
"Baiklah, ini kartu nama saya. jika anda betemu dengan pemuda itu, tolong hubungi nomor saya, terimakasih" ucap Nawan lalu pergi.
Setelah itu Nawan menelpon Omah dan Opah untuk mengabari kondisi Ratih, dia juga mengabari Pak Purnama dan Bu Sari tentang hal ini.
Karena mau bagaimanapun, Ratih ingin sekali bertemu dengan Ayah dan Bundanya walau ia tau bagaimana sifat mereka jika bertemu.
Disisi lain Randi tengah duduk di kursi, namun tiba-tiba handphone nya berdering lumayan keras sehingga Randi langsung merespon telpon itu.
"Iya" jawab singkat Randi.
"Iya bilang sama Amma gua baik-baik saja, dan bereskan basscamp sekarang, gua mau tidur disana malam ini" titah Randi di telpon.
....
"Oke" jawab singkat Randi.
Lalu Paulus yang kepo pun langsung beranjak dari kursinya dan menepuk pundak Randi menanyakan siapa dan ada apa, sehingga membuat telinga Randi bising.
"Bawel Njir" ucap Randi.
"Kalau gak bawel, bukan Pau namanya Ran" balas Henri.
"Shit!" kerus Paulus.
"Iyaudah nih gua jawab, tadi Putra yang telpon gua. dia bilang Amma nanyain keadaan gua" ucap Randi dengan malas.
"Lalu?" tanya Paulus lagi.
"Hadeh.., gua gak mau pulang ke rumah malam ini, jadi gua putuskan malam ini gua tidur di basscamp" jawab Randi .
"Oke sip, Ri kita ikut yak" ajak Paulus
"Okey siap" ucap Paulus lagi menjawab ajakkan nya sendiri.
"Moh, dia yang bertanya kok dia yang jawab pula. heleh" ucap Henri.
"Budu" ucap Paulus.
__ADS_1
"Berisik njir, ini rumah sakit bukan hotel Kakek moyang lu verguso" ucap Tomi dengan dingin.
"Hehe sorry" balas Paulus.
Lalu susana pun menjadi hening seketika bak di kutup tropis haha ya sedingin itulah kalau tidak ada percakapan.
...****************...
Ratih sudah di ruang rawat inap ditemani semua temannya, wabil khusus Nawan yang kerap memegangi tangan Ratih sampai tertidur.
"Hem, kasian Nawan" ucap Riko.
"Iya Rik, ternyata bukan masalah kita lah yang paling besar, tapi masalah mereka lebih berat dari kita" sambung Julio.
"Yasudah, ini sudah malam. kita lebih baik pulang dan biarkan mereka berdua disini" ucap Tomi.
"Iya, mening kita cabut aja" ajak Paulus.
"Yasudah" ucap Riko.
Lalu Trio semprul, Paulus, Henri dan Tomi pun pamitan pada Nawan yang tengah tertidur.
"Hati-hati" balas nya walau masih menutup mata.
"Lah Goblin, gua kira lu tidur" ucap Riko.
"Gak" ucap singkat Nawan.
"Udah Rik ah, ayo cabut" ucap Tomi.
"Hooh-hooh" ucap Riko.
"Assalamualaikum" ucap mereka serentak.
"Waalaikumsalam, hati hati' ucap Nawan.
Mereka pun pulang kecuali Randi yang masih engan untuk beranjak atau pun berniatan untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
Nawan yang melihat hal itu segera menghampiri Randi dan duduk disampingnya.
"Kenapa gak ikut balik?" tanya Nawan.
"Gua gak mungkin pergi jika Ratih saja keadaannya masih begini Kak" jawab Randi sambil menatap sendu Ratih yang terbaring lemah.
"Lu gak usah khawatir, Ratih akan baik-baik saja kok. kan ada gua disini" ucap Nawan menenangkan Randi.
"Oh ya kak, apa Ratih benar-benar akan pergi ke luar negeri?" tanya Randi.
"Gua gak mungkin menolak permintaan dia Ran, karena ini untuk kebaikan lu dan Ratih juga" jawab Nawan.
"Tapi Kak, kenapa Ratih gak biarkan gua saja yang ke jerman dan memperjuangkannya" ucap Randi.
"Karena Ratih itu menginginkan kasih sayang yang tulus, dan ingin di terima apa adanya bukan bersyarat. begitulah Ratih, dia menunjukkan sikaf aslinya agar dia tau siapa saja yang tulus dan tidak menerima dia" ucap Nawan sambil menatap Ratih dan tersenyum.
"Hmm, gua paham sekarang Kak. gua pasti bakal kangen sama dia ketika dia sudah tidak di indonesia" ucap Randi.
"Lu kan masih bisa chat dia. lagi pula, Ratih akan pulang lagi ke indonesia juga kan setelah pendidikannya selesai." ucap Nawan.
"Iya si Kak, tapi" ucap Randi terhenti.
"Gua akan pulang nanti setelah pendidikan gua selesai Ran, gua juga akan bertemu lu lagi jika Ayah lu sudah mau menerima gua" ucap Ratih yang sedari tadi sudah siuman.
Randi dan Nawan pun diam, lalu Ratih masih menutup matanya namun mulutnya terus berbicara membuat satu ruangan itu menjadi hening dan hanya ada ceramah Ratih yang berkumandang.
Lama sekali Ratih bicara sampai tak terasa hari sudah semakin malam dan jam juga sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
"Sudah sana pulang, sudah malam juga kan. nanti Ibu lu Khawatir" ucap Ratih.
"Yasudah Kak gua balik dulu ya. jaga diri baik baik ya Rat, assalamualaikum" ucap Randi lalu pergi dengan senyum tipis namun air mata menetes di pipi nya.
"Hapus dulu air mata lu, gua gak mau ada kesedihan hanya karena gua" titah Ratih.
...****************...
Bersambung
__ADS_1
Baik, segitu saja episode kali ini 馃槆 Author tutup dan jangan lupa di fav aja love nya biar gak ketinggalan ceritanya "Cinta Gadis Broken Home"