
Waktu terus berlalu, tidak terasa kini Ratih, William dan Riko sudah sampai di bandara indonesia soekarno hatta.
Ratih yang masih kurang fit pun kekuar dari pesawat di gandeng oleh William. lalu Riska pun tersenyum pada William dan kembali melangkah.
Dan beberapa menit kemudian, terlihat lah Nawan sudah stand by dengan jas hitam dan kacamata hitam nya menunggu Ratih dengan so cool haha.
"Kakak" teriak Ratih.
Lalu Nawan pun membalikkan tubuh nya dan langsung menghampiri Ratih. Ratih yang terlalu senang pun langsung memeluk Nawan dengan erat.
"Woy woy woy, aduh iye aa teu bisa nafas Dek" ucap Nawan memakai logat sunda.
"Hehe hampura aa" balas Ratih dengan bahasa sunda juga.
Lalu Ratih pun melepas pelukan nya dan tersenyum dengan wajah pucat nya. akan tetapi, walau kini Ratih tersenyum, mata nya masih melihat kesana-kemari entah apa yang dia cari.
"Lu mencari siapa Dek?, lah Kakak lu yang ganteng ini udah di sini loh. masih aja cari yang lain weh" tanya Nawan.
"Hooh, lu mencari siapa Rat?" sambung Riko.
"Nah tuh dia" ucap Ratih tiba-tiba.
william, Riko dan Nawan pun menoleh untuk melihat siapa yang sebenar nya Ratih cari. ternyata oh ternyata, Rosa lah yang ia cari dan tunggu sedari tadi.
"Sayang, ih kamu kok gak ngabarin aku mau ikut kesini." ucap Nawan yang hendak memeluk Rosa namun..
Rosa malah jalan terus dan tidak menggubris Nawan. Ratih, Riko dan William pun menertawakan Nawan dengan wajah mup*ng nya.
__ADS_1
"Kasian amat kamu aa haha" Celetuk Author.
"Eh lu, udah lanjut nulis ae jangan ganggu atau ikut ngeledek gua" ucap Nawan.
"Iya deh iya, yang mau nikah mah galak beut heleh" balas Author yang ngambek.
Ok next skip gaes...
"Miss you Sistah" ucap Ratih lalu memeluk Rosa.
"I miss you too Dek." balas peluk Rosa.
Lalu Rosa pun melepas nya dan mengelus rambut Ratih sambil tersenyum menatap nya.
"Sayang, siapkan mobil ya kita pulang sekarang" ucap Rosa sambil tersenyum.
Lalu ketika mobil sudah melaju, Ratih terus menutup mata nya tanpa membuka nya sedikit pun, hingga hal itu membuat Rosa tak kuasa meneteskan air mata nya yang sedari tadi di tahan.
<<>>
Kejutan selamat datang dari Randi and two genk pun hanya menjadi angin. karena saat pintu mobil bergeser otomatis, mereka hanya melihat Ratih yang masih menutup mata nya, entah karena lelah atau memang fisik yang mulai melemah.
Suasana yang happy pub berubah menjadi sepi dan sunyi, apalagi saat Randi yang hendak memberikan bunga pun harus tertunda. lalu ia dengan segera menghampiri Nawan untuk bertanya apa yang terjadi.
"kak?" ucap Nawan.
"Kemarin sebelum ke indonesia, Ratih kambuh and dia sengaja pula tidak membeli obat nya yang habis. so memaksa kedua kutu ini untuk terbang, dan inilah hasil nya." jawab Nawan dengan dingin.
__ADS_1
"Kenapa si ah" ucap Randi lalu dengan segera menggendong Ratih dan membawa nya ke kamar Ratih yang sudah lama tidak di tempati.
Setelah di kamar, Dokter Dion dan Dokter khusus Ratih yang sudah di hubungi sebelum nya pun segera menangani Ratih di rumah.
Dan kembali semua alat yang memang sudah di setting di kamar Ratih pun terpasang lagi di tubuh Ratih. entah kabel apakah yang menempel hingga membuat Ratih terganggu.
"Aku gak mau pakai alat ini, infus juga gak mau Paman Dion!, ini sakit!! " ucap Ratih yang tiba-tiba bangun dari tidur nya karena merasa terganggu.
"Ratih, kamu harus memakai semua ini sebentar saja yak. habis ini di lepas lagi oke" balas Dokter Dion.
"Gak mau Paman, gak mau!" teriak Ratih.
Lalu Randi yang sudah tidak nyaman mendengar teriak kan Ratih pun, dengan segera membuka pintu lalu menatap Ratih dalam kesunyian.
Dan tatapan hangat Randi pun membuat Ratih tenang, hingga Dokter Dion dan Dokter rumah pun segera memakaikan infus serta alat yang seharusnya menempel di tubuy Ratih untuk sementara waktu.
"Thanks Randi" ucap Dokter Dion.
"Jangan berterimakasih pada ku Dok, aku belajar semua ini dar Kak Nawan. karena hanya dia yang dapat menyejukkan amarah Ratih ketika sedang tidak terkontrol." balas Randi.
Setelah itu, Ratih pun di suntikkan obat penenang, hingga ia pun menutup mata nya kembali dan berbaring di kasur nya di bantu oleh Dokter Dion.
<>
Baik segitu saja episode kali ini, maaf ya bila tidak menarik atau membankan episode nya,☺.
Sekali lagi terimakasih All, jika kaliam suka jangan lupa like, koment, rate, vote, gift and share tav favorite😍
__ADS_1