Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Ratih bisa hidup dengan satu ginjal kak.


__ADS_3

Sesampai nya di Rumah sakit, mata Ratih sudah mulai sayu dengan nafas yang tidak karuan. Akash yang masih belum mengerti penyakit Ratih pun begitu panik setengah mati.


"Suster!, Dokter!, tolong bantu kami please" teriak Akash.


Lalu Suster dan Dokter pun menghampiri Akash dan Nawan yang tengah menggendong Ratih sambil mendorong brangkar.


"Mari telentangkan Pasien" ucap Dokter.


Nawan pun segera menelentangkan Ratih di atas brangkar. lalu di dorong nya brangkar itu bersama-sama sampai depan pintu ICU.


"Maaf Tuan, kalian tunggu disini dan biarkan kami menangani pasien semaksimal kemampuan kami" ucap Dokter.


"Tolong selamatkan Adik saya Dok" pinta Nawan memohon.


"Anda berdoa saja ya Tuan, kami akan bekerja semaksimal mungkin." balas Dokter lalu masuk ke dalam Ruangan.


Suster pun menutup pintu ICU, lalu Nawan terduduk di kursi dengan Akash disamping nya yang menenangkan Nawan.


"Sabar An" ucap Akash.


"Gua selalu sabar Kash, bahkan gua selalu berharap Ratih bisa seperti gua dan teman-teman sebaya nya yang sehat" ucap Nawan.


"Kalau boleh tau, Ratih menderita penyakit apa An?" tanya Akash.


"Ratih itu tidak bisa tertekan atau di bentak, ia menderita depresi mayor sejak orang tua kami bercerai dan selalu ribut setiap hari nya." jawab Nawan.


"Selain itu?" tanya Akash lagi.


"Ratih juga mempunyai kelainan ginjal, ginjal nya rusak karena ia pecandu rokok dan alkohol. gua, Omah dan Opah sudah berusaha mencari pendonor untuk Ratih, namun ia menolak untuk di ganti ginjal nya degan ginjal orang lain" jawab Nawan dengan air mata yang mulai menetes.


Akash pun kaget mendengar penuturan Nawan, ia tidak menyangka kalau Wanita seceria Ratih ternyata mempunyai beban begitu besar yang di pikul oleh nya tanpa satu pun orang menyadari itu.


"Gua turut prihatin ya An, gua gak bisa bantu apapun selain doa untuk Ratih" ucap Akash.


"Thanks Kash. mungkin kalau gak ada lu, gua gak tau Ratih akan bagaimana nasib nya" ucap Nawan.


"Gak usah bilang makasih An, gua yang harusnya berterimakasih karena sudah di izin kan bertamu dan bertemu juga dengan Ratih" ucap Akash.


Nawan pun tersenyum kecil mendengar kelembutan Akash secara langsung, karena selama satu tahun terakhir ini ia hanya mendengar cerita Akash dari Ratih lewat online.


Di saat Ratih kritis melawan penyakitnya, Randi yang berada di rumah nya sedang membicarakan pertunangan nya dengan Mayang dan keluarganya.


"Randi apa kamu sudah setuju untuk memulai hidup baru dengan putri saya?" tanya pak Ogi dengan tegas.


"Iya Pak, saya bersedia" jawab Randi.


Lalu Bu Salma menengok pada Randi dan meremas tangan Randi, ia tidak pecaya bahwa Randi yang begitu mencintai Ratih tiba-tiba berpaling dengan begitu mudah nya.


Namun Randi, ia tidak menggubris isyarat Bu Salma dan terus mengobrol dengan serius sambil menikmati kopi hangat.


"Baik kalau begitu, bagaimana jika pertunangan mereka di langsung kan besok saja? " saran Pak Ogi.


"Baiklah, lagi pula Mayang dan Randi sudah sama-sama setuju" sambung Pak Pratama.


"Bagaimana Randi, kamu setuju kan?" tanya Mayang yang bersemangat.


