Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Cukup sudah


__ADS_3

"Karena Appa tidak mau mempunyai menantu pelac*r seperti dia" ucap Pak Pratama dengan tiba-tiba.


Lalu Randi pun membalikkan tubuh nya, sedangkan Ratih hanya menundukkan kepala nya sambil menekan jari jemari nya hingga lecet satu persatu.


"Apa maksud Appa?" tanya Randi dengan dingin.


"Appa sudah bicara dengan nya dan juga Omah dan Opah nya untuk menjaga jarak dengan keluarga kita. Appa tidak mau mempunyai menantu yang menjaga tubuh nya saja tidak bisa apalagi menjaga kehormatan nya." jawab Pak Pratama.


"Kau ini tidak tau apa-apa Pa, Ratih hanyalah korban, dia melakukan itu semua secara paksa. please bedakan mana paksaan dan mana keinginan Pa" ucap Randi.


Dan ketika perdebatan itu terjadi, Ratih yang sudah tidak kuat dan trauma nya pun kambuh pun langsung memegang pundak Randi.


Lalu Randi pun membalikkan tubuh nya dan memegang telapak tangan Ratih yang tengah memegang pundak nya.


"Naikkan pandangan mu Bee" titah Randi.


Lalu Ratih pun mencoba tersenyum walau mata nya berlinang air mata. dan setelah itu, Ratih melepas genggaman tangan Randi dari telapak tangan nya.


"Bee, aku sayang sama kamu. tapi jika Ayah mu tidak bisa menerimaku, ku rasa cukup sampai di sini saja hubungan kita." ucap Ratih.


"Gak Bee, aku mau sama kamu dan aku akan terima apapun keadaan kamu. kan aku sudah janji pada mu untuk tidak meninggalkan kamu sendiri." balas Randi.


"Bee, kamu itu pangeran dari keluarga terhormat dan terpandang, kamu tampan, kaya raya, dan kamu perfect. pasti setelah aku pergi, kamu akan mudah mendapat yang lain kok." ucap Ratih lagi.


"Please jangan bicara seperti itu" balas Randi.


"Ehm.., aku kembalikan ini, lalu kamu berikan pada istri mu nanti dan juga aku minta maaf sudah mempermalukan kamu dan keluarga kamu. aku pamit" ucap Ratih lalu memberikan cincin tunangan mereka dan pergi menaiki motor sport nya.


Dan dari sini lah emosi Randi sudah tidak terkontrol. setelah itu, ia menarik kerah Pak Pratama dan bicara sekeras mungkin meluapkan semua emosi nya.


"Apa sebenar nya mau mu Pa!?, Ratih bukan pelac*r!, tapi dia hanya korban. jika bukan salah ku, tidak mungkin Ratih akan jadi seperti ini!. kenapa kau selalu menilai seseorang tanpa mengetahui kebenaran nya dulu hah?!," bentak Randi dengan segala emosi nya.


Lalu Pak Pratama pun mencengkram kedua tangan Randi yang tengah menarik kerah baju nya. setelah itu, Randi pun melepaskan cengkraman nya pada kerah baju Pak Pratama.


Setelah itu, Pak Pratama pun menampar Randi sekeras mungkin. namun Randi diam dan tidak membalas nya sedikit pun.


"Kenapa diam!, ayo pukul Appa" ucap Pak Pratama.


"Cukup sudah!, jika kau dewasa dan pria sejati, bukan pakai otot hanya untuk menyelesaikan hal ini Tuan Pratama. jika memang kau cerdas, cari tau apa yang terjadi baru kau bisa menilai dan menyelesaikan masalah mu. jadi kepala keluarga saja kau gagal, apalagi jadi seorang Ayah!" balas Randi dengan teriakkan dan melantur.


"Beranu sekali kau berkata seperti itu pada Ayah mu sendiri hah!. hanya karena Wanita murah*n itu kau berani sekali membangkang pada ku!. baiklah jika kau mencintai nya dan lebih menginginkan dia di banding keluarga mu, sekarang kamu pilih Ayah atau Ratih!" tanya Pak Pratama.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan mu Tuan Pratama, kau bukanlah Ayah tapi kau hanyalah seorang kepala perusahaan. kau hanya mementingkan kehormatan dan drajat mu bukanlah cinta. maka jelas aku akan memilih Ratih, karena dia bisa memberikan apa yang aku inginkan dan kasih sayang yang tidak pernah kau beri pada ku. aku pamit, jaga Amma baik-baik dan jangan kau sakiti dia. sekali kau sakiti dia, seribu kali ku akan memberikan perhitungan pada mu." jawab Randi dengan penuh penegasan dalam setiap kata nya.


Lalu Randi pun pergi meninggalkan Pak Pratama yang mematung tidak menyangka dengan pilihan Randi. sedangkan Randi tidak peduli lagi dengan Ayah nya dan memilih pergi sejauh mungkin dari tempat ia tinggal.


<<>>


Kini Ratih lebih suka diam menyendiri. walau bibir nya menunjukkan senyuman, namun beda dengan tatapan nya yang kosong tiada semangat.


Sedangkan Randi, kini dia fokus dengan bengkel, sekolah dan teman-teman nya tanpa mempedulikan lagi apa yang akan Pak Pratama lakukan.


Dan suatu hari..


Nawan yang tidak tenang melihat kondisi Ratih yang terus kian menurun pun, memutuskan untuk cuti dua hari dan menemani Ratih di rumah.


