
Di saat Andrew dan Randi sudah saling babak belur, Ratih yang sudah tidak sanggup melihat kondisi mereka pun langsung memberontak pada Nawan.
"Kak, gua mau menghentikan semua ini.. tolong lepasin gua" ucap Ratih.
"Gak Dek, gua gak mau lu kenapa-kenapa" balas Nawan.
"Please Kak, gua gak mau mereka terluka lebih parah dari ini" ucap Ratih lagi.
"Gua bilang enggak ya enggak!." bentak Nawan.
Ratih pun terdiam, namun Raih yang memang sudah geram dengan semua nya pun segera menggantikan posisi Ratih dan menatap Nawan penuh dengan kebencian.
"Udah cukup Kak" ucap Raih.
"Apa?, itu udah keputusan gua. please lu nurut sama gua sekali aja Dek." ucap Nawan.
"Gua udah cukup mendengarkan lu selama ini Kak, kini saat nya lu yang mendengarkan gua" balas Raih.
"Maksud lu apa?." tanya Nawan.
"Lihat mata ini Kak, apakah lu masih mengenal gua?" balik tanya Raih.
Nawan pun menatap mata Ratih sedalam mungkin untuk memahami nya. dan tak butuh waktu lama Nawan menatap mata Ratih, ia pun sadar bahwa kini yang berhadapan dengan dia bukan Ratih tapi Raih sisi lain Ratih.
"Tolong biarkan gua menghentikan semua ini." ucap Raih.
"Tapi Rai" balas Nawan sambil menahan tangan Ratih.
"Percayalah." balas Raih.
Nawan pun melepas tangan Ratih dan membiarkan Ratih melangkah walau kesulitan karena penyakit yang ia derita kini mulai menguras energi nya.
"Hey lu berdua!, hentikan pertikaian kalian!" teriak Raih sambil melangkah sedikit demi sedikit.
"Gua gak akan berhenti sebelum dia mati dan gak akan ganggu hubungan kita lagi Rat!." balas teriakan Andrew.
"Dan gua gak akan membiarkan Ratih dalam pelukan Pria bangs*t kayak lu!" tegas Randi.
__ADS_1
Walau usaha Ratih tidak di gubris oleh Randi dan Andrew, namun ia tidak berhenti sampai di situ. Ratih langsung mempercepat langkah nya dan berhenti di tengah-tengah Randi dan Andrew.
Sungguh di luar dugaan Nawan, ia yang khawatir pun berusaha menghentikan tiga Genk yang berkelahi, lalu mengamankan big Familly nya. setelah usaha nya berhasil.
Nawan langsung meminta Genk KC dan Elang mundur agar tidak ada yang terluka lagi. lalu ia bergegas menghampiri Ratih, yang pada akhirnya di hentikan oleh Pak Purmama.
"An, biarkan Adik mu menyelesaikan masalah nya dengan dua Pria itu, kita jangan ikut campur sedikit pun tentang cinta." ucap Pak Purnama.
Nawan pun terpaksa menghentikan langkah nya dan hanya bisa menatap Ratih dalam kejauhan. sedangkan Ratih, kini ia sudah berada di tengah-tengah Andrew dan Randi.
"Pergi Rat." ucap Randi.
"Gak!" tegas Ratih.
"Pergilah sayang, biar kami selesaikan semua ini agar kamu tau siapa yang layak dan tidak layak untuk mu." sambung Andrew.
Karena kini yang menguasai tubuh Ratih adalah Raih. maka bukan kelembutan lah yang akan ia perlihatkan, melainkan aksi nekat yang akan ia perlihatkan.
"Gua gak peduli kalian ngomong apa, dan gua minta kalian untuk berhenti atau gua yang akan mati" tegas Raih yang langsung mengambil pistol pada saku celana Andrew.
Serontak setelah melihat Ratih mulai mengarahkan pistol itu ke kepala nya, Randi dan Andrew pun langsung menghentikan pertikaian nya.
"Jangan Rat, ini berbahaya" sambung Randi.
Namun Ratih tidak mendengarkan. ia menutup mata nya perlahan dan tersenyum sambil merasakan hembusan angin pagi itu.
