Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Kami tidak seperti itu


__ADS_3

Nawan merasa begitu kesal dan segera mengemasi barang-brangnya di bantu oleh teman-temannya.


"Telpon supir gua untuk segera membawa mobil kesini Rik" titah Nawan.


"Siap An" balas Riko.


Riko menelpon Supir pribadi Nawan sedangkan yang lainnya menunggu dan setia menemani susah senang Nawan dan Ratih.


"An, yang sabar ya" ucap Tomi yang menenangkan Nawan.


"Tidak apa-apa, ini hal biasa yang kerap sering gua dengar karena ya.. yang mereka tau gua dan Ratih itu anak nakal. tapi mereka tidak tau kami nakal karena apa dan tujuan kami apa" balas Nawan.


"Orang hanya memandang kita semua sebelah mata karena kita mempunyai Genk besar, tapi mereka tidak tahu kalau kita bukanlah genk yang suka minum atau narkoba" ucap Julio.


"Sudahlah lio kita cukup sabar saja" ucap William.


Julio hanya menghela nafas, setelah itu Nawan duduk disamping Ratih yang masih tertidur lelap lengkap dengan earphone di telinganya.


"Kita pulang sekarang ya dek, maafin kakak karena sudah melibatkan lu dalam genk Elang sehingga untuk mendapatkan cinta dan keluarga yang tulus sayang sama lu saja sangat sulit" ucap batin Nawan sambil mengelus rambut hitam adiknya.


...****************...


Tidak lama kemudian mobil pribadi Nawan sudah berada didepan teras rumah keluarga Pratama, lalu Julio segera ke kamar untuk mengabari Nawan.


"An, mobilnya sudah tiba" ucap Julio.


"yasudah, kalian bantu gua bawa tas dan kita pergi dari rumah ini" ucap Nawan.


"Sekarang An? " tanya Julio.


"Tahun depan" jawab William dengan dingin.


"Ya sudah atuh kalau tahun depan ngapain dibawa sekarang dudul" gerutu Julio.

__ADS_1


"Gobl*k!, ya sekarang lah, yakali tahun depan' bentak Tomi sambil menjitak kepala Julio.


" Ya udah atuh ampun dah dijitakin terus kepala gua lama lama benyek entar" balas Julio.


"Sudah gak usah ribut terus, cepat bawa semua ini terus kita pergi" ucap Nawan menengahi semua nya.


Akhirnya Tomi membawa tas tersebut lalu keluar duluan bersama yang lain, lalu disusul oleh Nawan yang sudah menggendong Ratih yang masih terlelap dalam tidurnya.


Dilantai bawah sudah ada Randy dan Bu Salma menunggu mereka, bahkan Randy lemas melihat Nawan yang sudah menggendong Ratih.


"Nak, kamu beneran mau pulang sayang? " tanya Bu Salma pada Nawan.


"Iya bu, kami tidak akan menginjakkan kakai lagi dirumah ini. terimakasih karena sudah merawat adik saya yang memang merepotkan anda" ucap Nawan dengan senyum simpulnya.


"Maafkan suami saya ya nak" ucap Bu Sa lma dengan tatapan sendunya.


"Tidak apa-apa Bu tidak usah dihiraukan dan dipikirkan" balas Nawan.


Bu Salma hanya tersenyum mendengar respon Nawan yang begitu sopan, dan ia percaya kalau yang dikatakan Pak Pratama itu tidak seperti apa yang dipikirkan dia selama ini.


"Kak, maafkan gua dan jangan jauhkan gua dari Ratih" ucap Randi.


"Gua harus pergi Ran, lu gak usah halangi jalan gua" ucap Nawan dengan dingin.


"Tapi kak" ucap Randi terhenti karena dipotong Nawan.


"Gua tidak akan menjauhkan lu dari Ratih, karena teman, sahabat atau pacar semua tergantung Ratih. gua tidak ada hak untuk melarang siapapun dekat dengan Ratih kecuali musuh gua" ucap Nawan.


"Lu serius kak?" tanya Randi yang tidak percaya akan jawaban Nawan.


Nawan hanya memberikan intruksi pada Trio semprul karena ia sudah malas dengan ocehan Randi yang bawel nya minta ampun.


Setelah itu Riko memegang tangan kanan Randi dan William memegang tangan kiri Randi, sedangkan Julio memegang kedua kaki Randi.

__ADS_1


"Weh mau dibawa kemana gua weh" ucap Randi.


Bu salma yang melihat itu hanya tertawa kecil, astaga lagi genting begini masih sempetnya mereka becanda. emang dasarnya Trio semprul pasti gak akan bener sudah lagunye..


Sementara itu, Tomi dan Nawan masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh supir pribadi Nawan.


"Terimakasih pak" ucap Nawan.


"Sama sama Tuan" ucap Supir itu yang langsung bergegas masuk dan duduk di kursi depan mobil.


Nawan membaringkan Ratih dan menaruh kepala Ratih diatas paha nya. lalu ia membuka kaca mobil.


"Telpon ahmad untuk membawa motor gua, terus ajak tuh tiga bocah semprul balik" titah Nawan.


"Hooh siap bos qu" ucap Tomi.


"Pak jalan sekarang" titah Nawan.


"Baik Tuan" balas supir yang langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Setelah mobil itu memebelah jalanan, Tomi langsung bersiul mengisyaratkan kepada Riki, William dan Julio untuk segera pergi dari rumah Pratama.


Trio semprul yang mengerti pun segera menurunkan Randi dengan hati hati lalu pergi menyusul Tomi yang sudah melaju dengan motor sport nya.


Bersambung..


Kira-kira bagaimana ya kelanjutannya? hehe..


Kalau penasaran yuk jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2