
Setelah semua penampilan dari tiap tiap divisi, Akhirnya tibalah gilirannya pemilik perusahaan untuk memberikan sambutan.
Papi Adipati yang diberikan kesempatan pertama untuk memberikan sambutan. Selanjutnya Rama sebagai CEO yangmenggantikan papa Adi.
Ketika Rama dipanggil untuk naik ke panggung, Rama membisikkan sesuatu ke asistennya Hendra. Mereka berdua berdiri bersamaan tetapi dengan tujuan yang berbeda.
Kini Rama sudah berdiri di panggung, sebelum dia menyampaikan sambutannya, dia masih terdiam dan melihat ke arah para tamu dan terpaku ke arah Hania. Hendra sudah berdiri di belakang tak jauh dari meja Hania.
Rama memulai sambutannya. Dalam sambutannya dia berterima kasih kepada kedua orang tuanya juga kepada adik adiknya yang telah mendukungnya selama ini.
" Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada seluruh karyawan RS Group baik yang sudah hadir ataupun yang belum sempat hadir disini bersama dengan kita.. karena tanpa kalian perusahaan ini tidak akan maju seperti sekarang ini.. Marilah kita bersama sama bersemangat dan bekerja keras untuk membangun perusahaan ini...Sekali lagi terina kasih.."
" Dan di akhir sambutan saya , berikan saya waktu sedikit lagi...dengan apa yang akan saya ungkapkan..." Ucap Rama
Rama menarik napas panjang. Semua makin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Rama. Sedangkan Anin mulai gugup. Dia berharap apa yang akan dikatakan Rama saat ini adalah apa yang dia harapkan.
" Saya undang nona Hania Tjipta untuk naik ke panggung ini.." Ucap Rama
Semua kaget dan mencari siapa yang disebutkan oleh Rama.
Keluarga Rama tentu saja bingung dan kaget tetapi sudah mulai meraba raba apa yang akan dilakukan Rama mengingat cincin mami Tia sudah ada di tangan Rama.
" Pi, spertinya sebentar lagi kita akan dapat menantu.." Bisik Mami Tia
" Hem.." Papi Adi hanya menanggapi santai
Sedangkan orang yang dimaksud, yaitu Hania sedang menutup wajahnya dengan jari jari kedua tangannya.
" Ya Tuhan, ada apa dengan kak Rama.." gumam Hania. Dia merasa malu karena senua mata tertuju kepadanya saat ini. Sebenarnya banyak yang tidak mengenal siapa Hania. Tetapi karena kehebohan Vey, Sierra dan Vina maka mereka menjadi tahu yang mana orang yang dimaksud Rama.
" Nona Hania, mari saya antarkan ke
panggung.." Ajak Hendra dengan berkata formal
__ADS_1
" Kak Hendra ada apa ? Aku malu banget.." Jawab Hania
" Menurutlah nona..kasihan pak bos di
panggung sendirian.." Ucap Hendra
" Han, kalo lo gak mau ke panggung..ntar kak Hendra jemput mbak Anin aja.." Canda Vey
" Hush..Vey..enak aja... " Ujar Hania kesal
" Ya udah sana..jangan lama lama..gregetan gw.." Ucap Vey gemas
" Mari nona.." ajak Hendra lagi
Akhirnya Hania berdiri dan mengikuti di belakang Hendra. Saat melewati meja keluarga Rama, Mami Tia tiba tiba berdiri dan memeluk Hania sebentar.
Tentu saja orang yang mengenal mami Tia terkejut dengan kedekatan Hania dengan keluarga Rama. Jangan tanyakan bagaimana ekspresi Anin sekarang.
Hania sudah berada di panggung dan berhadapan dengan Rama.
Rama mengambil tangannya dan menggenggam lembut serta menariknya semakin dekat.
Wajah Hania sudah sangat memerah karena menahan malu juga gugup. Debaran jantungnya serasa mau meledak.
" Hania, aku tidak bisa berkata kata romantis, tetapi percayalah apa yang akan aku lakukan saat ini adalah cerminan dari isi hatiku... " Kata Rama dan tiba tiba dia bersujud sambil tetap menggenggam tangan Hania.
Semua tercengang karena CEO dingin dan ketus itu bisa romantis juga.
" Hania Tjipta, maukah kamu menjadi pendampingku hingga ajal menjemput nanti, menjadi ibu hebat bagi anak anak kita ? Aku tidak berjanji tetapi aku akan berusaha untuk tidak menyakitimu.." Ucap Rama
Air mata Hania sudah bercucuran. Dia tidak pernah membayangkan ini akan terjadi di hidupnya.
Sahabat Hania dan Rama, juga keluarga Rama sedang menyemangati Hania agar Hania menerimanya.
__ADS_1
" Terima..Terima..Terima.." Ujar mereka
Sedangkan pemain musik mulai memainkan piano sehingga suasana menjadi sangat romantis.
Hania mengangguk dan menjawab " Iya aku mau.."
Rama menghembuskan napas lega. Kemudian dia berdiri dan mengambil cincin mami Tia yang ada di saku jasnya.
" Hania, ini cincin mami, nanti aku ganti yah.." Ucap Rama dengen tersenyum tipis.
Hania tersenyum dan berkata " Pak CEO gak modal banget sih...ngelamar tapi dengan cincin pinjaman...hehe "
" Huwaaaaah.... Yeaaay..." Begitulah sorakan para tamu disana.
Para kaum hawa disana yang maaih lajang sedikit kecewa juga iri karena Hania mendapatkan pria idaman seperti Rama.
Anin sudah keluar dari ruangan itu dengan menangis. Dia sangat sedih karena Rama benar benar sudah tidak mau kembali dengannya.
Keluarga Rama sudah naik ke atas panggung. Mami Tia memeluk Hania dengan erat. Papa Adi memeluk Rama sambil menepuk nepuk punggung Rama.
" Katanya gak mau dijodohin.." Bisik Papi Adi dengan tersenyum
" Terima kasih pi..." ucap Rama tanpa menanggapi candaan papi Adi
" Waah...aku gak menyangka kamu jatuh juga dipelukan Hania..mami senang banget Rama.. Akhirnya Hania jadi menantu mami "
Kehebohan pun masih terus berlanjut ketika mereka semua turun dari panggung. Tak sedikit yang mengucapkan selamat kepada pasangan dan keluarga Adipati Sastra.
" Baiklah...pemandangan yang sangat indah yaah...untuk itu baginlara tamu hadirin, kami persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah dipersiapkan.." Ucap pembawa acara tersebut.
Semua orang kini mulai mengantri untuk mengambil makanan mereka
__ADS_1