
Ketika Nawan dan Rosa tengah becanda didalam rumah, ternyata tanpa mereka sadari Ratih dan Riyan tengah mengintip dijendela menyaksikan Rosa dan Nawan yang semakin dekat.
"Sip, rencana gua berhasil" ucap Ratih.
"Oh jadi ini semua rencana lu" ucap Riyan dengan lantang.
"Beg*, jangan berisik" bisik Ratih sambil membekap mulut Riyan.
"Sekali lagi lu berisik, gua hajar lu sampai knock out mau lu!" ancam Ratih sambil memelototi Riyan.
Riyan hanya menggeleng ketakutan, lalu Ratih kembali mengancamnya.
"Kalau gak mau yasudah jangan cerewet" ucap Ratih lalu melepas bekapannya.
Riyan pun bernafas dengan lega sedangkan Ratih kembali berpikir untuk rencana selanjutnya.
Seperti yang kita tahu, walau Ratih tengaj dilanda masalah, derita, bahkan banyak sekali cobaan yang menimpanya. namun dirinya tidak pernah egois untuk kepentingannya, bahkan ia selalu mementingkan orang yang ia sayang dulu baru dirinya.
skip wkwkkw
Ratih dan Riyan tengah duduk di kursi taman, Ratih hanya duduk sambil memakan permen karet. sedangkan Riyan hanya memperhatikannya diam-diam.
"Ngapain lu liatin gua? " ketus Ratih.
"Siapa yang liatin lu" ucap Riyan.
"Hailih, gua colok juga nih mata lu" ucap Ratih sambil menatap mata Riyan dengan tajam.
__ADS_1
"Njir, jangan natap gua gitu ngapa" balas Riyan.
Ratih hanya memalingkan tatapannya dengan malas lalu meniup permen karet sampai meletus kembali.
...****************...
Hari sudah semakin siang, Riyan dan Rosa pamit pulang karena masih ada yang akan diurus hari itu.
"An, Ratih, gua pamit dulu ya. terimakasih sudah diizinkan berkunjung kesini" ucap Rosa dengan senyuman indahnya.
"Sama-sama Kak, lain kali main terus kesini biar sibalok ini makin cair" sindir Ratih pada Nawan.
Rosa hanya tertawa kecil lalu bersalaman pada Ratih dan Nawan begitupun Riyan yang ikut bersalaman dengan mereka
"Assalamualaikum" ucap Rosa dan Riyan bersamaan.
Setelah Roda dan Riyan benar-benar sdsh pergi dan hilang dari pandangan mereka berdua, Nawan memanggil Ratih dan berusaha membujuknya.
Bahkan sangkin sayangnya ia mau menuruti kemauan Ratih yang emang si dudul itu banyak maunya.
"Kakak kalau sayang Ratih ya jadian dong sama Kak Rosa, mau nunggu Ratih mati dulu baru jadian hah? " desak Ratih.
"Astaga Dek, ya gak bisa dengan cara ini dong gua langsung nembak Rosa" ucap Nawan.
"Kakak cinta gak sama dia?, sayang juga gak? " tanya Ratih.
"Ya iya Dek, tapi masa nembak dadakan gini. gua kan mau yang spesial buat dia" ucap Nawan.
__ADS_1
"Emang mie sedap spesial" ketus Ratih.
"Masyaallah Adik gua yang satu ini hadeh gereget kali gua" ucap Nawan gemas dengan gigi yang ditekan.
Ratih hanya tertawa melihat ekspresi Nawan yang semakin gemas ia lihat, bahkan wajah Nawan mulai terlihat kesal menghadapi Ratih.
Yang akhirnya Ratih pun jujur pada Nawan kalau dia hanyalah mengeprank Nawan dan hanya ingin Nawan lebih dekat dengan Rosa.
"Haha.. yasudahlah Kak, orang gua becanda gak marah, bahkan gua cuma prank lu agar lu bisa dekat dengan Kak Rosa haha" tawa Ratih.
Nawan pun tersenyum mendengar kejujuran Ratih serta kebaikannya, karena usaha Ratih untuknya membuat Nawan dan Rosa kini semakin dekat bahkan sudah memiliki rasa nyaman diantara keduanya.
"Sayang Ratih" ucap Nawan sambil memeluk tubuh mungil Ratih.
Ratih kaget karena tiba-tiba saja ia dipeluk, bahkan yang ekspetasinya gak sesuai dengan realitanya.
"Kakak tidak marah sama Ratih? " tanya Ratih yang masih terpaku.
"Tidak Dek, gua malah mau bilang makasih karena lu gua jadi semakin dekat dengan Rosa. i love you my sista" ucap Nawan.
Ratih pun terharu dan membalas pelukan Nawan dengan sangat erat, bahkan ia hanya terdiam karena benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Bersambung.
Alhamdulillah ya lebaran dan puasa udh kita lewati. semoga puasa kita diterima oleh Allah swt. aamiin.
Selamat liburan dan see u next episode, jangan lupa like, koment, rate, vote hadiah juga boleh hehe.
__ADS_1
Nuhun sadayana馃檹