
Lalu rasa bimbang yang melanda Randi pun seketika tergibas hilang sesaat karena Bu Salma menelepon nya.
"Amma ada apa ya?," Ucap Randi yang tengah memandangi layar handphone nya.
Dan ketika Randi akan menjawab telepon, tiba-tiba Dokter pun datang dan niat nya pun di urungkan.
"Benar di sini kah yang tadi menelepon rumah sakit ***?" Tanya Dokter.
"Iya benar Bu, silahkan masuk dan tolong dua teman kami yang tengah pinsan ini Bu." Jawab Randi.
"Dimana mereka Tuan, saya tidak melihat nya?" Tanya Dokter yang celingak celinguk.
"Lah tadi kalian bukan nya membaringkan dua semprul itu di sofa ya?" Tanya Randi pada anggota Genk nya.
"Lah Ketua lupa ya, kan mereka di bawa ke rumah Omah dan Opah nya Nona Ratih. bagaimana bisa ada di sini di waktu yang bersamaan bukan?" Balik tanya salah satu anggota Genk Kc.
"Lalu tadi...???" Tanya Lagi Randi.
"Kami cuma test Ketua saja masih fokus atau tidak Ketua, maaf."
"Hais, Bu Dokter maaf ya kalau begitu nanti biar teman ku mengantar Ibu lagi ke rumah sakit." Ucap Randi yang malu dengan tingkah jahil teman-teman nya itu.
Lalu Bu Dokter pun pergi di antar oleh salah satu anggota Genk Kc, sedangkan Randi langsung menelepon Ratih yang kini masih ber'urusan dengan keluarga nya.
"Eits iya sampai lupa. Kak coba itu Paulus, Henri, Julio dan William pinsan dan aku sampai lupa menyuruh supir untuk membantu mereka." Ucap Ratih sambil mengeluarkan telepon nya.
"Hais kenapa tidak bilang dari tadi, malah asik nge teh lagi sama kita." Balas Nawan.
Lalu Nawan pun langsung beranjak dan memerintahkan beberapa bodyguard untuk membantu ke empat teman nya ke ruang medis yang langsung di tangani Dokter keluarga yang tidak jauh tempat klinik nya dari rumah kediaman Omah dan Opah.
Setelah itu, Nawan kembali bergabung dengan keluarga nya. namun dia kembali menekuk wajah nya karena Ratih terus asik mengobrol namun membiarkan telepon nya berdering.
"Dek, angkat tuh panggilan. berisik tau!" Ketus Nawan.
"Iya iya" Ucap Ratih lalu menjawab panggilan itu.
馃摓"Hallo sayang" Ucap Randi.
"Oh ya hallo, maaf ya aku lama jawab." Balas Ratih lalu menjauh sedikit dari tempat kumpul keluarga itu.
馃摓"Bagaimana keadaan Paulus dan Henri. mereka oke kan?, begitu pun dengan William dan Julio." Tanya Akbar.
"Aku belum menengok nya, tapi Dokter sudah memeriksa nya." Jawab Ratih.
馃摓"Tolong jaga mereka ya sayang, dan jangan lupa itu luka di perut mu obati, jangan kamu sembunyikan." Ucap Randi.
"Iya sayang, aku akan menjaga mereka dan mengobati luka ku." Balas Ratih.
__ADS_1
馃摓"Yasudah kalau begitu aku off lagi ya, dadah sayang." Ucap Randi.
"Dadah" Balas Ratih.
Lalu panggilan itu pun terputus, setelah itu Ratih langsung izin ke lantai dua untuk menengok teman-teman nya di ruang medis, tidak lupa juga ia mengobati dan menjahit luka goresan nya sekalian.
Sedangkan di sisi lain, dering telepon Randi pun berkumandang. lalu Randi pun segera menjawab nya setelah melihat ada notif Amma di layar telepon nya.
"Hallo Amma, ada apa?" Tanya Randi.
馃摓"Pulang lah Nak, Amma kangen kamu." Jawab Bu Salma dengan sedikit isak tangis.
