Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Lembaran baru


__ADS_3

Hari-hari yang di lewati Randi dan Ratih pun semakin berat. di sekolah Randi lebih suka melamun, bahkan sering pingsan karena lemparan penghapus dari Bu Sri.


Dan di sisi lain, Ratih kini jadi semakin murung walau William, Nawan atau teman-teman nya yang lain menghibur nya. hingga mereka pun kehabisan cara untuk membuat Ratih tersenyum lagi.


Lalu Dua bulan kemudian, Randi Cs, Julio dan William pun sudah lulus dengan nilai tinggi dan mendapat beasiswa di universitas ternama di kota xxxxxx.


Pernikahan Nawan dan Rosa yang semakin dekat, dan juga Ratih yang kini lebih suka murung pun mulai kembali tersenyum walau terpaksa hanya untuk membuat Nawan dan Rosa semangat.


"Dek, kamu mau pakai gaun yang mana?" Tanya Rosa.


"Yang mana saja Kak, lagi pula aku pun tidak tau akan hadir atau tidak di acara kalian." Jawab Ratih sambil menyisir rambut nya.


"Loh kamu tidak boleh bicara begitu Ratih" Ucap Rosa.


"Ehm.. terakhir kali saat kalian lamaran, aku merusak acara kalian." Balas Ratih.


"Lupakan yang lalu Dek, kita harus bisa maju dan yang lalu jadikan pelajaran saja. ayo sini pilih gaun, masa Kakak kamu mau menikah Adik nya tidak hadir." Ajak Rosa yang mulai menghibur Ratih.


Lalu Ratih pun beranjak menghampiri Rosa setelah mengikat rambut nya. setelah itu, Rosa pun memilih gaun untuk Ratih setelah dia memilih all gaun yang akan di pakai nanti saat pernikahan sampai dengan selesai acara.


Di sisi lain, Randi tengah berjuang untuk mendapat uang dari hasil bengkel nya yang dulu kecil, kini sudah menjadi bengkel berkelas dan banyak orang yang datang untuk mendapat service bengkel terbaik dari Randi.


"Bro, mau sampai kapan lu menjauh dari orang tua lu?" Tanya Paulus.


"Ya sampai Ayah sadar kalau Ratih itu yang terbaik buat gua lah Pau" Jawab Randi.


"Hais, lu mau sampai kapan masih mengharapkan Ratih akan kembali dengan lu Ran?" Tanya Henri.

__ADS_1


"Terakhir gua bertemu Ratih, gua bisa melihat jelas kalau Ratih masih mencintai gua. dan gua yakin, sampai detik ini pun dia masih mencintai gua sama seperti saat dulu." Jawab Randi sambil tersenyum.


Lalu saat mereka asik mengobrol, tiba-tiba Sulis datang dan langsung memeluk Randi dari belakang. namun Randi diam saja tidak melepas pelukan Sulis maupun membentak nya.


"Kok kamu diam saja Ran?" Tanya Sulis lalu melepas pelukan nya.


"Mau sampai kapan lu datang peluk gua terus gua lepas secara kasar hah?" Balik tanya Randi.


"Ehm.. aku kan begini karena aku sayang sama kamu Ran" Ucap Sulis.


"Sayang itu dari hati Lis, kalau hanya sekedar ingin mendapatkan, itu namanya obsesi bukan sayang atau cinta. paham?" Balas Randi lalu melangkah meninggalkan Sulis yang mematung.


"Udah sana lu pulang, di sini juga cuma jadi beban kita doang" Usir Paulus secara halus.


Lalu Sulis pun pergi dengan kesal. sedangkan Paulus, Randi dan Henri pun puas menertawakan Sulis yang merajuk tadi.


Hingga malam tiba, kini seperti biasa, Ratih tengah meminum obat nya dan tidur di dekapan Nawan. lalu Rosa yang memang selalu menemani Ratih sampai tidur pun hanya duduk manis tanpa cemburu dengan Ratih yang kian hari terus menempel dengan Kakak nya itu.


Setelah Ratih tidur pulas, Nawan pun membenarkan posisi tidur Ratih dan meninggalkan nya. begitu juga Rosa yang langsung beranjak dari duduk nya , lalu menyelimuti Ratih dan pergi menyusul Nawan.


Lalu saat pintu kamar Ratih di tutup, Rosa pun tiba-tiba di tarik oleh Nawan ke kamar nya.


"Hais kamu ini, nanti ada yang melihat bagaimana?" Ucap Rosa yang kini tengah berhadapan dengan Nawan.


"Tidak akan ada yang tau lah sayang, kan Omah dan Opah sedang tidak di rumah" Balas Nawan sambil melepas ikat rambut Rosa.


"Lalu kalau tidak ada mereka, kamu mau apa hah?" Tanya Rosa menantang.

__ADS_1


"Haha" Balas Nawan tertawa kecil.


Lalu Nawan pun menggendong Rosa dan menbaringkan nya di atas kasur. setelah itu, Nawan pun tidur di samping Rosa sambil menggenggam tangan Rosa.


"Aku tidak sabar ingin cepat bersama dengan mu sayang" Ucap Nawan sambil berkhayal.


"Sabar sayang, hanya tinggal tiga hari lagi." Balas Rosa.


"Ehmm.. semoga acara kita nanti lancar ya sayang" Ucap Nawan sambil menatap Rosa.


"Aamiin, aku yakin pasti semua berjalan lancar selama kita ikhlas dan menyerahkan semua nya pada Tuhan" Balas Rosa sambil balas menatap Nawan.


Lalu Nawan pun hanya tersenyum dan mengecup kening Rosa. setelah itu, dia pun mengucapkan selamat malam dan pergi meninggalkan Rosa sendiri di kamar nya untuk istirahat.


Setelah Nawan keluar kamar, dia pun menghampiri Riyan yang masih asik dengan games AOV nya. lalu Nawan pun menjitak kepala Riyan dan duduk di samping nya.


"Sudah malam, tidur dulu besok baru main lagi" Tegur Nawan dengan dingin.


"Hais, nanggung Kak" Balas Riyan sambil mengusap kepala nya yang di jitak Nawan.


"Kesehatan itu paling penting dari segala nya Yan, lu main games, gadang, main games lagi, gadang lagi terus setiap hari, ya itu namanya lu malah bunuh diri bod*h" Ucap Nawan.


"Iya juga ya Kak" Balas Riyan lalu menghentikan permainan games nya.


"Makan nya, punya otak di pakai untuk berpikir masa depan, bukan games terus di otak, Heleh" Ucap Nawan lalu ke dapur untuk membuat kopi.


Sedangkan Riyan, dia pun langsung pergi istirahat ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh Bik Imah untuk nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2