
Hari ini, Alea nekat pergi kerumah Jack setelah lebih dulu menemui Jane.
Jane menatapnya dengan sedih.
"Kau yakin aku tidak perlu menemanimu? Aku sangat khawatir," kata Jane menatap sahabatnya. Mereka duduk di kursi panjang di taman ditengah kota.
"Aku akan pergi sendiri. Aku akan bertemu dengan kedua orang tuanya dan meminta agar Jack segera menikahiku," kata Alea yang sudah bertekad untuk bertemu dengan orang tua Jack yang belum pernah dia kenal sebelumnya.
"Baiklah jika begitu. Aku berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar. Dan mereka memenuhi harapanmu,"
kata Jane yang berusaha memberikan dukungan pada temannya. Dalam hati, dia sendiri tidak yakin setelah dia melihat betapa megahnya rumah Jack yang selama inipun dia tidak tahu.
"Aku pergi," Alea berjalan meninggalkan taman. Jane memandanginya dengan hati sangat menyesal. Karena dia juga Alea mengalami semua ini.
.
.
Sampai dirumah Jack, Alea yang naik taksi berhenti tepat didepan pintu gerbang yang besar tinggi dan megah.
Alea mengucek matanya dan melihat kertas alamat yang di berikan Jane.
"Pak, apakah ini alamatnya? Bapak yakin kita tidak salah rumah?" tanya Alea pada sipir taksi itu.
"Benar non, alamat ini sudah benar. Dan ini rumahnya," kata sopir taksi itu lalu Alea dengan ragu turun dan membayar ongkosnya.
__ADS_1
Dia berdiri agak lama didepan gerbang dan hanya mengamatinya saja.
Dia pun ragu untuk masuk setelah tahu jika ternyata Jack adalah anak seorang konglomerat.
"Jika aku tidak masuk, lalu untuk apa aku datang?"
"Jika aku masuk, aku harus menghadapi keluarganya dan tetap tenang...."
Alea mendekati gerbang dan dua penjaga membukanya lalu bertanya padanya.
"Siapa anda?" tanya dua penjaga itu karena belum pernah melihat kedatangan Alea sebelumnya.
"Saya, temannya Jack," kata Alea sopan.
"Tuan muda sedang di kantor dan belum pulang," kata penjaga itu.
"Baiklah. Jam berapa Jack akan pulang?"
"Nanti sore jam lima," jawab penjaga itu dan tiba-tiba terdengar klakson dari belakang Alea berdiri.
Mobil Jack dan kedua orang tuanya datang beriring an.
Alea minggir ke pinggir dan dua penjaga membuka pintu gerbangnya dengan lebar.
Mobil kedua orang tua Jack masuk lebih dulu di susul mobil Jack.
__ADS_1
Alea tertegun melihat mobil mewah yang di pakai Jack dan juga penampilan Jack yang sangat gagah dan tampan.
Dua penjaga itu lalu menutup gerbang dan saat itu Alea terhenyak dan menahan gerbang itu.
"Biarkan saya masuk. Saya ingin bertemu dengan Jack,"
"Tapi...tuan muda baru saja pulang,"
"Katakan padanya aku ada disini ingin bertemu dengannya," kata Alea dan dua penjaga itu saling berpandangan.
Salah satu dari mereka berlari kecil mendekati Jack yang baru saja turun.
"Tuan...ada seorang gadis bernama mengaku teman anda sekarang ada di gerbang,"
"Siapa?"
"Katanya dia teman anda. Dia memaksa untuk bertemu dengan anda,"
"Suruh dia masuk kedalam," kata Jack lalu masuk ke rumahnya.
Penjaga itu berbalik dan menemui Alea dan membuka gerbang lebih lebar untuknya agar dia masuk kedalam.
Gerbang kembali ditutup dan Alea berdebar sangat hebat.
Melihat halaman rumah Jack yang sepuluh kali luas rumahnya membuatnya merinding.
__ADS_1
Belum lagi para penjaga yang berjaga di gerbang juga pintu rumahnya membuatnya merasa seperti seekor pungguk merindukan bulan.