"Kak, kok lu di rumah. gak kerja kah?" tanya Ratih.


"Gua cuti dek hehe, lagian kan dua bulan lagi gua juga sudah mau menikah. jadi ya sibuk lah banyak yang harus di persiapkan" jawab Nawan berbohong.


"Begitu ya Kak. oh ya, di kantor gak ada yang tau kan tentang video gua yang memalukan itu?" tanya Ratih lagi.


"Tidak Dek, lagian ini bukan salah kamu." jawab Nawan.


"Alhamdulillah kalau begitu, tapi Kak." ucap Ratih namun di urungkan lagi.


"Ka.. kalo gua hamil bagaimana?" tanya Ratih dengan terbata-bata.


"Enggak Dek, lu tidak mungkin hamil jika anak breng**k itu tidak keluar di dalam." jawab Nawan meyakinkan Ratih.


"Ta.. tapi.. ta.. ah!, tapi kita kan tidak tau dia keluar di mana Kak. jika di dalam bagaimana?, gua gak mau hamil" ucap Ratih yang mulai depresi.


"Tidak Dek, dia gak akan berani melakukan itu. percayalah ya" balas Nawan.


Lalu Ratih pun ke pelukan Nawan dan pecah lah tangisan Ratih yang selama ini dia bendung hingga menjadi lautan yang amat dahsyat.


"Sudah jangan menangis ya Dek, lagian gua tidak akan meninggalkan lu dengan kondisi apapun nanti. Randi juga kan ada selalu untuk lu, jadi jangan sedih ya" ucap Nawan.


Lalu tangis Ratih pun malah semakin menjadi ketika Nawan mengucapkan nama Randi. dan terkuak lah bahwa Nawan tidak tau kalau Ratih mengambil keputusan sendiri tanpa bilang pada Nawan.


"Kenapa lu jadi menangis semakin kencang Dek?, ada apa?, tolong cerita sama gua sebenar nya apa yang lagi lu rasakan?" tanya Nawan yang bingung dan tidak tau harus berbuat apalagi.


"Se.. sebenar nya beberapa hari yang lalu, gua bertemu Randi dan memutuskan hubungan kami setelah Ayah Randi memaki gua tanpa sepengetahuan lu" jawab Ratih dengan terbata-bata dan isak tangis yang sendu.

__ADS_1


Namun reaksi Nawan di luar dugaan. ia bukan kecewa, tapi dia lebih mengerti Ratih dan langsung melepas Ratih dari pelukan nya.


Ratih yang takut Nawan marah pun hanya menundukkan kepala nya tanpa berani menatap Nawan sedikit pun. lalu Nawan mengecup kening Ratih dan mengusap air mata Ratih.


"Gua tidak marah kok Dek, lagi pula jika Pak Pratama memang tidak menyetujui hubungan kalian, bagaimana bisa kalian bahagia. dan keputusan lu sudah benar, jadi lu tidak usah takut gua akan marah Dek" ucap Nawan.


"Terimakasih ya Kak, tapi gua masih mencintai Randi." balas Ratih.


"Cinta bisa di cari Dek, tapi kehormatan susah di cari" ucap Nawan yang seketika menyentuh hati Ratih.


"Ehm. iya Kak" balas Ratih.


"Yasudah, lu minum obat nya dulu terus tidur ya" titah Nawan.


Lalu Nawan pun mengambil beberapa tablet obat dan mengupas nya. setelah itu, Ratih pun langsung meminum obat nya dan istirahat.


Sedangkan di sisi lain, Randi tengah belajar di sekolah dengan kawan-kawan nya. namun karena pikiran Randi terganggu dengan Ratih yang terus berkeliaran di otak nya, penghapus papan tulis pun mencium kening tampan nya hingga ia pingsan.


Lalu Paulus dan Henri yang panik pun segera membawa Randi ke UKS. dan disana, ia di hampiri oleh Sulis and the genk yang memang selalu saja mengikuti Randi kemanapun ia pergi.


Ya jelas saja, karena semenjak Ratih keluar dari sekolah, peluang Sulis untuk mendapatkan Randi pun semakin besar.


"Kalian ngapain kesini!" bentak Henri yang tidak suka dengan kehadiran mereka.


"Gua cuma mau memastikan calon pacar gua baik-baik saja kok" jawab Sulia dengan santai nya.


"Pacar, mimpi ye lu haha" ejek Paulus.


"Bangs*t lu njir" balas Sulis dengan kasar.


"Hailih, cewek cantik wajah nya tapi kok hati nya busuk" ucap Paulus dengan ketus dan tatapan sinis nya.


"Berisik!" bentak Randi yang sudah bangun dari pingsan sesaat nya.


Lalu Sulis pun mencari muka pada Randi. namun Randi tidak menggubris nya dan malah langsung pergi dari UKS dengan di bantu oleh Paulus dan Henri meninggalkan Sulis yang penuh kecewa.


Bersambung...


Ehm by the way, hari ini adalah hari ibu, dan tidak banyak doa dari ku untuk para bidadari tanpa sayap.


Hanya satu doa untuk mu Mommy, aku ingin kau panjang umur dan selalu menemani ku walau nanti aku sudah menikah dan tidak tinggal bersama mu lagi, dan juga aku yang pasti akan meninggalkan mu ke rumah Tuhan nanti.

__ADS_1


I love you mom, bidadari ku, malaikat ku dan hidup ku yang tiada ganti nya. 馃槝馃槝


__ADS_2