
Hari pun terus berlalu..
Kini Ratih sudah berada di rumah kediaman Purnama, di pagi itu ia tengah bersiap-siap merias diri untuk menghadiri acara lamaran Nawan dan Rosa di kediaman Rosa.
"Bunda, aku susah memakai gaun ini" teriak Ratih yang masih kebingungan dengan gaun nya.
"Yaampun sayang, makannya jangan suka pakai jeans terus. sesekali pakailah gaun" balas Bu Sari sambil membantu Ratih memakai gaun putih.
Setelah selesai, Ratih langsung duduk di kursi roda nya dan di pakaikan sepatu oleh Bik Siti lalu di rias pula oleh perias khusus keluarga Purnama.
"Jangan tebal-tebal nanti wajah ku seram" teriak Ratih yang risih karena make up belum juga selesai.
"Sabar nona muda, sebentar lagi selesai kok" balas Perias.
Tidak lama dari itu, Nawan masuk kedalam kamar Ratih dan menghampiri nya. ia memegang pundak Perias untuk meninggalkan Ratih dan mensudahi riasannya.
"Udah ah Mbak, nanti ketebalan" kerus Ratih.
Namun tidak ada sahutan kali ini, karena hal itu pun Ratih langsung membuka matanya. terlihatlah Nawan yang tengah berdiri di belakang nya sambil mengelus pundak Ratih.
"Lu cantik Dek, dan biar gak pucat coba pakai lipstik agak tebal yak" saran Nawan.
"Ah gak biasa Kak, aku gak akan cantik kalau tebal-tebal make up" balas Ratih yang risih.
Nawan pun membalikkan kursi roda Ratih, lalu ia mengambil lipstik itu dan memakaikannya pada bibir Ratih. setelah selesai, ia kembali memutarkan kursi roda Ratih, hingga Ratih jelas nampak wajah nya yang begitu anggun.
"Lu cantik Dek, dengan polesan dan dalam keadaan apapun. lu bidadaru kecil gua sampai kapanpun dan akan selalu seperti itu" ucap Nawan sambil merangkul leher Ratih dan mengecup pucuk rambutnya.
"Ratih beneran cantik kan Kak? walau harus memakai kursi roda dan ehm.." ucap Ratih dengan sedih nya.
"Jangan bilang begitu sayang, Adik nya Nawan kan kuat. masa tumbang sedikit sedih si, senyum dong" canda Nawan sambil mencubit gemas pipi Ratih.
Ratih pun tersenyum dan memegang tangan Nawan yang tengah merangkul nya itu. ia melepas rindu sebelum pergi kembali ke india.
"Kakak gak boleh menyakiti perasan Kak Rosa ya, pokoknya janji gak boleh seperti itu" ucap Ratih.
"Nawan purnama putra berjanji pada bidadari kecil nya Ratih purnama sari untuk tidak menyakiti hati Rosa sampai kapan pun" ucap Nawan.
"Terimakasih" balas Ratih dengan senyuman.
"Yasudah, ayo kita turun yak. kita harus cepat-cepat berangkat sebelum waktu nya tiba hehe" ucap Nawan sambil mendorong kursi roda Ratih.
Ratih dan Nawan pun segera turun untuk bergabung dengan Omah dan Opah, Bu Sari dan Pak Purnama serta kerabat kecil mereka. setelah itu mereka pergi menggunakan mobil menuju rumah Rosa.
___Cinta-Gadis-Broken-Home___
Cukup lama waktu di tempuh menuju perjalanan ke rumah Rosa, hingga tak terasa keluarga Purnama pun sampai di kediaman Rosa.
Disana keluarga Purnama di sambut oleh keluarga Pratama dan juga kerabat kecil Rosa dan Riyan, serta tak lupa juga genk elang dan king cobra pun ikut serta disana.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh" ucap Pak Purnama.
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh" balas all familly Rosa and sahabat dan kerabat nya.
Riyan pun sebagai adik serta wali nikah Rosa pun langsung mempersilahkan keluarga Purnama masuk ke dalam.
"Ratih lu cantik sumpah" bisik Riyan di telinga Ratih lalu pergi ke dalam menyusul yang lain.
Ratih pun hanya senyum, dan tanpa di sengaja pula ia melihat sosok Randi yang terlihat gagah dan tampan dengan penampilan kemeja putih dan jas merah nya.
"Hey lu melihat apa?" tanya Riko yang tiba-tiba muncul di belakang Ratih mengagetkannya.
"Astagfirullah cebong anyut, ngapain lu ngagetin gua Kak" celetuk Ratih.
"Et dah, dikata gua buyur sawah kali sampe di celetukin cebong anyut." kesal Riko.
"Hehe maaf Kak, abis lu ngagetin gua si" balas Ratih.
"Heleh, ehmm by the way anyway busway, lu lagi merhatiin apa?." tanya Riko sambil celingak-celinguk.
