya dan tersenyum sambil terus berdoa dalam hatinya untuk keselamatan keluarganya dan orang-orang yang dia sayang.
Dan benar saja, keajaiban doa Ratih pun membuat Randi teringat akan wajah Ratih di bayangan saat ia menutup mata. sehingga membuar semangat nya naik dua kali lipat dari sebelumnya.
Kini Randi sudah bangkit dari keterpurukannya dan membalas serangan demi serangan Andrew dengan sangat cepat dan keras. hingga membuat Andrew kewalahan lalu tersungkur dengan penuh darah di sekujur tubuhnya.
"Jika lu paham apa arti cinta, lu gak akan pernah egois untuk mendapatkannya. dan sekali lagi gua melihat wajah lu, gua gak akan segan-segan menghabisi lu" ancam Randi.
"Pergi kalian dari sini, bawa bos gak berguna kalian pergi dari hadapan gua atau kalian akan bernasib sama dengan bos kalian" titah Randi.
Lalu anak buah Andrew pun tidak mau mengambil resiko untuk diri mereka maupun Andrew, sehingga membuat mereka terpaksa membawa Andrew pergi sebelum di perintahkan Andrew.
"Good job" puji Nawan lalu menepuk dua kali pundak Randi.
Randi pun kembali menguasai tubuhnya dan membuang emosi itu pelan-pelan. setelah itu ia pun membereskan basecamp di bantu oleh teman-temannya dan Nawan Cs.
...❤Cinta🥰Gadis❤Broken🥰Home❤...
Bersambung
Sebelumnya Author mau meminta maaf karena tidak bisa up setiap hari ya semuanya🙏, karena aku harus membagi waktu lembur kerja dan novel😊.
Ditambah lagi kondisi Author yang lagi gak baik juga membuat aku gak bisa terus mantengin layar handphone dan harus membatasi aktivitas itu untuk kesehatanku😊.
Tapi jangan sedih ya, karena sesibuk dan bagaimanapun kondisi aku, aku akan luangin waktu untuk melanjut up novelnya😊
Nah biar Author makin semangat, jangan lupa di fav love, like, koment, rate, dan gift or vote ya❤🙏😊
__ADS_1
Dadah aku tutup dulu episode nya.. see you next time in next episode🥰