"Karena gua lu berdua jadi berkelahi terus, acara demi acara keluarga maupun kita juga sering kacau karena gua. dan karena penyakit gua juga keluarga gua jadi kerepotan karena gua bukanlah anak yang baik." ucap Raih.
"Enggak Rat, lu istimewa. lu gak seperti yang lu bilang" ucap Randi mencoba menenangkan Raih.
"Lu salah Ran, kalau gua istimewa. gak mungkin Kak Nawan bilang gua cuma biang masalah dalam setiap acara" balas Raih.
Nawan yang mendengar ucapan demi ucapan Ratih pun hanya bisa menyesal, begitu pun dengan keluarga Purnama dan tiga Genk besar itu yang diam tak berkutik.
"Rat, lu itu bukan beban" ucap Andrew.
"Kalau bukan beban, gak mungkin juga gua menyusahkan kalian dan membuat kalian terus berseteru" balas Raih.
__ADS_1
Andrew dan Randi pun benar-benar di buat diam oleh Ratih. karena jika mereka melangkahkan satu langkah saja kaki mereka kedepan, maka peluru itu akan langsung menghantam kepala Ratih.
"Gua mohon jangan berkelahi terus, gua ingin di saat gua begini kalian semua sudah bisa menjadi teman." ucap Raih.
"Gak akan bisa dan gua gak akan sudi sampai kapan pun karena dia gak pantas untuk lu atau pun jadi pendamping lu!" teriak Randi yang langsung berlari ke arah Ratih.
Sontak itu membuat Ratih langsung membuka mata nya dan menembakkan satu peluru dengan refleks ke arah Randi. namun peluru itu hanya mengenai tangan Randi yang kini sudah ada di atas tubuh Ratih.
"Ran... ehm.. ma.. af tadi.. Itu.." ucap Ratih terbata-bata.
Randi pun langsung menjauhkan tubuh nya dari Ratih, lalu Ratih yang mulai kembali mengendalikan Raih pun menyesali semua perbuatannya, bahkan ia menjadi trauma dan terus menyalahkan diri nya atas kejadian itu.
Singkat cerita, kini Randi sudah di tangani Dokter keluarga di Purnama village india begitu pula dengan Andrew. sedangkan Ratih kini tengah tertidur di pelukan Nawan karena syok parah.
"Apa gak sebaiknya kita membuat janji pada psikolog untuk Ratih Mah?" tanya Pak Purnama pada Omah.
"Ratih tidaklah mempunyai gangguan jiwa Nak, namun ia hanya butuh perhatian dan kasih sayang lebih dari kita." jawab Omah.
"Tapi Bu, ini demi kebaikan Putri kami" sambung Bu Sari.
"Sejak kapan kalian peduli dengan kedua Anak kalian?, dan sejak kapan kalian ada waktu untuk mereka tanpa pertaian?. andai kalian berpikir dewasa, gak akan mungkin Ratih mempunyai penyakit sebanyak ini dan bertaruh nyawa di sepanjang hidup nya!" bentak Omah.
"Sabar Omah sabar" ucap Opah menenangkan Omah.
"Astagfirullah al adzim, ya rob maafkan hamba." ucap Omah.
Dan karena teriakan Omah dan Kedua orang tua Ratih terlalu kencang, Ratih pun kembali membuka mata nya dan menatap Nawan dengan tatapan kosong.
"Pulang sana Kak, dan ajak semua nya kembali. gua gak mau ada kebisingan di sini karena itu sangat mengganggu kepala dan telinga gua" ucap Ratih tanpa ekspresi.
Nawan yang mendengar perintah Ratih pun hanya bisa diam dan meraih Ratih dalam pelukan nya. lalu Rosa juga ikut dalam pelukan dua saudara itu.
"Kamu wanita kuat, jangan bicara begitu. kamu harus berserah diri sama sang pencipta sayang, karena sesulit apapun cobaan hidup itu. aku yakin kamu bisa melewati nya." ucap Rosa
_Bersambung_
..._Aku bukan biang kekacauan, aku hanya ingin di mengerti, aku wanita kuat dan aku sang Purnama Sari_...
__ADS_1
...-R. P. S...
Jangan lupa like, koment, rate dan Gift/vote.