Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Nafas buatan


__ADS_3

Ratih menatap mata Nawan, lalu Nawan langsung memberikan nafas buatan agar Ratih bisa bernafas kembali. namun hasilnya nihil bahkan suhu tubuh Ratih menjadi dingin.


Dan Ratih pun semakin tersenggal-senggal bahkan meremas baju Nawan dan kejang-kejang. hingga Ratih pun lebih kesulitan bernafas.


"Mana si ambulance nya! ah bangs*t! " teriak Randi fanik.


"Lu teriak begini tidak akan menyelesaikan masalah Ran! " bentak Henri.


"Ini semua gara-gara gua Ri!, andai gua gak kenal Ratih dan jatuh cinta padanya. mungki Ratih tidak akan mendapat hinaan dari Appa! " bentak Randi.


"Coba tengok dia Ran, lihat ia sekarat sekarang. lu harus tenang dan jangan emosi begini Ran, lu gak kasian dengan Ratih? " ucap Henri menenangkan Randi.


Randi pun menatap kembali mata sayu Ratih, lalu ia pun berlutut disamping Ratih dan menekan-nekan dada Ratih serta memberikan nafas buatan padanya.


"Kita bawa Ratih ke uks aja dulu Bro" ucap Julio.


"Disana tidak ada tabung oksigen Li" ucap Paulus.


"Ah shit!! " sesal Julio.


Disaat semua sudah prustasi bahkan menyerah, Randi tetap berusaha untuk membuat Ratiy bernafas kembali. ia tarus menekan-nekan dada Ratih bahkan terus memberikan nafas buatan padanya.


Nawan yang melihat ketulusan bahkan air mata tulus yang berada disudut mata Randi pun mulai luluh dan mengusap air mata Randi.


"Sudah Ran, Ratih akan sulit bernafas mau lu bagaimanapun lakukan akan tetap begini" ucap Nawan pasrah.


"Enggak Kak, Ratih akan bernafas gua yakin dia akan bernafas. ayo Rat kita berjuang bersama-sama melewati semua ini" ucap Randi yang kembali meneruskan aktivitasnya.


Hingga setengah jam. kemudian, dengan usaha dan ketulusan Randi pun akhirnya Ratih dapat bernafas kembali dan disaat bersamaan juga ambulance pun tiba.


Dua perawat pun segera membawa brangkar lalu Nawan membaringkan Ratih diatas brangkar itu.

__ADS_1


"Lu harus kuat Dek" ucap Nawan menyemangati sambil terus menggenggam tangan Ratih dengan sangat erat.


Didalam mobil, Ratih langsung dipakaikan masker yang sudah terhubung dengan tabung oksigen Suction Machines.


Suction Machines adalah alat yang membantu membersihkan lendir dari saluran pernapasan pasien. Tujuannya agar pasien bisa bernapas lebih lega.


Setelah itu Randi yang hendak menyusul pun tiba-tiba dihentikan oleh Henri yang sudah memegang pergelangan tangannya.


"Ada apa Ri, gua tidak punya banyak waktu" ucap Randi dengan penuh khawatir.


"Pak Pratama memanggil lu Ran, ayo temui dia baru lu jenguk Ratih nanti" ucap Henri dengan dingin menahan sedih dihatinya.


"Gua gak akan bertemu dia sampai kapanpun" ucap Randi sambil melepas tangan Henri.


"Jika lu gak mau bertemu Pak Pratama maka Ratih akan semakin menderita Ran" teriak Paulus.


Seketika Randi pun menghentukan langkahnya dan berbalik badan lalu menghampiri mereka kembali.


"Maksud lu bagaimana si? gua gak ngerti" ucap Randi semakin kebingungan dengan tingkah teman-temannya.


"Papah lu akan membuat Ratih semakin menderita jika lu masih nekat berdekatan dan mempunyai hubungan dengan Ratih Ran, dan jika lu masih keras kepala juga maka Ratih bisa mati hanya karena setiap makian, hinaan dan juga bentakan dari mulut Papah lu Ran! lu paham kan maksud gua hah! " bentak William dengan sangat kencang.


Randi pun tersadar bahwa Semakin Ratih dirangkul maka Ratih akan semakin menderita dengannya. lalu Riko memegang pundak William untuk menenangkannya.


"Sudah Wil, ini di sekolah bukan di rumah jadi jaga sikap lu" ucap Riko.


"Sorry" balas William.


"Sebaiknya lu temui Papah lu dulu Ran, setelah itu baru lu jenguk Ratih karena dia membutuhkan lu. mau bagaimanapun, lu cinta pertama Ratih dan terakhir Ratih Ran" ucap Julio.


"Tolong temui Papah lu untuk kebaikan lu dan Ratih" ucap William yang mulai tenang.

__ADS_1


"Baiklah, gua titip Ratih ya Rik, Wil, li. setelah gua bicara pada Appa gua akan segera menyusul" ucap Randi yang langsung berlari.


William begitu sedih melihat perjuangan Randi untuk orang yang dia cintai. namun semua itu jyga membuat ia sadar akan saty hal.


Karena seberapapun William mengejar Ratih, hati Ratih hanya untuk Randi sehingga ia memilih menjaga Ratih untuk Randi dan demi mereka bahagia.


"Wil kok diam saja" ucap Paulus.


"Tidak apa-apa, lu dan Henri temani saja Randi dia butuh kalian" ucap William.


"Baiklah, kita duluan ya" ucap Henri lalu melangkah menyusul Randi.


"Duluan ya semuanya" sambung Paulus yang mengikuti langkah Henri.


"Ayo Kita cabut sekarang, gua sudah dapat alamat rumah sakitnya" ajak Tomi.


Henri dan Paulus pergi menyusul Randi, sedangkan Trip semprul dan Tomi pergi juga menyusul Nawan dan Ratih kerumah sakit.


Mereka tidak berpikir tentang sekolah, karena yang paling penting dihidup mereka adalah kesetiaan bukan pendidikan. bagi mereka, pendidikan bisa dicari kapanpun namun kesetiaan sulit didapat walau kita mencarinya hingga lembah paling terdalam sekalipun.


...****************...


Ya memang seperti itulah Kawan bagi mereka dan bagi aku sendiri kawan adalah.


......"Kawan bukanlah sebuah mainan yang butuh kau genggam dan tidak butuh kau buang, karena teman sejati itu akan menemani disaat suka maupun duka bukan hanya menamani disaat tenang dan butuh akan suatu hal"......


..."Ar29"...


Baik, segitu saja episode kali ini 馃槆 Author tutup dan jangan lupa di fav aja love nya biar gak ketinggalan ceritanya Cinta Gadis Broken Home.


Setelah di fav, jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment, rate dan vote jika anda suka dan jika tidak suka pun tidak apa-apa karena Author tidak memaksa馃榿.

__ADS_1


Sekian Terimakasih dan See u next episode馃グ


__ADS_2