"Aku tidak akan pulang sebelum Appa merestui hubungan aku dan Ratih. aku bukan anak kecil lagi yang selalu ada dalam aturan Appa Ma." Balas Randi.
馃摓"Amma tau, tapi apa kamu tidak kangen sama Amma.?, apa kamu akan terus siksa Amma begini Nak.?" Tanya Bu Salma.
Lalu Randi pun terdiam sejenak saat mendengar lebih keras nya isak tangis Bu Salma. hingga akhirnya ia memutuskan untuk menutup bengkel dan pergi ke rumah Pratana Familly.
"Baiklah aku kesana sekarang, and KC tutup bengkel dan kalian tidak lembur hari ini." Titah Randi lalu memutus panggilan tanpa lagi menghiraukan Bu Salma.
Setelah Randi beres merapihkan bengkel di bantu kawan-kawan nya. mereka pun bubar ke rumah masing-masing begitu pun Randi yang langsung pergi menuju rumah Pak Pratama dengan motor sport nya.
"Cinta Gadis Broken Home"
Sesampai nya di rumah Pak Pratama, Randi langsung di sambut hangat oleh Bu Salma yang kini tengah memeluk nya bahkan mengelus pundak Randi. lalu Randi pun membalas pelukan Bu Salma dan mengelus punggung nya.
"Bagaimana kabar mu Nak?" Tanya Bu Salma lalu melepas pelukan nya.
"Aku juga baik Nak, ayo masuk ke dalam, Amma sudah masak kesukaan kamu." Ucap Bu Salma setelah menjawab pertanyaan Randi.
Lalu Randi pun masuk ke dalam dan segera pergi ke ruang makan mengikuti langkah Bu Salma. namun langkah nya terhenti ketika ia melihat Pak Pratama yang sudah duduk di kursi nya.
"Kau!, Amma aku tidak mau makan dengan nya." Ucap Randi.
"Ehm Randi anakku, tolong bicaralah dulu dengan Appa ya. dengar dulu penjelasan nya dan setelah itu baru kamu boleh marah lagi jika tidak suja dengan penjelasan yang Appa akan kasih tau kamu." Balas Bu Salma.
Dan karena Randi sangat sayang Bu Salma, dia pun terpaksa menuruti apa yang di ucapkan Bu Salma. hingga akhirnya Pak Pratama pun membuka topik pembicaraan.
"Duduk" Ucap Pak Pratama.
"Ya" Balas Randi lalu duduk di kursi nya di ikuti Bu Salma yang duduk di samping nya.
"Ada apa?" Tanya Randi.
"Maafkan Appa sebelumnya sudah menekan mu untuk tidak berhubungan dengan Ratih. setelah lama nya hari berlalu, Appa sadar bahwa ini semua hanyalah kecelakaan bukan murni kesalahan Ratih." Jawab Pak Pratama.
"Kenapa baru sekarang anda bisa menyimpulkan ini semua Tuan Pratama terhormat?" Tanya Randi lagi.
__ADS_1
"Karena beberapa hari yang lalu, Ratih mencoba ke rumah untuk menjelaskan semuanya. walau dia harus terluka karena Appa memerintahkan semua pelayan untuk tidak mengizinkan Ratih masuk ke dalam hingga Ratih terbentur dan terjatuh saat memaksa masuk ke dalam." Jawab Pak Pratama.
Lalu Randi pun mengepalkan tangan nya, karena untuk kesekian kalinya Ratih terluka oleh Pak Pratama dan itu membuat darah amarah Randi pun bergejolak.
"Lalu anda membiarkan kekasihku begitu saja setelah dia berisi keras masuk hah!?" Tanya Randi lagi yang menaikkan nada suara nya.
"Randi, tenang sayang tenang." Ucap Bu Salma menenangkan Randi.
Lalu Randi pun kembali menarik nafas nya untuk menjaga emosi nya. dan setelah itu, Pak Pratama pun kembali menjawab pertanyaan Randi.
