
Siang ini Rama benar benar menemani Kiky makan siang. Rama sudah mengirimkan pesan ke keluarga bahwa dia akan makan siang dengan Kiky beserta kakaknya Ricko.
Papi Adipati juga Rakha menempatkan orang orang kepercayaan keluarga mereka untuk menjaga Rama dari jauh.
Kiky memilih resto yang jaraknya tidak terlalu jauh dari perusahaan Rama.
Saat Rama datang di resto tersebut, Kiky dan Ricko sudah tiba terlebih dahulu.
Dada Rama bergemuruh melihat Ricko. Rasa rasanya dia ingin menghajarnya dan meminta dia mengaku kejahatannya. Tetapi dia memasang wajah datar seperti biasa.
" Kaak..." Panggil Kiky setelah melihat Rama sudah tiba di restoran itu.
" Udah lama ?" Tanya Rama
" Gak koq kak...sini duduk..." Ucap Kiky dengan wajah sumringah.
" Halo pak..." Ucap Rama sambil menyalami Ricko. Dia memperlihatkan sikap hormat sebagai mantan guru adik adiknya.
" Gak usah sungkan..." Ucap Ricko.
" Sudah pesan kan ?" tanya Rama sambil mendudukan dirinya di kursi disamping Kiky.
" Sudah kak... Aku sudah memesan makanan kesukaan kakak..." Ucap Kiky dengan ceria.
" Terima kasih..." Ucap Rama dengan susah payah memasang senyum terbaiknya.
Tidak berapa lama kemudian, makanan yang dipesan Kiky sudah diantar ke meja mereka.
Seraya memakan makanan mereka, Rama mencoba mencari info mengenai Ricko.
" Sekarang mengajar dimana pak ? " Tanya Rama membuka pembicaraan.
" Di Sekolah PK Ram..."
" Wah..sekolah elit tuh pak.." Ucap Rama
" Alhamdulilah Ram... saya diterima di sekolah itu.."
" Dulu kalo gak salah di sekolah kamu kan Ky ngajarnya ?" Tanya Rama
" Iya kak.."
" Kenapa pindah ?" Tnaya Rama
Kiky dan Ricko tatap tatapan.
" Saya mau ambil S2 Ram.."
Rama kuatir mereka curiga, untuk itu dia tidak mau terlalu menekan dengan pertanyaan pertanyaan yang menyinggung sekolah lama mereka.
" Benar pak.. Sekarang kualitas para guru sudah makin meningkat... Langkah yang bagus banget bapak sekolah lagi.." Ucap Rama dengan tenang.
" Betul Rama..Makanya saya mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang lebih tinggi.."
Rama hanya mengangguk anggukan kepalanya.
" Kak, kapan aku dikenalin ke keluarga kakak ? Aku kan udah gak punya orang tua..hanya punya kak Ricko, jadi aku ingin sekali memiliki orang tua lagi..." Tanya Kiky berharap.
" Nanti aku tanyakan ke mami sama papi dulu, kapan waktu mereka bisa.." Ucap Rama tenang.
" Yeaay...aku tunggu kak...jangan lama lama...aku udah gak sabar jadi istri kakak..." Ucap Kiky dengan percaya diri.
Rama mengepalkan tangannya dengan keras di bawah kursi.
" Dalam mimpimu ******.." Batin Rama
Saat mereka masih berbincang ringan tiba tiba ada yang menghampiri mereka.
" Pak Ricko ?.."
Mereka bertiga menoleh ke arah suara itu.
" Beneran Pak Ricko ?? Waduh Pak Ricko gak nyangka bisa ketemu lagi...Udah lupa sama saya pak ? " Ucap Pak Rudi yang adalah salah satu rekan guru di sekolah yang lama.
" Eh..Pak Rudi ? Apa kabar pak ?" Ucap Ricko dan menyalami Pak Rudi.
" Alhamdulilah baik pak..kabar Pak Ricko baik kan yah ? oh Iya, ini nak Kiky bukan? Adik Pak Ricko ? " Tanya Pak Rudi
" Iya pak..saya Kiky..bapak masih ingat aja..." Ucap Kiky sambil salim ke Pak Rudi. Pak Rudi melihat ke arah Rama sambil mengerutkan keningnya.
" Ini kakak laki laki si kembar bukan yah?" tanya Pak Rudi kepada Rama.
Rama berdiri dan menyalami Pak Rudi sambil membungkukkan badannya sedikit.
" Saya Rama pak..."
Pak Rudi menepuk nepuk tangan Rama.
" Saya turut prihatin dengan kejadian di masa silam.. Syukurlah pelakunya sudah tertangkap. Padahal dulu kami guru guru hampir curiga sama Pak Ricko ini..hahaha..."
" Uhuk..uhuk..uhuk." Pak Ricko yang lagi meminum minumannya tersedak mendengar perkataan Pak Rudi.
