
...馃Para pria ketika belum dapat, mereka akan mengejar mu tiada henti, setelah kau menyerahkan kehormatan mu, kau yang akan mengejarnya, dan mereka berada diatas angin馃...
Sudah jam 11 malam, Wilea masih bicara dengan Romi melalui video call. Romi akan datang lagi dan akan melamar Wilea.
"Aku akan datang untuk melamarmu. Dan..kita akan menikah..." kata Romi sambil menatap wajah Wilea dengan sejuta harapan untuk hidup bersamanya.
"Aku tidak sabar menunggu hari itu," kata Wilea menatap balik kekasihnya.
"Kau tidur sekarang ya, sudah malam,"
"Hem....baiklah. Aku ingin memimpikanmu,"
"Kita akan bertemu dalam mimpi yang indah, good night,"
Wilea menutup teleponnya dan tersenyum membayangkan Romi kekasihnya. Entah sejak kapan dia dan Romi membuat ikatan hati. Yang jelas, Wilea sudah tidak sabar menunggu keluarga Romi datang kerumah dan melamarnya.
Tiba-tiba, dia mendengar suara Isak tangis dari kamar Alea.
Wilea lalu mencari asal suara itu. Dia pikir Mommynya yang menangis setiap kali teringat akan kenangan pahit dalam pernikahannya.
Namun suara itu sangat dekat. Wilea lalu mendekati kamar Alea. Kamarnya terkunci. Dia mendengar isak tangis dari kamar Alea.
__ADS_1
"Alea...apakah dia sedang menangis? Kenapa? Apakah dia sakit?" Wilea lalu mengetuk pintu perlahan.
tok tok tok
Alea kaget dan segera mengusap air matanya.
"Siapa?" sahutnya dari dalam dengan suara parau.
"Ini aku. Wilea,"
"Tunggu sebentar..." Alea menatap ke cermin dan mengusap beberapa air mata yang tertinggal.
kreeekkk!
"Kau belum tidur?" tanya Alea lalu menutup pintu kembali.
"Aku tidak bisa tidur. Bisakah aku tidur di kamarmu malam ini?"
"Apa?" Alea nampak keberatan.
"Kenapa? Biasanya kalau aku ngga bisa tidur, aku akan tidur di kamarmu bukan? Kau juga sering begitu?"
__ADS_1
"Tapi...jangan malam ini. Aku sedang ingin sendiri...." kata Alea.
"Ada apa? Kau kelihatan murung dan gelisah sejak kemarin. Apa ada masalah? Ceritakan padaku. Aku mungkin bisa membantumu. Selain itu, sebenarnya aku ada kabar bahagia. Dan aku ingin berbagi denganmu..."
"Aku...tidak ada masalah. Tapi...kau bilang ada kabar bahagia? Katakan? Apa itu?"
"Aku dan Romi, kami pacaran. Dan dia akan datang melamarku..." kata Wilea ceria. Dia lega juga karena ternyata Alea baik-baik saja dan tidak menangis. Mungkin tadi dia salah dengar, pikirnya.
"Ohh, selamat. Aku turut senang. Akhirnya kau menemukan orang yang tepat. Romi, dia tampan dan pria yang baik. Semoga kalian bisa bersatu dan hidup bahagia," kata Alea dan tanpa terasa air matanya jatuh tanpa dia sadari.
Dia menjadi teringat akan nasib dirinya yang kini sedang hamil dan pria yang membuatnya hamil entah ada dimana.
Wilea kaget melihat saudara kembarnya menangis.
"Alea...kau menangis? Ada apa?" Alea kaget dan baru sadar jika matanya tidak bisa di ajak kompromi untuk pura-pura bahagia.
"Aku hanya ikut bahagia untukmu. Dan saking bahagianya aku menangis..." Alea masih menutupi masalah yang menimpa dirinya.
"Kau yakin tidak ada masalah lainnya. Katakan saja jika ada sesuatu yang membuatmu sedih. Aku pasti akan membantumu," kata Wilea yang tidak yakin dengan airmata itu.
"Aku hanya tidak bisa membayangkan akhirnya kau akan menikah dengan pria pujaan hatimu. Kita sempat berfikir jika akan menjadi perawan tua," kata Alea teringat akan Mommynya yang mengekang mereka berdua.
__ADS_1
Wilea lalu memeluk Alea kembarannya. Dan tanpa sepengetahuan Wilea, Alea terus mengusap airmatanya ketika mereka berpelukan.
Alea merasa sedih akan kecerobohannya. Dia hamil dan cemas untuk menceritakan apa yang dia alami pada keluarganya.