"Appa tidak diam Randi, setelah Appa tau kalau Ratih benar-benar yakin ingin bicara, dari situ juga Appa percaya bahwa jika Ratih tidak bersalah maka dia akan berisi keras untuk membersihkan nama nya." Jawab Pak Pratama.
"Lalu?" Tanya Randi lagi.
Akhirnya flashback..
Saat itu hujan memang tengah melanda, namun Ratih terus berisi keras ingin masuk ke rumah Pratama Familly.
Walau para pelayan bahkan sekuriti sudah melarang bahkan mendorong paksa hingga Ratih terjatuh, terbentur dan banyak luka di badan nya akibat hal itu.
Tapi Ratih tetap berisi keras ingin bertemu Pak Pratama. hingga akhirnya Pak Pratama yang tidak tega pun membiarkan Ratih yang sudah basah kuyup itu menginjak teras rumah nya.
"Pak, saya mohon tolong jangan hukum Randi atas perbuatan saya." Ucap Ratih yang menggigil kedinginan.
"Dia yang menginginkan semua ini maka itu resiko dia dan bukan urusan saya." Balas Pak Pratama.
"Pak, saya hanya korban, saya wanita terhormat tidak mungkin melakukan hal rendahan itu hanya untuk Pria seperti nya. saat itu memang saya tidak sadar karena pengaruh obat bius, dan Randi pun melihat semuanya karena saya memang datang ke tempat itu dengan Kaka dan Randi." Tutur Ratih.
"Lalu apa bukti nya?" Tanya Pak Pratama.
"Saya memang tidak ada bukti Pak, dan saya kesini bukan untuk meminta anda merestui hubungan kami. tapi saya kesini untuk meminta pada anda agar memanggil kembali Randi ke rumah karena dia putra anda. dan jika dia sudah kembali maka saya akan menjauhi nya agar dia bahagia Pak. yasudah saya pulang dulu ya Pak, terimakasih atas waktu nya." Tutur Ratih.
Lalu Ratih pun berbalik badan dan beranjak pergi. namun langkah nya terhenti dan berbalik badan lagi menatap Pak Pratama dengan wajah yang begitu ceria dan senyum lebar di bibir Ratih.
"Sekali lagi, tolong maafkan Randi ya Pak, ini semua salah saya dan jangan hukum dia hanya karena mencintai saya. Randi adalah orang yang baik, dan saya tidak ingin dia menderita hanya karena memperjuangkan Wanita yang memang kotor adanya dan tidak berpendidikan seperti saya." Ucap Ratih lalu pergi melangkah jalan kaki tanpa menaiki kendaraan apapun.
Dan dari situlah Pak Pratama kembali berpikir keras, karena jika memang Ratih melakukan itu dengan sadar pasti dia tidak akan berani menemui nya.
Lalu Pak Pratama pun terus menyelidiki semua ini bahkan sampai mengikuti aktivitas apa saja yang di lakukan Ratih selama dia di rumah.
Di sana dia melihat Ratih secara diam-diam tengah duduk sendiri di taman rumah nya dengan murung, kadang sampai terjatuh karena tersandung bebatuan di jalan, bahkan di saat malam pun Ratih hanya berdiri di balkon sampai akhirnya suatu hari Randi diam-diam mengunjungi Ratih.
Dan terlihat pancar mata nya berseri ketika melihat Randi. namun semua hanya sesaat karena memang kenyataan tidak memihak mereka. hingga akhirnya Pak Pratama berpikir lagi.
"Apakah wanita baik sepertinya itu memang bisa melakukan hal serendah itu?, dia begitu baik bahkan setia menunggu walau akhir nya dia juga yang terluka. kenapa aku bodoh sekali karena hanya menuruti ego ku." Ucap batin Pak Pratama.
Dan setelah itu, Pak Pratama pun mencoba membuat pertemuan dengan Randi lewat Bu Salma walau selalu tidak di gubris.
__ADS_1
Flashback Off
Bersambung...