
"Saya mau menjemput Ratih Bik, oh ya nama saya.." balas Pria itu yang terpotong omongan nya oleh seseorang yang muncul tiba-tiba.
"Biar gua aja yang bujuk Ratih" ucap William tiba-tiba.
"Lah dodol, tadi lu bilang gak bisa nemenin gua. sekarang tiba-tiba nongol" ucap Pria misterius pertama yang ternayata Riko.
"Bawel, Bik nama saya William dan ini Riko. kami sahabat Ratih yang di amanahkan untuk menjemput Ratih oleh Nawan." ucap William yang langsung nyerobot kayak petasan kudus spot ala Author.
"Oke, tapi Tuan, Nona muda masih di sekolah belum pulang." balas Bik Inem.
"Oh gitu, yaudah kami akan tunggu Ratih di sini gak apa-apa kan Bik?" tanya Riko.
"Gak apa-apa kok, Tuan William dan Riko ingin Bibik buatkan apa?" tanya Bik Inem.
"Gak usah ngerepotin Bik, tapi kalau ada jus mangga si ya it's oke" ucap Riko.
"Njir malu-maluin aja lu Rik, sekalian sama camilan ya Bik" ucap William.
"Hailih lu kang petasan" ledek Riko.
"Bodoamat" balas William.
Lalu Bik Inem pun hanya menahan ketawa dan pergi ke dapur untuk membuatkan jus dan membawakan camilan untuk Riko dan William.
Di lain sisi
Ratih yang sudah tidak kuat karena kepala nya yang super pusing pun segera di antar pulang oleh Akash dengan mobil nya.
"Rat, kita ke apotik dulu aja ya beli obat" ucap Akash.
"Gua gak apa-apa kok Kash" balas Ratih.
"Udah Rat, lu tuh jangan pura-pura kuat depan gua." ucap Akash.
Lalu Ratih pun hanya diam dan menuruti apa yang di katakan Akash demi kebaikan nya. setelah sampai di apotik khusus rumah sakit xx, Akash langsung memberikan resep Dokter yang sebelum nya di berikan Dokter pada Ratih untuk di tebus.
Setelah itu, Akash pun kembali ke dalam mobil dan memberikan sebotol air mineral dan juga obat yang ia beli untuk Ratih.
__ADS_1
"Yaudah, lu sebaik nya istirahat, nanti kalau udah sampai rumah, gua akan bangunkan lu oke" ucap Akash.
"Terimkasih Akash" balas Ratih.
Akash hanya tersenyum karena Ratih mulai bicara lagi setelah sekian lama diam dan murung. lalu ia pun kembali melajukan mobil nya menuju Rumah Ratih.
Sedangkan di indonesia sendiri..
Kini Nawan tengah membersihkan kamar Ratih dengan Rosa yang membantu nya. namun bukan nya membersihkan kamar Ratih denyan benar, Akash dan Rosa malah bermesraan.
Bahkan Rosa dan Nawan ciuman di sela-sela membersihkan kamar. dan setelah itu, lalu Omah pun keluar kamar dan menghampiri Rosa dan Nawan.
"Hais maaf ganggu" ucap Omah lalu menutup kembali pintu.
Lalu Rosa dan Nawan yang terciduk pun hanya malu satu sama lain, terus mereka pun membersihkan kamar Ratih kembali.
Sedangkan Omah hanya tertawa sampai tidak sengaja menabrak Opah yang tengah melangkah menuju ruang makan.
"Ih Omah kebiasaan suka gak hati-hati" ucap Opah.
"Kenapa si ketawa terus? hehe, kebiasaan kalau cucu lagi berdua pasti ketawa terus" tanya Opah uang penasaran.
"Biasa lah, Omah habis menciduk cucu pacaran haha, udah kebelet menikah nih sampai uhuk uhukan aja sembunyi-sembunyi haha" jawab Omah.
"Owalah astaga, kirain Omah itu baru melihat apa sampai terus tertawa ketika cucu lagi kumpul" ucap Opah.
Lalu Omah pun kembali tertawa dan melangkah dengan Opah menuju meja makan untuk nge teh bersama.
<<>>
Kini Ratih sudah sampai di rumah di antar Akash. lalu Ratih yang tidak kuat melangkah pun di gendong oleh Akash dan di bantu pula oleh para pekerja di apartement itu.
"Terimakasih Pak" ucap Akash lalu masuk ke dalam tanpa aba-aba.
Dan ketika Akash sudah di dalam rumah pun, Bik Inem, William dan Riko yang kaget melihat kondisi Ratih puj segera membantu Akash untuk membawa Ratih ke kamar nya.
"Bik, tolong telepon Dokter sekarang" titah William.
__ADS_1
"Kash, kenapa Ratih bisa begini?" tanya Riko.
"Seperti biasa, Ratih menyakiti diri sendiri dengan cara tidak membeli obat yang harus nya di minum rutin. hingga akhir nya ya lu liat sendiri lah" jawab Akash.
"Hih, udah jangan pada berisik ehm.. inj temen sakit malah pada berisik aja kebiasaan" tegur Ratih.
"Maaf Rat" balas Akash dan Riko.
Lalu Riko dan Akash pun diam sejenak agar Ratih tidak terganggu. sedang kan William, ia menggenggam tangan Ratih terus sambil menetes kan air mata.
"Wil, udah ah, lu kebiasaan suka nangis" ucap Ratih sambil mengusao air mata William.
Namun William hanya diam saja sambil menatap Ratih. lalu Ratih yang tidak paham dengan sikaf William pun hanya heran karena William tidak biasa nya sekhawatir ini pada Ratih.
Akan tetapi, Riko dan Akash yang memang sesama Pria pun cukup mengerti dengan perasaan William yang menunjukkan bahwa ia begitu mencintai Ratih.
"Rik, ikut gua sebentar yuk." ajak Akash.
"Okey" balas Riko.
"Rat, lu sama William dulu ya. gua dan Riko mau bicara sejenak" ucap Akash.
"Baiklah" balas Ratih.
Lalu Akash dan Riko pun sedikit menjauh dari William dan Ratih. setelah itu, Akash pun mulai bertanya sedikit demi sedikit pada Riko.
Bersambung..
Kira-kira Akash bakal bertanya apa ya pada Riko? ehm..
Ya kalau penasaran, langsung saja di tav love yak agar tak tertinggal hehe.
Baik segitu saja episode kali ini, maaf ya aku gak bisa update rajin setiap hari nya karena ya beginilah sibuk adanya dan kondisi juga kian makin hari makin tidak vit馃グ. doain aku ya biar cepat di angkat penyakit nya.
Makasih semuanya, jangan lupa like, koment, saran, rate, gift, vote and see you next time..
Muach thankss...
__ADS_1