
Lalu Ratih pun keluar dari markas dan melihat para anggota genk Parwa sudah duel dengan anggota genk Elang. lalu Tomi pun menghampiri Ratih dan memegang tangan Ratih.
"Diam di sini jangan kemana-mana." Ucap Tomi.
"Lu pikir gua akan diam gitu jika kalian semua saling serang hanya untuk melindungi gua." Balas Ratih.
"Please Rat, lu belum sepenuh nya pulih. jangan suka gegabah deh." Ucap Riko.
"Rai keluar lu." Ucap Ratih dalam batin nya.
"Belum saat nya gua keluar Rat." Balas Raih dalam batin Ratih.
"Ayolah, bukan kah lu suka adegan ini." Bujuk Ratih.
"No" Balas Raih.
Lalu Ratih pun kehabisan cara untuk bisa ikut pertikaian yang tengah terjadi. hingga akhir nya Jack berhadapan dengan Riko dan Tomi yang menjaga Ratih.
"Lu ads urusan apa si Jack?" Tanya Ratih.
"Maafkan gua." Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Jack.
Lalu tanpa basa-basi Jack pun adu jotos dengan Riko dan Tomi. namun tenaga dan ilmu bela diri Jack lebih kuat dan tidak sebanding dengan Riko dan Tomi.
Hingga dengan mudah Jack pun menghalangi Riko dan Tomi lalu menyodorkan pistol tepat ke kening Ratih.
"Maafkan gua Rat." Ucap Jack dengan linangan air mata.
"Jujur sama gua, lu tengah dalam tekanan siapa sampai lu begini Jack?, bukankah kita sudah berdamai." Balas Ratih sambil mengusap air mata Jack yang tiba-tiba saja menetes.
"Bunda dalam bahaya Rat, gua hanya ingin melindungi Bunda dari Ayah Andrew. dia ingin Andrew bebas dari jeratan kalian dan mengancam gua dengan cara nyawa Bunda taruhan nya." Ucap Jack.
__ADS_1
Lalu Ratih pun tersenyum dan memegang tangan Jack yang tengah menggenggam pistol itu.
"Jika memang dia menginginkan nyawa gua dan Andrew selamat, lu boleh kok bunuh gua, lagi pula gua juga sudah tidak ada harapan untuk hidup." Balas Ratih.
"Kenapa lu bicara begitu Rat, gua tidak ingin lu mati konyol, jadi gua mau nyawa gua saja yang jadi taruhan nya lalu bebaskan Andrew." Ucap Jack yang tiba-tiba saja menodongkan pistol itu pada kening nya.
"Jack! jangan lakukan hal konyol beg*!" Teriak William.
"Gua tidak mau orang yang gua suka harus mati di tangan gua, membebaskan Andrew gua bisa, tapi tidak dengan menghabisi Ratih." Ucap Jack sambil memejamkan mata nya dan siap menembak diri sendiri.
Namun hal itu di cegah oleh Ratih hingga peluru itu landas pada tembok dan Ratih pun jatuh tepat di bawah Jack dan tulang lengan Ratih pun harus retak karena benturan keras pada batu besar di depan markas.
"Yang pantas mati itu gua Jack bukan lu, lu harus hidup demi Bunda lu. dan gua janji akan membebaskan Bunda lu dan menukar nya dengan Andrew." Ucap Ratih.
Jack pun hanya diam ketika melihat Ratih yang benar-benar baik pada nya. lalu Jack membantu Ratih berdiri dan merobek baju nya untuk membungkus lengan Ratih yang terluka.
"Lu suruh semua anggota lu pulang saja, kita ber enam pun cukup untuk membebaskan Bunda lu." Titah Ratih.
"Gua tidak peduli lagi akan diri gua Jack, yang gua rasa hanya hampa dan gua hanya menunggu nya menjemput bukan untuk meraih nya lagi karena gua sadar akan diri gua yang kotor." Jawab Jack.
"Kotor?, maksud lu?" Tanya Jack yang tidak tau apa-apa tentang rumor Ratih dan Andrew.
"Gara-gara si bangs*t itu!, kini Ratih harus tersiksa dan menanggung malu karena dia telah menodai Ratih." Ucap William dengan dingin dan penuh penekanan di setiap kata nya.
"Dan karena dia juga!, kini Pak Pratama kembali tidak merestui hubungan Randi dan Ratih." Sambung Riko.
"Dan semua ini Andrew yang menjadi dalang setiap kehancuran dalam kehidupan Ratih." Sambung Julio.
Lalu Ratih pun hanya tersenyum kecil walau tatapan nya kosong. sedangkan Jack yang awal nya berniat ingin membebaskan Andrew, tapi kini dia malah menjadi kesal, bahkan mempunyai rencana untuk membalas semua perbuatan Andrew untuk Ratih.
Setelah itu, anggota genk parwa pun pergi atas perintah Jack, sedangkan Jack, Ratih, Trio semprul dan Tomi pun masuk ke dalam dan melihay kondisi Andrew yang benar-benar sudah kacau.
__ADS_1
"Bangun kan dia dan cepat bawa ke mobil lu Jul." Titah Ratih.
Lalu Julio pun mengangguk dan segera meraih Andrew yang masih dalam pengaruh obat penenang di bantu William.
"Mobil lu mampu menampung berapa orang Jul?." Tanya Riko.
"Tiga Rik, soal nya gua bawa mobil gua bukan Ayah." Jawab Julio.
"Motor juga kurang kan kalau Riko dan gua tidak ikut dengan kalian, kan tadi gua kesini di antar supir jadi tidak bawa motor." Ucap Tomi
"Motor kan ada dua, punya Jack dan Ratih. jadi Rat boleh kali ya hehe." bujuk Riko dengan wajah baby pace.
"Kebiasaan lu, nih bawa, terus gua?" Tanya Ratih dengan wajah masam bin kecut.
"Ya sama Jack." Ucap Tomi.
"Boleh Jack?" Tanya Ratih.
Lalu Jack pun hanya mengangguk, dan setelah drama kecil itu selesai, mereka pun langsung bergegas pergi menuju rumah Ayah nya Andrew.
Sedangkan di sisi lain, Randi yang masih khawatir pun segera menepikan motor nya, lalu menge-check hanphone nya untuk melacak keberadaan Ratih lewat gps yang dia pasang sebelum nya di handphone Ratih.
"Sudah ketemu titik lokasi nya Ran?." Tanya Paulus.
"Arah panah nya bergerak, berarti Ratih sedang di jalan. tapi gua tidak tau dia dalam bahaya atau tidak." Jawab Randi.
"Ikuti hati lu Ran, kita di sini akan ikuti juga arahan lu." Ucap Henri.
Lalu Randi pun mengangguk dan melanjukan kembali motor sport nya mengikuti kemana arah panah gps Ratih itu melanju di ikuti Paulus dan Henri.
Bersambung...
__ADS_1