
Rama dan Hania sedang menuju ke suatu tempat yang Hania tidak tahu.
Seperti biasa, Hania merasa sangat gugup apalagi hanya berduaan di mobil. Untuk menghilangkan rasa gugupnya, Hania melihat ke arah jendela.
" Kak, kita kemana ? " tanya Hania memecah kesunyian
" Hmm.. Tempat yang lebih tenang.."
" Tempat yang sepi dong kak..." Ucap Hania kuatir
" Jangan takut, aku gak bawa kamu ke tempat yang aneh aneh koq.."
Setelah melalui perjalanan sekitar 45 menit, mereka tiba di sebuah bukit dengan pemandangan lampu lampu kota.
" Waaah...koq tahu ada tempat seperti ini kaak.. Aku sukaaa...Aaaaaaaaahhhhhh..." Teriak Hania kencang
" Hati hati Han, entar ada yang marah kamu berisik.."
" Ish...jangan nakut nakutin.." Hania merapatkan tubuhnya ke Rama karena takut.
Kemudian mereka terdiam dengan pikiran masing masing.
" Han.." panggil Rama
" Hmm..."
" Gimana menurut kamu dengan kemauan mami ?" tanya Rama karena penasaran gimana tanggapan Hania. Jawaban Hania menentukan langkah apa yang akan diambil Rama selanjutnya.
" Kalo kakak, gimana?" Hania balik bertanya
__ADS_1
" Hmmm...Jujur awalnya aku tuh merasa ragu karena menurutku biarkan berjalan seiringnya waktu... Gak usah dinodoh jodohin segala..Tapi akhir akhir ini aku gak ngerti dengan perasaanku.."
Hania masih diam mendengarkan apa yang diungkapkan Rama.
" Perasaan rindu jika tidak melihat wajahmu dalam sehari. Perasaan melindungi ketika ada yang ingin menyakitimu. Perasaan cemburu ketika ada pria lain yang tersenyum manis ataupun memberikan perhatian kecil..Perasaan apa ini?" ucap Rama
Rama meraih bahu Hania dan membuat mereka berhadap hadapan. Tentu saja jantung Hania mulai berdebar kencang apalagi dengan posisi seperti ini membuat Hania tidak bisa berkutik.
" Apa yang kamu rasakan Hania? katakan dengan jujur.."
" Aku tidak merasakan apa yang kakak rasakan.." Ucap Hania membuat Rama sendu
" Tetapi ketika kita bertatapan atau kakak menggenggam tanganku, bahkan hanya duduk bersebelahan jantungku berdegup dengan kencang..." sambung Hania lagi. Mata Rama berbinar kembali.
" Aku gak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Selama ini aku selalu bisa menutup hatiku, tidak mengijinkan siapapun untuk memasukinya. Karena aku takut ketika aku mengijinkan dia menempati hatiku, tetapi dia keluar lagi dan gak kembali..memikirkannya pun aku sudah merasakan rasa sakit itu...Karena itu sama seperti membuat luka yang ada dihatiku berdarah kembali.." ucap Hania dengan berkaca kaca.
" Aku tidak bisa mengingat wajah papiku. Aku melihat fotonya tetapi tidak tahu raganya dimana. Luka yang mereka torehkan untukku membuatku sakit kak... Apa kakak tahu, aku sampai udah kenyang dengan cemoohan orang dengan mengataiku anak gak punya akhlak karena bukan orang tua yang mendidikku...hikss..hikss.." Akhirnya runtuh juga pertahanan Hania.
" Aku merasa takut untuk berhubungan dengan lelaki, karena aku takut mencintainya terlalu dalam tetapi ternyata ada rintangan yang kebar di hadapan kami.Misalnya keluarganya tidak bisa menerimaku karena keadaan keluargaku yang bercerai..bibit bebet bobot... Aku tidak punya itu kak...hiks..hiks.." ucap Hania lagi dengan terisak
Rama perlahan memeluk Hania dengan erat. Hania mencoba memberontak, tetapi Rama lebih mengeratkan pelukannya sampai Hania tidak mencoba lepas lagi.
" Apa aku bisa mengobati lukamu ? " Tanya Rama masih dengan memeluk Hania
" Aku tidak mau berjanji, tetapi aku akan berusaha..Bisakah kamu mempercayaiku ?" ujar Rama mengendurkan pelukannya
Hania menghapus airmata dan ingusnya di jaket Rama.
" Ya ampun Hania jorok juga kamu ternyata..ingus kamu dimana mana.." ucap Rama
__ADS_1
" ish..kakak kan bisa ganti aja.." cebik Hania
Rama tersenyum tipis karena gemes dengan kelakuan Hania.
" Hania.." Rama mengangkat dagu Hania dan menatap dalam mata Hania yang masih sesenggukan.
Rama menghapus air matanya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hania. Rama menatap bibir tipis Hania yang berwarna merah ceri seakan akan melambai memanggil Rama.
Jantung Hania berdegup makin kencang.
" Oh Lord...aku gak bisa bergerak.." batin Hania menjerit.
Rama menutup matanya setelah bibir basahnya menempel di bibir tipis Hania. Hania masih membuka matanya karena gak tahu berbuat apa.
Awalnya Rama hanya mengecup bibir Hania, tetapi bibir Hania seperti lengket gak bisa lepas dari bibirnya. Akhirnya Rama ******* bibirr Hania dengan perlahan. Hania akhirnya mengikuti nalurinya dimana dia menutup matanya.
" Bernafas Hania..." Rama merasakan Hania yang sudah mau kehabisan oksigen.
Akhirnya Rama melepaskan ciumannyaaa dan menghapus jejak bibirnya dengan jarinya.
Wajah Hania memerah, ini adalah pertama kalinya baginya. Tidak ini second kissnya dengan orang yang sama.
" Apakah aku bisa masuk ke hatimu Hania ?" tanya Rama sambil memeluk Hania lagi
Hania mengangguk pelan di dada bidang Rama. Hania dan Rama tersenyum tipis malu malu.
" Udah malam..nanti mami Naya nyariin..Ayok pulang" ajak Rama dengan menggandeng tangan Rama.
Hania hanya mengangguk dan mengikuti Rama menuju mobilnya.
__ADS_1