
Tiba-tiba Ratih sudah berada di dalam lift, hingga Randi yang akan mengajak Ratih untuk sarapan pun di urungkan.
"Loh kenapa kamu keluar kamar, kamu kan harus istirahat Bee" ucap Randi.
Namun Ratih tidak bersuara dan hanya langsung memeluk Randi dengan erat. lalu Randi mengelus rambut Ratih dan melihat wajah Ratih sejenak.
"Maafkan aku yang lalai menjaga mu Ratih, hingga kamu harus trauma karena kesalahan yang sudah aku perbuat. tapi aku janji, setelah kita lulus sekolah, aku akan langsung menikahi kamu karena tabungan bisnis kecil-kecilan ku setahun ini sudah cukup untuk mempersunting kamu." ucap batin Randi.
Lalu Randi pun melepas pelukan dia dan berbisik pada Ratih untuk segera sarapan. dan mereka pun sarapan bersama namun hanya berdua saja karena Omah dan Opah tau kalau Ratih sedikit lebih nyaman dengan Randi di banding mereka.
Sebelum nya Randi bilang bahwa dia punya bisnis kecil-kecilan bukan?, dan yang dia bilang maksud bisnis kecil itu yakni sebuah bengkel yang satu tahun lalu dibangun ketika ia di beri uang saku oleh Bu Salma yang cukup lumayan bisa dia bagi untuk kebutuhan dan memulai bisnis nya.
Hingga kini bengkel itu ramai dan menjadi sebuah bengkel yang sudah bersertifikat dan banyak pelanggan yang sudah jadi langganan service bengkel Randi itu.
Beberapa hari kemudian...
Andrew sudah ada di penjara dan di hukum seumur hidup tanpa jaminan apapun yang bisa menebus nya, Randi Cs sudah kembali sekolah, Nawan sudah kembali melanjutkan bisnis kantor nya, sedangkan Riska memutuskan untuk home scholling.
Aktivitas pun sudah kembali normal, namun ketika Ratih tengah belajar online, tiba-tiba Pak Pratama datang ke rumah dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Bik.. itu siapa?" teriak Ratih lalu keluar kamar.
Lalu Ratih pun tersenyum ketika melihat Pak Pratama berkunjung ke rumah nya, hingga ia yang bahagia pun langsung turun menggunakan lift. namun, ketika pintu lift itu sudah terbuka, Ratih pun tidak sengaja mendengar makian Pak Pratama terhadap diri nya.
"Saya tidak mau tau, tolong jaga cucu kalian agar tidak dekat-dekat dengan anak saya!, dia itu wanita murah*n!, mau di taruh dimana derajat keluarga kami jika semua orang tau kalau tunangan Randi itu pelac*r!" teriak Pak Pratama.
Lalu Ratih yang sudah mendengar semua nya pun diam mematung. sedangkan Pak Pratama yang menoleh dan melihat Ratih di hadapan nya pun langsung menghampiri Ratih.
"Bagus lah kamu ada di sini, dengar baik-baik, saya tidak sudi mempunyai calon menantu pelac*r seperti kamu, dan kembalikan cincin itu lalu tinggalkan Randi, pecamkan itu baik-baik." peringatan Pak Pratama lalu pergi dari rumah Omah dan Opah.
Dan Ratih yang kaget karena kepercayaan yang ia bangun susah payah kini mulai runtuh lagi dan malah membuat Pak Pratama semakin membenci nya.
"Nak, sayang.. tolong jangan.." ucap Omah yang terhenti ketika Ratih langsung lari menaiki anak tangga.
__ADS_1
"Ratih hati-hati, nanti jatuh nak" teriak Opah.
Namun Ratih tidak menggubris Opah ataupun Omah, ia hanya lari sambil menangis. dan sesampainya di kamar, ia langsung menutup pintu lalu bersandar di pintu sambil menangis.
Sedangkan di bawah, Omah dan Opah yang merasa khawatir pun langsung menyusul Ratih dan menggedor pintu nya pelan-pelan. namun hanya ada suara isak tangis yang terdengar di dalam kamar.
Tak terasa waktu pagi pun telah berganti malam..
Nawan sudah pulang dari kantor dengan Rosa yang rencana nya akan membuat rancangan desain pernikahan karena beberapa bulan lagi mereka akan segera menikah.
