Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Rindu Ayah Bunda


__ADS_3

Nawan melangkah kedalam kamar selangkah demi langkah mendekati Ratih yang kini masih diam dikasur dengan segala musik yang ia sukai.


"Dek" panggil Nawan sambil memegang pundak Ratih.


Ratih melepas earphonenya dan menoleh kebelakang, lalu senyum mengembang terlihat di bibir sexy dan mungil Ratih ketika melihat sosok yang ia rindukan.


"Kakak" ucap Ratih sambil memegang tangan Nawan.


"Kangen ya sama kaka? " ucap Nawan.


Ratih hanya terdiam namun air mata mulai mengalir dipipi cubbynya. Nawan segera duduk disamping Ratih dan memeluk Ratih, mengelus punggungnya dan mencium pucuk kepala Ratih.


"Ratih kenapa?, cerita sama kaka kalau ada masalah. kaka kan sekarang sudah ada disini" ucap Nawan.


"Ratih rindu Ayah dan Bunda, kak. rindu Omah dan Opah juga hick hick.." tutur Ratih sambil menangis terisak.


"Kaka sudah bilang, jangan lu sekali kali merindukan Ayah dan Bunda jika mereka saja tidak mempedulikan lu, gua udah ada disini buat apa? buat nemenin lu. denger sini'" ucap Nawan sambil melepas pelukannya.


lalu Nawan memegang kedua pipi Ratih dan menatapnya dengan intens manik mata indah Ratih yang kini dibasahi linangan benih air suci dari kerinduan seorang anak kepada orang tua.


"Saat lu sekarat, apa Ayah dan Ibu peduli? , saat lu kritis, apaa mereka peduli?. jelas tidak Dek, lu harus berpikiran dewasa karena lu bukan anak kecil lagi. mana Ratih yang kuat dan arogan?, kemana dia.. kenapa Ratih jadi cengeng seperti ini hemm.. kaka tidak mengjarimu untuk menjadi wanita cengeng. usap air mata kamu, kamu tidak pantas menangisi orang yang tidak pernah menyayangimu" ucap Nawan sambil mengusap air mata Ratih.

__ADS_1


Ratih mengusap air matanya dan kembali bersandar dipundak Nawan. Lalu Nawan melihat sayu diknya dan mengelus rambutnya.


"Sebenarnya gua juga rindu kedua orang tua kita Dek, asal lu tau. mereka hanya ingin memisahkan kita setelah itu gua harus Terima lu sakit tiada yang urus, lu sekarat pun mereka tidak peduli. gua tau lu dulu sakit keras dan Bunda yang ada disana kala itu saja tidak ingin mengeluarkan uang untuk lu berobat dek. gua sakit hati akan semua itu dan hanya gua yang tau itu" ucap batin Nawan.


'Se****benarnya, Ratih dulu sakit apa si sehingga membuat Nawan membenci orang tuanya sekeras itu? ah sudahlah nanti juga kita akan tau hehe' Author mulai tiada jelas karuan.


...****************...


Tengah malam tiba....


saat Ratih sudah terlelap tidur, tiba-tiba terjadi suara pertengkaran dilantai bawah sehingga membuat Nawan langsung menerapkan earphone ditelinga Ratih dan pergi melihat kejadian dibawah.


Dibawah sedang terjadi keributan anatara Pak Pratama dan Bu salma yang ditengahi oleh Randi dan yang lainnya juga.


"Mereka tidaklah nakal, mereka hanya kurang kasih sayang saja pah. khusunya Ratih dan Nawan, mereka anak yang baik pah" ucap Bu Salma.


"Terserah kamu mau menilai bagaimana, intinya papah larang kamu dekatt dengan wanita berandalan itu" ucap Pak Pratama dengan penuh intonasi dan penekanan di setiap kalimatnya.


"Saya tidak peduli tentang anda. dan saya juga tidak ingin pertengkaran, saya memiliki hak penuh atas diri saya dan kalian tidak berhak mengaturnya sedikitpun. mau dengan siapa dan siapa saya bergaul, itu bukan urusan kalian" tegas Randi.


"Anak durhaka kamu, berani kamu lawan papah?! " kesal Pak Pratama.

__ADS_1


Pak Pratama geram terhadap Randi sehingga mengangkat tangannya yang sudah siap untuk menampar pipi Randi. Namun saat hendak akan menamparnya, tangan itu di hentikan oleh sebuah tangan yang tidak lain adalah tangan Nawan.


"Anda boleh menjelekkan saya dan adik saya, tapi jangan pernah sekali-kali memukul anak sendiri" ucap Nawan.


Pak Pratama menghempaskan tangannya dan menunjukkan satu jari tepat di depan wajah Nawan.


"Ingat baik-baik, sampai kapanpun saya tidak akan membiarkan anak saya di hukum atas segala dosa-dosa kalian. dasar tidak tau diri.. cepat kemasi barang barang kalian lalu pergi! ' usir Pak pratama


Nawan yang kesal pun langsung mengemasi barang-barang Ratih dan menggendong Ratih yang tengah tertidur pulas.


"Maaf dek, kita harus pulang sekarang" ucap batin Nawan.


Bersambung..


Kira-kira bagaimana ya kelanjutannya? hehe..


Kalau penasaran yuk jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2