
Rose masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke kantor Dimitri.
Sampai di kantor, dia langsung menuju ke ruangan suaminya, setelah sebelumnya dia mengirim pesan pada Dimitri.
tok tok tok!
" Masuk!"
Rose lalu masuk kedalam dan ini pertama kalinya dia kembali datang ke kantor suaminya setelah mereka bercerai.
"Silahkan duduk,"
Dimitri mempersilahkan Rose untuk duduk di sofa.
Rose lalu duduk dan sikapnya menjadi kaku sekaligus canggung.
"Ada apa? Kau bilang ada hal yang sangat penting?" Dimitri sangat penasaran dengan apa yang akan di bicarakan mantan istrinya itu.
"Kau ingat Alea pernah tidak pulang di malam itu?"
"Ya, aku ingat. Ada apa?"
"Dia hamil. Sudah dua bulan," kata Rose tidak bertele-tele.
"Apa?" Dimitri melebarkan matanya dan menatap tajam mata Rose.
"Sekarang bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Ini sudah terjadi. Yang harus kita lakukan adalah mempercepat pernikahan Wilea sebelum perut Alea menjadi bertambah besar,"
Dimitri tertegun.
Rose menarik nafas panjang dan dalam.
Suasana hening sesaat. Dimitri terdiam tapi dia berfikir sangat keras.
"Kita harus menyelamatkan salah satu putri kita terlebih dahulu. Jangan sampai pernikahan Wilea batal karena kehamilan Alea," kata Rose menatap mantan suaminya dengan seksama.
__ADS_1
Kali ini dia membutuhkannya untuk mengurangi stress yang dia rasakan.
Dimitri meraih kepala Rose ke pelukannya. Entah apa sebabnya, kali ini Rose tidak menolaknya.
Rose terhanyut oleh suasana hatinya yang gundah gulana.
Kebenciannya pada suaminya sesaat sirna karena masalah yang sedang dia hadapi.
Dimitri, memang masih mencintai mantan istrinya itu. Dia sangat merindukan nya. Dan ini adalah pertama kalinya mereka sedekat ini sejak bercerai.
Dan tiba-tiba, Micha yang sudah di cegah agar tidak masuk kedalam, dia menerobos masuk dan kaget melihat Dimitri sedang memeluk mantan istrinya itu.
Micha berdiri dipintu dengan mata terbelalak penuh api amarah. Darahnya memuncak dalam api cemburu yang sangat besar.
Micha bahkan melihat Dimitri begitu menikmati pelukan itu dan membelai rambut Rose.
Micha mengepalkan tangannya dan meremas berkas di tangan nya dengan sangat kuat.
Dimitri kaget ketika mendongakkan kepalanya dan dia melihat Micha berdiri dipintu dengan wajah tak enak di lihat.
Rose segera membenahi duduknya dan berdiri.
Dimitri juga berdiri dan menatap dua wanita itu dengan bersama an.
"Hanya itu yang ingin aku katakan padamu. Jika ada waktu, datanglah dan kita bicara," kata Rose menjadi serba salah karena telah terbawa perasaan dan melewati batasan ya g dia buat sendiri saat bercerai dengan suaminya itu.
"Harusnya kau tidak datang ke kantor untuk membicarakan urusan keluarga," sindir Micha pada Rose, mantan istri Dimitri.
"Wanita asing sebaiknya tidak bicara tentang masalah keluarga kami. Dia ayahnya anak-anak. Meskipun kami bercerai tapi dia tetap ayah mereka,"
Micha semakin kesal dan marah lalu menatap tajam wajah Dimitri.
"Rose. Nanti aku akan kerumahmu," Dimitri memisahkan mereka berdua yang mulai adu mulut,"
"Baiklah. Aku pulang,"
__ADS_1
Rose berjalan melewati Micha dan sengaja menyenggol bahunya tanpa bicara apapun.
Dia sangat membenci wanita ini. Karena dia menggoda suaminya, pernikahan menjadi hancur.
Micha menutup pintu dengan kesal dan berjalan mendekati Dimitri.
"Kenapa kau tadi memeluknya seperti itu? Kau sudah bercerai dengannya. Apakah kau berfikir untuk mencampakkan aku dan kembali pada mantan istri itu!" Micha berkata dengan keras dan penuh kecemburuan.
"Dia sedang sedih. Wajar jika aku menenangkan nya. Jangan pikirkan apa yang kau lihat tadi. Kami seperti sahabat sekarang. Kenapa kamu selalu merasa tidak aman, setiap kali aku bertemu dengan Rose?"
"Karena sampai sekarang kita belum resmi menikah. Kau namakan apa hubungan kita selama bertahun-tahun ini?"
Dimitri menarik nafas dalam.
"Mereka belum menerima kehadiran mu. Aku bisa apa? Perusahaan tempat aku bekerja ini, milik keluargaku. Jika aku menentang mereka. Maka aku akan kehilangan pekerjaan ini dan menjadi pengangguran,"
"Aku muak dan bosan dengan alasanmu itu selama bertahun-tahun," ucap Micha.
Dimitri lalu memeluk Micha dan Micha menangis di dadanya.
"Aku sangat mencintaimu. Aku ingin kita cepat menikah dan aku menjadi istrimu secara resmi,"
"Aku berjanji. Aku akan menikahimu. Aku harap kamu mengerti dan bersabar,"
Dan ketika itu, Alea juga datang ke kantor ayahnya tanpa sepengetahuan siapapun.
Dia akan masuk ke dalam tapi, sekretaris nya mencegahnya karena ada Micha di dalam.
Sudah menjadi rahasia umum jika mereka menjalin hubungan asmara hingga saat ini.
Entah apa yang mereka lakukan di dalam kantor Dimitri karena Micha tidak keluar-keluar dari tadi.
"Bisakah aku masuk sekarang?" tanya Alea karena dia bosan menunggu.
Dan saat itu Ibunya baru saja keluar dari kantor Dimitri. Tapi karena mereka melewati lift yang berbeda, maka mereka tidak berpapasan.
__ADS_1