
Andrew mengambil salbutamol itu dari tangan Tanu dan segera melepaskan pelukannya, lalu ia membantu Ratih untuk menghiruf udara dari obat itu.
"Pelan-pelan Ratih" ucap Andrew.
"Terimakasih Tanu, kau boleh pergi" sambung Andrew.
"Baik Tuan, permisi.
Tanu meninggalkan Ratih dan Andrew di kamar, sedangkan Ratih yang sesak nafas itu kini mulai membaik berkat bantuan obat hirup itu.
"Terimakasih Drew" ucap Ratih.
"Tidak apa-apa, tidurlah hari sudah mulai malam" balas Andrew.
"Tidak Drew, gua mau pulang" ucap Ratih.
"Gua kan sudah bilang kalau gua tidak akan melepaskan lu" balas Andrew.
"Lu jahat Drew, dulu lu ninggalin gua sekarang lu juga yang tidak mau melepas gua. gua sudah mencintai oranglain dan hati gua cuma buat dia' ucap Ratih dengan refleks.
Andrew membulatkan matanya karena mendengar ucapan Ratih yang membuat emosinya naik bahkan hati dan matanya dibutakan emosinya.
"Apa lu bilang tadi hah!, gua ninggalin lu karena saudara lu!, lalu lu semudah itu berpindah hati!" bentak Andrew.
__ADS_1
"Lu saja tidak pernah memikirkan hati gua Drew!, untuk apa aku harus memikirkanmu juga hah?!" bentak Ratih.
"Sini!" bentak Andrew sambil menarik tangan Ratih.
Ratih meringis kesakitan karena tanpa disadari infus yang menempel ditangannya terlepas begitu saja sehingga membuat tangannya bersimpah darah.
"Lepasin gua Andrew!" ucap Ratih dengan emosi dan ringisannya.
Andrew tidak mempedulikan ucapan Ratih, lalu ia terus menarik Ratih kebalkon lalu menghadapkan tubuh Ratih tepat dihadapan tubuhnya.
"Lu tidak usab macam-macam dengan gua!, gua bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan lu. tapi jika lu membantah gua, maka gua tidak segan-segan untuk mendorong lu dari atas sini, paham lu!" ancam Andrew.
"Gua tidak peduli Drew, gua sudah mati semenjak rasa sakit ini terus berdatangan kepada gua. jika lu mau membunuh gua ya silahkan." balas Ratih dengan wajah dinginnya.
"Nona anda tidak apa-apa?" tanya Tanu.
"Terimakasih Tuan" ucap Ratih yang lemah.
"Tuan, Nona baik-baik saja dibawah sini" teriak Tanu.
"Bawa ia keatas dan baringkan ditempat tidurnya, saya ada urusan" balas teriakan Andrew.
Tanpa pikir panjang, Tanu segera mengantar Ratih dengan cara menggendongnya lalu membaringkan tubuh Ratih dikasur dan memasangkan kembali infus ditangannya.
__ADS_1
Tanu tidak hanya pandai dalam berbisnis namun dia juga pandai dalam medis sehingga hal dasar medis ia dapat kuasai. ah sempurnanya Tanu.
"Tuan, jika saya boleh minta tolong. tolong bawa saya pergi dari neraka ini" ucap Ratih memohon.
"Maaf Nona, tapi saya tidak bisa menuruti perintah yang bukan selain dari Tuan" balas Tanu dengan rasa sedihnya.
"Baiklah tidak apa-apa. terimakasih Tuan, anda boleh pergi dari sini" ucap Ratih.
"Permisi Nona" balas Tanu dan langsung pergi.
Tanu pergi meninggalkan Ratih sendirian dikamar tersebut, namun Ratih sendiri tidak tinggal diam dan terus mencari cara agar bisa lepas dari genggaman Andrew yang pikir Ratih sudah gila.
"Gua harus mencari cara agar bisa pergi dari sini secepatnya" ucap batin Ratih.
Cukup lama Ratih berpikir dan mencari banyak ide, akhirnya ia mendapatkan ide cemerlang.
Bersambung..
Nah loh kegantung wkwkw, kira-kira apa ide cemerlang Ratih? kalau mau tau kelanjugannya, jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita cinta gadis broken home ini, hehe terutama dari banyaknya kisah keseruannya hehe..
Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".
Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹
__ADS_1
Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