"Gak merhatiin apa-apa Kak" balas Ratih.
"Jiah.. bilang aja lu lagi merhatiin si brokok Randi kampret kan" celetuk William yang tiba-tiba menyambar bagai bom atom.
"Nyamber aja lagi lu kayak petasan kudus" balas Riko.
"Ssg njir" ucap William.
"Suka suka gua!, punya temen gak ada yang waras heleh" kesal William.
"Kampret lu ngatain gua gak waras!" balas Riko dengan teriakan juga.
"Stop!!!" bentak Ratih.
William dan Riko pun segera di pisahkan oleh Julio dan Tomi, lalu Ratih yang geram pun mencoba berdiri dari kursi roda nya lalu terpeleset dan hendak jatuh namun...
"Rat" teriak Randi yang refleks memegang tangan Ratih yang hendak jatuh.
Ratih pun tidak jadi jatuh karena Randi kini tengah memegang tangan Ratih dan menahan nya agar tidak jatuh. lalu ia membantu Ratih kembali duduk di kursi roda nya.
"Makasih Ran" ucap Ratih.
"Gak apa-apa Rat, yang penting lu gak kenapa-kenapa." balas Randi.
Ratih pun hanya tersenyum begitu pula dengan Randi. mereka kembali merasakan canggung dan malu malu pijay ahaha.
Singkat cerita, acara lamaran pun tengah di mulai. Rosa yang sedari tadi tidak nampak pun kini mulai memperlihatkan batang hidung nya.
Semua orang pun terkagum dengan kecantikan Rosa, begitu pula dengan Nawan yang melotot tidak berkedip bagaikan kesambet jurig tingting si milikiting.
__ADS_1
"Woy!" celetuk Tomi sambil mengusap wajah Nawan.
"Bangs*t doang lu Tom" ketus Nawan pada Tomi.
"Abis lu ngelamun kayak mau copot mata lu kebawah njir" balas Tomi.
"Ya salahin Rosa lah, kenapa dia cantik banget hari ini" ucap Nawan yang tidak lepas pandangan dari Rosa.
"Woy inget dosa woy, zina mata anjir woy" celetuk Julio sambil mencipratkan air pada wajah Nawan.
"Basah anjir" kesal Nawan.
"Mening basah karena air apa iler lu hah!" ucap Julio dengan sewot nya.
"Hehe" tawa Nawan tanpa dosa.
___Cinta-Gadis-Broken-Home___
Waktu pun terus berlalu, kini Rosa tengah duduk di tengah-tengah kumpulan dua familly itu, di temani Riyan adik nya.
"Santai Sis jangan gugup gitu haha" ledek Riyan.
"Sutt diem" ucap Rosa.
Riyan pun diam dan terus melihat Rosa yang masih gugup bahkan pipi nya menjadi merah jambu. lalu Pak Purnama pun mulai bicara.
"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, selamat malam semua. saya Purnama Putra ingin meminta restu serta izin melamar ananda Rosa untuk putra kami Nawan. apakah dek Rosa mau menerima lamaran putra kami?" tanya Pak Purnama.
"Saya terima lamaran ini Pak, Bu," jawab Rosa dengan senyuman.
"Alhamdulillah" ucap serentak.
"Lalu bagaimana tanggal pernikahannya Pak, Bu, apakah sudah di tentukan?" tanya Riyan.
"Insyaallah tahun depan tepatnya setelah peresmian proyek besar keluarga Purnama selesai, kami akan segera menikahkan Putra kami dengan Rosa" jawab Opah.
"Alhamdulillah, terimakasih Pak, Bu karena sekarang kita sudah resmi menjalin silaturhami, saya titip Kakak saya Rosa pada keluarga Purnama" balas Riyan.
"Tentu saja Nak" balas Bu Sari.
Lalu acara pun terus berlanjut hingga acara inti pun telah tiba, dimana Nawan dan Rosa bertukar cincin lamaran. Nawan dan Rosa pun berdiri di sebuah taman kecil yang di rancang khusus oleh William dan Paulus, lalu saling memandang dan berpegangan tangan.
"Rosa, sekali lagi ku bertanya. apa kamu bersedia untuk menjadi istri ku?" tanya Nawan sambil menyodorkan sepasang cincin pada Rosa.
Rosa pun mengangguk lalu memakaikan cincin tersebut di jari manis Rosa bertumpuk dengan cincin yang dulu pernah Nawan berikan. begitu pun dengan Rosa yang memakaikan cincin juga di jari manis Nawan.
Lalu tepuk tangan yang meriah serta ucap syukur pun terus di ucapkan oleh para hadirin yang ikut serta hadir. setelah itu,
disambung lagi dengan suara musik yang entah dari mana berkumandang tiba-tiba tanpa di undang. namun Nawan hanya tersenyum karena ia tau suara siapa yang kini tengah mengisi acara.
__ADS_1
__Bersambung__
Jangan lupa like, koment, dan Saran..