
Namun Ratih tetap tenang menghadapi mereka dan kembali menetralkan emosi nya yang mulai memuncak.
Setelah itu, bel sekolah pun berbunyi menandakan bahwa pelajaran akan segera di mulai. Guru juga sudah masuk kedalam kelas dan memanggil nama Ratih untuk memperkenalkan diri.
Ratih pun bangkit dari duduknya dan berdiri di depan kelas untuk memperkenalkan diri. dengan wajah dingin tanpa senyum ia mulai bicara.
"Namaste, mera naam ratih poornama sari hai, main indoneshiya se hoon. mujhe aasha hai ki aap dost ban sakate hain aur mere saath achchha sanvaad kar sakate hain, dhanyavaad. kya main vaith sakata hoon?. (Hallo nama ku Ratih Purnama Sari, aku dari indonesia. semoga kalian bisa berteman dan berkomunikasi baik dengan ku, terimakasih. boleh saya duduk bu?)" tanya Ratih setelah memeperkenalkan diri.
"Theek hai, he ratih, mujhe aasha hai ki aap apane nae skool mein ghar par mahasoos karenge, bilkul, beta. krpaya baith jao. (Baiklah, hai Ratih, semoga kamu betah di sekolah baru mu ya, tentu saja nak. silahkan duduk)" jawab Bu Guru.
Ratih pun duduk kembali di kursinya, lalu saat ia melangkah ia hampir saja tersandung oleh kaki Ketua genk bully itu ya kita sebut saja dia Salu dan dua rekannya Simla dan Sona.
Ratih menatap sinis Salu dan menginjak kaki nya dengan keras, lalu Salu pun serontak kaget berteriak dan langsung menarik kaki nya kembali.
"Aw!!!" pekik nya.
"Galat kya hai, Salu? (ada apa Salu?)" tanya Bu Guru.
"Nahin mahodaya, mere pair mein moch aa gaee thee. (tidak Bu, tadi kaki ku sedikit sakit akibat keseleo)" elak Salu.
"Achchha to shor mat karo, apane doston par daya karo, padhaee par dhyaan mat do. (yasudah kalau begitu jangan berisik, kasian teman-teman mu jadi tidak konsentrasi belajar nya)" ucap Bu Guru.
Salu pun mengelus kaki nya yang mulus itu dengan pelan-pelan sambil menahan kesal dan sakit di hatinya. namun Ratih nampak tersenyum kecil melihat Salu kesakitan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di india masih baru di mulai pelajaran, sedangkan di indonesia pelajaran sudah berlangsung selama dua jam lebihnya.
Hingga akhirnya bel berbunyi menunjukkan pelajaran sebelumnya harus berganti dengan pelajaran selanjutnya.
"Baik, kumpulkan tugas rumah kalian di meja saya dan kita lanjut ke materi berikutnya." titah Pak Guru.
Semua murid pun bergegas mengumpulkan tugas rumah atau biasa kita sebut PR ke meja Pak Guru. kecuali Nawan yang masih mengubrak-abrik isi tas nya namun buku yang ia cari tetap tidak ada.
"Mampus gua" pekik Nawan sambil memukul jidat nya.
"Kenapa An?" tanya Riko.
"Buku Pr gua ketinggalan lagi di rumah" jawab Nawan.
"Wadduh, gimana jadinya nanti weh. bisa-bisa lu di hukum nanti sama tuh Guru botak" celetuk Riko.
"Ya mau gak mau gua jalanin" ucap Nawan.
Dan pada akhirnya, Nawan pun harus di hukum karena tidak membawa buku tugas yang guru itu maksud.
__ADS_1
Nawan senang si sebenernya di hukum, karena dia bisa berkeliling sekolah sambil melihat Rosa yang tengah memperhatikan pelajarannya di kelas Rosa.
"Cantik sekali ciptaan mu ya Allah" ucap batin Nawan.
Setelah puas memperhatikan Rosa, Nawan pun melangkah kembali menuju lapangan tempat ia di hukum sebelumnya.
Di sisi lain, Randi yang masih izin sekolah pun sedang asik duduk di kamarnya sambil menuliskan sebuah puisi di catatan handphone nya.
..." Rindu"...
...Dikala waktu terus memutar,...
...Dikala senja terus berganti,...
...Disini ada hati yang sedang memerih,...
...Ingin bertemu walau sekedar bertegur sapa,...
...Namun apa yang mampu kujuangkan,...
...Jika jarak membentang,...
...Sejauh mata memandang,...
...di kala rindu ingin bertemu....
...For you, only you💞...
Randi terus tersenyum sambil menatap foto Ratih yang tengah tersenyum manis lalu mengecupnya.
"Gua gak sabar bisa ketemu lu lagi Rat, baik-baik disana ya. Gua sayang sama lu, cepet pulang Rat" ucap batin Randi.
...****************...
Jam menunjukkan pukul dua siang, Ratih sudsh pulang ke apartement dan lanjut olahraga di ruang gym khusus apartement itu.
"Gak seru olahraga sendiri, andai ada Julio hehe udah gua pukul abis abisan kali ya" ucap Ratih sambil mengingat memory bersama Trio semprul.
Namun, saat ia melamun sambil mengingat masa-masa itu, ia di kagetkan dengan kedatangan Bik Inem yang membawakan segelas jus dan roti yang Ratih minta.
"Maaf mengganggu Nyonya" ucap Bik Inem.
"Eh iya Bik, hehe santai aja saya cuma kaget tapi gak sampe jantungan haha" ucap Ratih sambil berusaha ngelawak tapi gak lucu gitu kan.
"Hehe iya Nyonya, yasudah kalau begitu saya pamit ke dapur lagi ya" ucap Bik Inem.
__ADS_1
"Iya Bik, makasih ya" ucap Ratih sekali lagi.
"Sama-sama, permisi Nyonya" ucap Bik Inem.
Lalu Bik Inem pun beranjak pergi setelah menaruh pesanan Ratih. setelah itu, Ratih duduk sambil mengelap keringat nya dan memakan sesuap demi sesuap roti isi itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
Ingin ku menangis rasanya,
Melihat dirinya yang dulu ceria,
Namun kini harus terbaring lemah di kasurnya,
Walau hatiku merintih sedih,
Namun aku harus kuat dan ceria untuknya,
Memberikan semangat agar dia cepat sembuh,
Dan memeluk nya dari jauh dan dalam mimpi,
Hingga Tuhan mempertemukan kita lagi nanti.,
Di sebuah moment yang indah,
Dimana kita bisa tertawa dan menghabiskan waktu bersama,
Sampai lupa akan dunia yang kami anggap hanya milik berdua,
Rindu papa bee, see u lekas sembuh ya.
_Ar29_
only for you honey❤
........
Sampai disini dulu ya, maaf bila gak nyambung episode nya dan malah jadi curhat, maaf juga baru up juga karena masih sakit aku nya.
semoga yang sakit cepat di sembuhkan. aku minta doa untuk aku dan papah bee ya semoga sakitnya cepat di angkat oleh Allah Swt. aamiin..
see u next episode.. jangan lupa like. koment dan rate vote gift yaa
__ADS_1