" Pelan pelan Pak Ricko.." Ucap Pak Rudi
Sedangkan Kiky terdiam mendadak tegang mendengar perkataan Pak Rudi tersebut.
" Kenapa begitu pak ?" tanya Rama penasaran.
" Eh..Pak Rudi sudah mau pulang yah ?" Ucap Pak Ricko berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Ah iya.. Pak Ricko benar..saya sudah ditunggu di depan..hehe... Mari semua..." Ucap Pak Rudi
" Silahkan pak.. " Ucap Rama sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.
" Kalo begitu saya juga sudah harus balik kantor.. " Ucap Rama sambil merapikan bajunya.
" koq cepet banget kak.." Kan Kiky masih kangen.." Ucap Kiky dengan cemberut.
" Nanti kan kita ketemu di klinik..." Ucap Rama
" Jangan begitu Ky, Rama banyak pekerjaan.."
" Baiklah.." Tanpa malu Kiky memeluk Rama, sedangkan Rama tdiak membalasnya.
Setelah pelukannya dilepas Kiky, Rama pun segera pamit dan menuju ke perusahaannya.
Kiky kembali duduk dan berbicara ke Kakaknya.
" Dek, kamu yakin Rama suka sama kamu ?" Tanya Ricko karena dia melihat sepertinya Rama punya perasaan sama sekali terhadap adiknya.
__ADS_1
" Aku gak peduli kak, yang penting dia jadi milikku.." Ucap Kiky dengan tatapan yang tajam.
" Terserah, tapi jangan bikin ulah..Jangan sampai Raina mengingat kita.." Ucap Ricko
" Hmm..kakak tenang aja..kita tinggal lenyapin dia juga kan..." Ucap Kiky santai
" Kamu jangan gila..kakak sudah gak mau lagi..kakak sampe gak bisa tidur nyenyak semenjak kejadian itu sampe sekarang..Jangan berulah...ayok pulang.." ucap Pak Ricko.
Kiky hanya mencebikkan bibirnya dan mengikuti kakaknya dari belakang.
Dilain tempat, orang suruhan Rama untuk mengikuti Pak Rudi sudah memberikan kabar ke Rama dimana tujuan Pak Rudi.
Rama langaung bergegas ke tempat Pak Rudi. Ternyata Pak Rudi sudah pensiun mengajar dan menjalankan usaha yang lumayan berkembang.
Rama tiba di tempat Pak Rudi berada.
Terlihat Pak Rudi sedang berbicara dengan seseorang. Rama menghampiri Pak Rudi.
" Pak..." Panggil Rama
Pak Rudi menoleh dan kaget kenapa Rama ada di tempat dia.
" Loh nak Rama? Kenapa disini?"
" Saya ingin berbicara dengan bapak...Ada yang ingin saya ketahui.."
" Mengenai apa nak ?"
" Bisa kita bebricara di tempat lain ? Maksud saya jangan disini.." Ucap Rama
" Oh..boleh..mari masuk saja..." Ajak Pak Rudi.
Mereka masuk di sebuah ruangan yang sepertinya merupakan kantor kecil untuk Pak Rudi.
Setelah mereka duduk, Pak Rudi mulai bertanya kepada Rama sampai menyusulnya seperti ini.
" Saya rasa sudah gak ada gunanya, toh pelakunya sudah tertangkap.." Ucap Pak Rudi
" Sebenarnya saya gak yakin waktu itu dengan pelakunya. Karena pelakunya bersikeras disuruh seseorang untuk menyewa sebuah mobil. Dia hanyalah seorang calo dan dia mendapatkan uang lebih sehingga dia gak tahu identitas yang bawa mobil itu pak..."
Iya benar, Ricko menjebak calo sewa mobil dengan bayaran lebih dengan alasan identitas dia tertinggal di hotel.
" Kami hanya curiga karena dia tiba tiba menghilang. Sehari setelah kami pulang dari Bali, dia langsung mengajukan pengunduran diri.. Dan saat dicari untuk menanyakan data data yang dibutuhkan, Pak Ricko dan juga Kiky hilang bagai ditelan bumi. Makanya saya kaget dia ternyata sudag balik ke kota ini lagi..." Terang Pak Rudi
" Oh begitu yah pak..." Ucap Rama dengan lesu.
" Tetapi saya ingat waktu malam kejadian itu, kami dapat tugas dari kepala sekolah untuk bergantian jaga untuk menghalangi anak anak keluar hotel lagi. Nah waktu itu saya liat Pak Ricko baru balik sekitar jam 3 an pagi kalo tidak salah ingat...dan dia berkeringat, saya menanyakan darimana, dia bilang cari angin..." Ucap Pak Rudi
" Apakah info ini pernah diberitahu ke polisi pak ?" tanya Rama
" Tidak nak...saya tidak diperiksa sebagai saksi saat itu..."
"hah...sial..." ucap Rama pelan sambil menundukkan kepalanya.