Namun saat mereka hendak duduk di sofa, Omah pun menepuk pundak Nawan untuk segera bicara tentang pagi tadi dan menjauh sedikit dari Rosa supaya tidak mengganggu pikiran nya. karena Omah tau kini pernikahan Nawan dan Rosa hanya tinggal menghitung bulan saja.
"Ada apa Omah?" tanya Nawan.
Lalu Omah pun menceritakan tentang tadi pagi, dan Nawan yang mendengar itu pun begitu emosi. namun semua itu ia tahan karena ada hadir nya Rosa di situ.
"Terimakasih Omah" ucap Nawan.
"Yasudah lanjutkan urusan kalian ya, Omah mau ke kamar istirahat. jaga Nawan ya Ros dia kan nakal haha" ucap Omah untuk mengalihkan perhatian Rosa lalu pergi.
Sedangkan di sisi lain, Randi yang engan mendengar setiap makian dan ocehan dari Pak Pratama pun berniat untuk kabur dari rumah. namun niat itu di urungkan karena sayang nya pada Bu Salma.
Lalu Bu Salma yang melihat Randi sudah benar-benar stress karena Pak Pratama pun, segera menghampiri Randi dan mengelus rambut nya.
"Maafkan Appa ya sayang" ucap Bu Salma.
"Tidak bisa Ma, aku tidak bisa terima Ratih di bilang wanita pelac*r, sedangkan semua itu murni Ratih lah yang jadi korban dan bukan dia yang melakukan itu atas ingin nya." balas Randi dengan tenang.
"Ehm.. Amma pun minta maaf ya, karena sebelum nya Amma juga telah menghina Ratih. namun Amma sadar, kalau Ratih bukan lah wanita seperti itu." ucap Bu Salma lagi.
"Iya Amma, sebenar nya aku tidak masalah jika Appa terus memaki aku atas hal itu, namun aku hanya takut bila Appa ke rumah Ratih dan berbuat masalah disana." ucap Randi.
Lalu Bu Salma pun menenangkan Randi dan meyakinkan nya untuk selalu berpikir positif. namun mereka tidak tau bahwa Pak Pratama sudah ke rumah Ratih, bahkan kini Ratih stress dan tengah drof karena ia berpikir keras tentang kata-kata Pak Pratama yang ia sendiri bingung.
__ADS_1
Kenapa selalu Wanita yang di salahkan atas setiap kesalahan Pria. dan Ratih pun berpikir lagi apa dia benar-benar tidak layak untuk Randi dan pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di otak Ratih.
Dan saat Randi tengah berbincang tentang keluh kesah nya pada Bu Salma, tiba-tiba handphone nya berbunyi notif pesan dari Ratih yaitu.
"Datang lah ke taman xyz untuk bertemu ku sekarang juga" pesan Ratih.
Lalu Randi pun langsung memeluk Bu Salma dan pergi begitu saja. dan Pak Pratama yang heran dengan tingkah Randi pun segera bertanya pada Bu Salma. lalu mengikuti Randi karena Bu Salma malah keceplosan memberitahu Pak Pratama.
...<>...
Setelah dua puluh menit di tempuh oleh Randi, akhir nya ia pun tiba di taman kecil yang sudah di hiasi lampu oleh Ratih. lalu Ratih pun menghampiri Randi sambil tersenyum.
"Yaampun Bee, kamu kenapa dekorasi taman. harus nya kan aku yang membuat semua ini." ucap Randi.
"Sesekali gantian Bee" balas Ratih.
Lalu Randi dan Ratih pun melanjutkan obrolan nya sambil jalan santai menuju bunga mawar yang berbaris rapih dan indah di taman itu.
Hingga setelah mereka bicara panajnf lebar dan menghabiskan waktu berdua. Ratih pun memegang tangan Randi dan menatap nya sambil tersenyum.
"Bee, mungkin hari ini hari terakhir kita akan menghabiskan waktu bersama" ucap Ratih.
"Kok kamu bicara begitu?" balas Randi sambil mengelus pipi Ratih.
"Karena.." ucap Ratih pun di potong oleh seseorang.
<>
...JANGAN LUPA LIKE, ...
...KOMENT...
...VOTE/GIFT...
__ADS_1
...AND SHARE...