"Tentu saja" jawab singkat Randi.


"Selamat ya Pratama, kita akan menjadi besan" ucap Pak Ogi sambil memeluk Pak Pratama.

__ADS_1


"Terimakasih ogi" balas Pak Pratama.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu bisa bersama pemuda yang kamu cintai" ucap Pak Ogi


"Iya Pah, aku sangat bahagia" balas Mayang dengan wajah ceria nya.


Bu Salma yang sedih pun hanya mampu diam lalu menarik tangan Randi untuk ikut dengannya.


"Kami perlu bicara, permisi" ucap Bu Salma.


Randi pun mengikuti Bu Salma yang menggenggam tangannya dengan keras bahkan membuat pergelangan tangan Randi memar.


Hingga sampailah di pintu kamar Randi. Bu Salma pun langsung membuka pintu itu dan mendorong Randi dengan keras lalu mengunci pintu tersebut.


"Maksud kamu apa hah?!" bentak Bu Salma sambil melepas tangan Randi.


"Aku gak ngerti Amma, apa maksud mu? " tanya balik Randi.


"Dimana letak otak dan hati mu hah!!?, dulu kamu begitu mencintai Ratih dan kamu juga menunggunya, lalu bagaimana kamu bisa mengambil keputusan ini tanpa bilang dulu pada Amma!?" bentak Bu Salma.


"Randi tidak mungkin bersama Wanita murahan yang mudah berpaling dan bermesraan di belakang ku, Amma" ucap Randi.


"Apa kamu memiliki bukti akan hak itu Nak?, dan apakah kamu melihat nya dengan langsung?" tanya Bu Salma lagi.


"Ya aku punya bukti sebelum aku mengambil keputusan ini. mari Randi tunjukkan" ucap Randi sambil memberikan hanphone nya.


Randi pun membuka gallery dan memberikan handphone nya pada Bu Salma. lalu Bu Salma melihat foto-foto itu.


"Ini hanya sebuah gambar Nak, bahkan kamu tidak melihatnya langsung. dan ini belum cukup kuat untuk membuktikan kalau Ratih seperti yang kamu nilai saat ini" tutur Bu Salma.


"Ini sudah jelas Amma, tolong jangan membela Wanita murahan itu" ucap Randi sambil membelakangi Bu Salma.


"Apalagi?" ucap Randi tanpa menoleh.


"Amma sudah mengingatkan kamu, ku harap kamu tidak menyesal akan keputusan mu" ucap Bu Salma lalu pergi.


Randi hanya merenungi dan memutar kembali setiap kata dari Bu Salma. ia bimbang bahkan di selimuti kebingungan.


Karena bukti itu begitu membuat hati nya pedih, namun di sisi lain perkataan Bu Salma pun ada benar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali lagi ke rumah sakit...


Waktu pun terus berlalu, Dokter keluar dari ruang ICU untuk membawakan sebuah kabar pada Akash dan Nawan.


"Permisi Tuan, diantara kalian, siapakah keluarga Pasien?" tanya Dokter.


"Saya Dok, bagaimana kondisi Adik saya?" tanya Nawan.


"Pasien mengalami syok berat sehingga membuat mental nya terganggu, lalu ginjal Pasien juga harus di angkat dan di ganti dengan ginjal baru karena sudah mengalami kerusakan yang parah" jawab Dokter.


"Tapi Dok, Adik saya tidak ingin mempunyai ginjal dari orang lain. apakah ada solusi untuk itu?" tanya Nawan.


"Jika memang begitu, kami harus mengangkat ginjal Pasien dan beliau bisa hidup dengan satu ginjal, namun.. " ucap Dokter terhenti.


"Namun apa, Dok?" tanya Nawan panik.


"Oprasi ini sangatlah rentan, dan jika berhasil maka Pasien akan hidup dengan satu ginjal namun, banyak sekali pantangannya" jawab Dokter.

