Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
I will always be there for you


__ADS_3

^^^"Sakit ku tidak selama nya harus kamu tau, sakit ku juga tidak selama nya harus aku bagi. aku hanya ingin kamu bahagia tanpa harus menangisi kondisi ku.^^^


^^^dan aku yakin aku kuat selama kau ada"^^^


..."i love you and thanks"...


^^^_Ratih, 12 April^^^


...馃グCinta Gadis Broken Home馃グ...


Setelah Randi memeluk Ratih, Ratih pun menatap Randi dan tersenyum. lalu Paulus dan Henri yang merasa jadi penganggu pun pamit keluar dari kamar sejenak untuk membiarkan Randi dan Ratih saling bicara.


"Ran, kita tunggu di luar ya." Ucap Henri.


"Yoi Ran, pamit dulu." Sambung Paulus.


"Oke" Balas singkat Randi.


"Rat, cepet sembuh ya." Ucap Henri.


"Iya Rat, cepat sembuh biar nanti langsung ke pelaminan terus jos!! mantap." Sambung Paulus.


"Astaga lu Pau, lagi kondisi begini masih saja becanda. geblek!." Bentak Henri.


"Ehm.. amiin, terimakasih." Balas Ratih yang masih susah bicara.


Lalu Henri pun menarik baju Paulus sampai ke luar kamar Ratih dan melepaskan nya. sedangkan Randi, ia masih tersenyum menatap Ratih yang lemah itu.


"Kenapa kamu menatap ku terus sayang?, aneh ya melihat leher ku seperti mau copot ehm.." Tanya Ratih dengan mata yang berlinang air mata.


"Tidak kok sayang, apapun kondisi kamu, aku tetap menyayangi mu. I will always be there for you." Jawab Randi sambil mengusap air mata Ratih.


"Ehm.. aku takut kamu tidak nyaman dan malu akan diriku sayang, apalagi aku kan sudah ternodai oleh orang lain." Ucap Ratih yang semakin insecure.


"Sutt.. sudah sayang, kamu lupakan yang lalu ya. apapun kondisi kamu, aku tetap sayang kamu dan akan terus menjalin hubungan dengan mu." Balas Randi lalu memeluk Ratih lagi.


"Hiks.. hiks.., aku malu sama kamu." Ucap Ratih sambil menangis dengan cukup keras.

__ADS_1


Dan akhir nya pun Ratih menangis dengan deras lagi setelah sekian lama ia menahan nya. lalu di luar, Paulus dan Henri yang mendengar tangisan Ratih pun hanya bisa terdiam dan ikut sedih.


"Ri, gua kasian sama Ratih." Ucap Paulus.


"Jangan kan lu Pau, gua juga kasian pada Ratih. cuma kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa mendukung dan berdoa supaya Ratih selalu di berikan percaya diri untuk tidak menyalahkan diri sendiri terus." Balas Henri.


"Iya Ri, pokok nya kita harus membantu ekstra Randi untuk pernikahan nya nanti, setidaknya bisa membuat beban Ratih dan Randi berkurang." Ucap Paulus.


Lalu Henri pun mengangguk menandakan setuju dengan pendapat Paulus. dan kita kembali lagi pada Ratih dan Randi.


Kini Randi tengah mengusap air mata Ratih dan mengecup pipi nya. lalu membaringkan Ratih di tempat tidur nya kembali.


"Sayang, jangan banyak pikiran ya. kamu harus semangat, karena aku akan selalu di samping kamu walau nyawa ku harus ku taruhkan demi kamu, aku akan tetap ada di samping mu." Ucap Randi sambil menggenggam tangan Ratih.


Kemudian Ratih pun menggenggam tangan Randi dan mengelus nya. sambil terus meneteskan air mata, Ratih hanya tersenyum dan mendengarkan nasihat demi nasihat dari Randi.


..."Cinta Gadis Broken Home"...


Setelah lama berbincang, Randi pun meninggalkan Ratih yang kini sudah tidur kembali di kasur nya dengan tenang.