" Saat itu saya juga ingat, siswi yang sekamar dengan adiknya Pak Ricko yaitu Kiky, kata dia kembali ke kamar saat jam segitu. Malahan dia bilang kamarnya jadi bau keringat gitu... Saya tidak tahu sebenarnya ada apa ini...Tetapi jika nak Rama oenasaran, bisa cek CCTV hotel saat itu..." Ucap Pak Rudi
Rama tiba tiba baru kepikiran.Saat itu dia tidak terlalu mengikuti kasusnya karena Papi Adipati yang mengurusnya. Mereka terlalu tenggelam dengan kesedihannya, sehingga sudah tidak peduli dengan detil lainnya. Juga karena polisi menyatakan pelaku sudah tertangkap, jadi mereka sudah tidak mencari kebenarannya lagi.
" Baik pak...terima kasih infonya.. Dan satu hal saya mohon untuk merahasiakan pertemuan kita sekarang... Bapak berhati hatilah, saya merasa bapak tidak aman karena pertemuan dengan Pak Ricko tadi.." Ucap Rama
" Apakah nak Rama mencurigai Pak Ricko dan adiknya ?" tanya Pak rudi
" Saya belum bjmisa mengatakan apa apa, tetapi saya hanya bilang bapak selalu berhati hati.. Saya akan bantu menempatkan orang saya di sekitar Pak Rudi.."
__ADS_1
" Baiklah kalo begitu..semoga mwmbantu..." Ucapnya
Rama segera pergi meninggalkan tempat Pak Rudi dan menuju kembali ke kantornya.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di kediaman Hania. Mereka sedang membersihkan rumah karena akan ditinggal dalam waktu yang lama. Hampir semua perabot mereka bungkus supaya tidak berdebu.
drrt...drrt.
Ponsel Hania berbunyi.
Hania melihat Sierra meneleponnya.
" Halo..."
" Han,loe dimana?"
" Ada apa?"
" Loe sakit? Koq gak masuk kerja ?"
" Gapapa..hanya lagi ada acara keluarga aja...ini aja lagi bantu bantu beberes.."
" Oooh...besok jalan yuk ?"
" Yodah...kabarin aja yah.."
" Siaapp..sip.."
Tut..tut
Hani mengabtongi ponselnya dan menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Ada apa sayang ?" Tanya Mami Naya
" Sierra nanyain aku kenapa gak kerja.."
" Gak mau jujur ke mereka ? Mereka kan sahabatmu sayang.."
" Tapi mi, beresiko..aku pergi dan berharap mereka tidak menemukanku dalam waktu dekat... sedangkan mereka dekat dengan orang orang yang dekat dengannya...aku gak mau mereka ngasih tahu aku dimana..."
" Baiklah... Tetapi sebelum kita pergi, usahakan bertemu dulu.."
" Besok mi ketemunya.."
" Baik..papi kamu udah nunggu...dia sudah persiapkan semua kebutuhan kita disana... "
" Iya mi..." Ucap Hania sambil melanjutkan acara bersih bersihnya.
Saat ini Raina sedang jalan jalan di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota itu. Dia sedang mencari hadiah untuk ulang tahun Hendra.
Saat mau memasuki satu gerai baju pria, Raina melihat seseorang yang sangat dia kenal.
" Kiky..." Batin Raina.
Tangannya mengepal dengan keras. Wajahnya memerah karena menahan amarah. Perlahan dia menarik napas dan membuangnya perlahan untuk membuat dirinya agak tenang.
Dia mendekati Kiky dan menyapanya.
" Kiky ?..." Ucap Raina
Kiky menoleh dan melihat Raina disana. Dia sedikit terkejut dan mencoba untuk tenang.
" Raina..." Ucap Kiky
" ini beneran loe ? Wah makin cantik aja yah... Loe kemana aja? Setelah kelulusan loe menghilang..." Ucap Raina
" Gw ikut kak Ricko..." Ucapnya dengan nada biasa.
" Oh iya..gw juga udah dengar dari Kak Rama...katanya loe kerja di kliniknya yah ?"
" Iya bener.. Dia gak kasi tahu juga kalo kita lagi deket ?" Tanya Kiky tanpa rasa malu
" Dia sih bilangnya lagi deket...pantesan dia cuekin Hania..ternyata ada yang bening yah.." Ucapnya memuji Kiky tapi dalam hatinya dia serasa mau muntah karena mengatakannya.
" Ah..loe bisa aja..." Ucap Kiky dengan tersipu.
" Trus loe ngapain dsni ?" Tanya Raina
" Lagi nyari sesuatu buat kak Rama...kebetulan loe lagi dsni, kasi saran donk yang mana kira kira yang disukai kak Rama.." Ucap Kiky sambil menarik tangan Raina masuk ke gerai tersebut.
__ADS_1
Raina hanya melirik Kiky dan pasrah mengikutinya.