__ADS_1


"Saya perlu mempertimbangkan ini Dok, tolong beri saya waktu untuk bicara pada Adik saya karena keputusan ada di tangan nya" ucap Nawan.


"Baiklah Tuan, silahkan anda mengobrol di dalam karena sebentar lagi Pasien pun akan siuman, Permisi" ucap Dokter lalu pergi.


"Bagaimana ini?, gua harus memulainya dari mana untuk bicara pada Ratih" gumam Nawan.


"Bicaralah dengan perlahan An, karena ini untuk kebaikan Ratih" ucap Akash.


Nawan pun hanya menoleh dan menatap Akash, lalu Akash menepuk pundak Nawan sambil mengedipkan matanya menunjukkan semua akan baik-baik saja.


"Bicaralah" ucap Akash.


Lalu Nawan pun langsung ke dalam ruangan dan duduk di kursi tepat di samping brangkar yang terdapat Ratih sedang di benarkan infus nya oleh Suster.


"Terimakasih, Sus" ucap Ratih.


Lalu Suster pun pergi, dan kini tinggal ada Nawan dan Ratih di dalam ruang ICU.


"Ginjal gua harus di ambil ya, Kak?" tanya Ratih sambil tersenyum.


"I.. Iya, Dek" jawab Nawan terbata.


"Lu gak usah takut, Kak. setujui saja oprasi ini dan gua yakin gua bisa hidup dengan satu ginjal" ucap Ratih masih dengan senyum kecil nya.


"Tapi, Dek." ucap Nawan terhenti.


"Percayalah gua akan baik-baik saja" ucap Ratih sambil menggenggam tangan Nawan.


Lalu Nawan pun membalas genggaman tangan itu dan saling menatap dengan Ratih. setelah itu, Nawan langsung memeluk tubuh Rati dengan erat, dan Ratih pun menangis di pelukan Nawan.


"Gua akan baik-baik saja kok, Kak. gua akan baik-baik saja" ucap Ratih sambil terus terisak tangis.


Nawan pun tak bisa pungkiri, ia menangis juga karena ia merasa gagal menjadi seorang Kakak.


"Pergilah, Kak. dan tandatangani surat persetujuan itu, cepat" titah Ratih sambil melepas pelukannya.


"Gua belum siap, Dek" ucap Nawan.


"Ratih bisa hidup dengan satu ginjal, Kak. Ratih juga janji akan berhenti merokok dan minum-minum, percayalah Kak. Ratih bisa hanya dengan satu ginjal" ucap Ratih meyakinkan Nawan.


"Maafin, Kakak ya. jika memang ini keputusan lu, maka gua akan lakukan sesuai mau lu. tapi lu harus janji bisa melewati semua ini dan hidup dengan sehat" ucap Nawan sambil mengulurkan jari kelingking nya.


"Janji" Ucap Ratih sambil menjabat jari kelingking Nawan.


Setelah itu, Nawan pun mengecup kening dan pundak Ratih. lalu pergi menuju ruangan Dokter untuk menandatangani surat persetujuan oprasi. sedangkan Akash mengurus administrasi sesuai perintah Nawan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung dulu ya🙏😊


Maaf di episode sebelumnya dikit baget ya aku up nya hehe🙏, soalnya tangan Auhor sakit sebelah, luka kecelkaan kecil itu masih terasa hingga kini ternyata yang aku kira gak akan seburuk ini efek nya ternyata lumayan juga.


Tapi gak apa-apa, walau begitu aku akan selalu usahakan up insyaallah walau jarang-jarang hehe.


Sedih juga si sebenernya Author nulis nya, ehm.. bagaimana kah Ratih akan melewati cobaan ini? dan bagaimana kisah selanjutnya dari perjalanan cinta dan hidup Ratih?.


Jika penasaran, mari kita lanjut di next episode dengan meng-klik tombol fav love nya.


Dan jangan lupa dukung Author dengan cara like, koment, rate, gift/vote dan see u next episode

__ADS_1


Hatur nuhun sadayana🙏


__ADS_2