"Kalian tidak usah khawatir dengan Ratih, ia akan baik-baik saja. dan untuk pernikahan kita, aku mohon izin untuk memajukan tanggal pernikahan kita. apa ada yang keberatan?." Tanya Randi baik-baik.


"Jika memang itu keputusan yang terbaik, kami pasti menyetujui nya Nak." Jawab Opah.


"Alhamdulillah, jika memang sudah di izinkan, aku pamit pulang dulu untuk mengatur kembali skedule nanti ya Omah, Opah, Tante, Om, Kak." Ucap Randi.


"Hati-hati lu di jalan ya." Balas Nawan.


Lalu Randi pun tersenyum kecil dan pamit pergi di ikuti Paulus dan Henri. kemudian, mereka membelah jalanan menuju rumah Randi untuk kembali mengatur semua nya dengan Bu Sari dan juga Pak Pratama.


"Appa, apa kau menyetujui keputusan ku?." Tanya Randi.


"Appa menyetujui apapun yang kamu ingin kan Ran, mulai sekarang semua Appa dukung tanpa perdebatan lagi karena Appa tau semua sudah jalan Tuhan." Jawab Pak Pratama.


"Amma?." Tanya Bu Sari.


"Amma selalu mendukung Randi." Jawab Bu Sari lalu memeluk Randi.

__ADS_1


Lalu Randi pun membalas pelukan Bu Sari di ikuti Pak Pratama yang ikut memeluk Putra tunggal nya itu. namun di sisi lain, Jack yang kini tengah mengamankan setiap sudut yang bagi nya akan membawa bencana.


Mendapat kesulitan ketika suruhan dari Ayah Andrew mulai memasuki salah satu wilayah itu. hingga terjadilah sebuah perkelahian kecil yang cukup menguras tenaga.


"Bruk!!! Brakk!!!"


"Bummh..!!"


Suara tonjokan dan tendangan yang terus menghantam satu sama lain, hingga Jack pun akhir nya berhasil menjatuhkan ketua dari kelompok suruhan Ayah Andrew.


"Apa lu suruhan Edward?, jawab gua!." Bentak Jack sambil mengunci leher lawan nya dengan kencang.


"I.. Iya Tuan, tapi gua hanya di suruh." Balas ketua suruhan itu.


"Baik, tapi ingat!, kalau lu masih mau hidup. bantu gua untuk menghancurkan Edward." Ucap Jack dengan keras.


"Aa.. apa yang harus gua lakukan untuk lu Tuan?." Tanya ketua suruhan itu dengan terbata-bata.


"Gua mau, lu jadi mata-mata gua. apapun informasi yang lu dapat, langsung kabari gua secepat mungkin lewat anak buah gua yang nanti akan menjadi tameng lu." Jawab Jack.


"Ba... baik Tuan, gua mengerti." Ucap ketua suruhan itu.


"Ehm.. lu jadilah tameng untuk dia, menyamar tanpa di ketahui dan bantu dia sampai semua informasi dapat kita gali sebelum Edward dan Andrew bertindak." Titah Jack pada salah satu teman nya.


"Dan ya, ingat baik-baik pesan gua. kalau lu berkhianat!, gua tidak akan segan-segan membunuh lu dan juga keluarga lu!." Ancam Jack lalu melepas kuncian nya.


Lalu anak buah Jack pun mengkawal si ketua suruhan Ayah nya Andrew yang kini kalian sudah tau ya ia bernama Edward. setelah dirasa semua aman, Jack pun kembali berkumpul dengan semua anggota nya dan pergi meninggalkan wilayah yang sudah ia tandai.


Bersambung


Oke, maaf ya bila masih ada tyfing mohon di koreksi. dan maaf juga saya tidak bisa up setiap hari karena kesehatan saya benar-benar tidak sedang stabil.


Dan segitu saja episode hari ini, selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin.馃檹.


Jangan lupa like, koment, saran, rate, and bila kalian suka, jangan lupa di vote/gift, fav love and share.


Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2